Bumi Berpotensi Dihantam Badai Matahari Akhir Pekan Ini

Yazir Farouk, Lintang Siltya Utami

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 10:51 WIB
Bumi Berpotensi Dihantam Badai Matahari Akhir Pekan Ini
Ilustrasi bintik Matahari (Shutterstock).

Suara.com - Bintik besar Matahari dilaporkan menghadap ke arah Bumi pada akhir pekan ini sehingga berpotensi menghantam Bumi dengan badai geomagnetik.

Menurut spaceweather.com, bintik tersebut sangat besar sehingga mengubah cara getaran Matahari. Jika titik gelap itu melemparkan gumpalan plasma ke Bumi, hal tersebut dapat mengganggu medan magnet planet, memengaruhi GPS dan satelit komunikasi yang mengorbit dekat Bumi serta sistem navigasi pesawat.

Pusat Prediksi Cuaca Antariksa National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengeluarkan prakiraan badai geomagnetik yang tidak menentu di sekitar Bumi pada 6 dan 7 Agustus.

Bintik Matahari adalah bercak gelap di permukaan Matahari yang disebabkan oleh medan magnet yang kuat. Meskipun bintik Matahari ini berada di sisi terjauh Matahari, para ilmuwan mendeteksinya dengan memantau efeknya pada getaran Matahari.

"Matahari terus bergetar karena gelembung konveksi yang mengenai permukaan," kata Dean Pesnell, ilmuwan proyek Solar Dynamics Observatory (SDO) NASA, seperti dikutip dari Live Science pada Sabtu (6/8/2022).

Gelembung panas dan dingin yang terus naik dan turun di dalam Matahari menggerakkan energi ke sekeliling, menyebabkan getaran yang dapat dideteksi oleh observatorium surya seperti SDO.

Sementara itu, medan magnet bintik Matahari yang kuat memperlambat getaran ini, yang merambat melalui matahari. Akibatnya, observatorium seperti SDO dapat memantau bintik Matahari di sisi jauh Matahari dengan penundaan gelombang getaran ini.

Menurut Pesnell, perubahan tanda getaran muncul di peta helioseismic di dekat bagian tenggara Matahari.

Diprediksi bahwa akhir pekan ini, bintik Matahari akan menghadap Bumi, yang berpotensi menyebabkan semburan Matahari, yaitu ledakan radiasi yang intens di atmosfer Matahari.

baca juga

Aktivitas Matahari ini dapat berdampak pada Bumi. Ledakan Matahari dapat memanaskan awan partikel bermuatan listrik dari atmosfer bagian atas Matahari ke suhu yang sangat tinggi, yang dapat menyemburkan gumpalan plasma raksasa ke Bumi yang dikenal sebagai, ejeksi massa koronal (CME).

Pesnell menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas Matahari dapat berdampak pada satelit yang mengorbit dekat Bumi. Selain itu, kemungkinan efek lain dari cuaca luar angkasa yang lebih parah termasuk gangguan komunikasi dan navigasi di wilayah kutub dan bahkan pemadaman listrik di Bumi.

Matahari memiliki siklus 11 tahun di mana aktivitasnya bertambah dan berkurang, yang dikenal juga sebagai "solar maximum" dan "solar minimum", yang menunjukkan jumlah bintik Matahari paling banyak dan paling sedikit.

Matahari saat ini menuju solar maximum pada 2024 atau 2025. Belakangan ini, Matahari lebih aktif dari perkiraan NASA. Meski begitu, CME adalah perilaku normal untuk titik siklus bintik Matahari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Azarine Gandeng Nailoong Ajak Masyarakat Lepas Penat di Tengah Paparan Sinar Matahari

Azarine Gandeng Nailoong Ajak Masyarakat Lepas Penat di Tengah Paparan Sinar Matahari

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 19:30 WIB

Mengenal Efek Fotovoltaik, Cara Kerja Panel Surya Mengubah Sinar Matahari Jadi Listrik

Mengenal Efek Fotovoltaik, Cara Kerja Panel Surya Mengubah Sinar Matahari Jadi Listrik

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 12:47 WIB

4 Cara Mencegah Bintik Freckles Bertambah Banyak dan Makin Gelap, Sunscreen Saja Tak Cukup

4 Cara Mencegah Bintik Freckles Bertambah Banyak dan Makin Gelap, Sunscreen Saja Tak Cukup

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 11:31 WIB

Dampak Badai Matahari, Sinyal GPS di Bumi Alami Gangguan Presisi

Dampak Badai Matahari, Sinyal GPS di Bumi Alami Gangguan Presisi

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 18:05 WIB

Kenapa Matahari Tampak Merah dan Jingga Saat Karhutla? Ini Penjelasannya

Kenapa Matahari Tampak Merah dan Jingga Saat Karhutla? Ini Penjelasannya

News | Selasa, 01 September 2026 | 16:25 WIB

Perbedaan Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari Beserta Gambarnya

Perbedaan Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari Beserta Gambarnya

Tekno | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:33 WIB

Cara Merawat Kulit Terbakar Matahari Pakai Serum Centella Asiatica, Ikuti 10 Tipsnya

Cara Merawat Kulit Terbakar Matahari Pakai Serum Centella Asiatica, Ikuti 10 Tipsnya

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Proses Fotosintesis pada Tumbuhan: Pengertian, Tahapan, dan Manfaatnya

Proses Fotosintesis pada Tumbuhan: Pengertian, Tahapan, dan Manfaatnya

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Harga Sunblock Water Resistant, Ini 5 Rekomendasi Produknya yang Anti Luntur!

Harga Sunblock Water Resistant, Ini 5 Rekomendasi Produknya yang Anti Luntur!

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:11 WIB

5 Pilihan Hair Mist Bikin Rambut Segar dan Bebas Bau Matahari

5 Pilihan Hair Mist Bikin Rambut Segar dan Bebas Bau Matahari

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:30 WIB

Terkini

Mark Siap Comeback Kedua Usai Tinggalkan NCT, Single Baru Rilis November!

Mark Siap Comeback Kedua Usai Tinggalkan NCT, Single Baru Rilis November!

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 12:30 WIB

Kemendagri Dorong Penguatan UMKM Kerajinan Nasional melalui Rakernas

Kemendagri Dorong Penguatan UMKM Kerajinan Nasional melalui Rakernas

News | Selasa, 22 September 2026 | 12:27 WIB

Bosan Horor Macet Lebaran? Ini 4 Alasan Liburan Naik Kapal Pesiar Layak Dicoba Tahun Depan

Bosan Horor Macet Lebaran? Ini 4 Alasan Liburan Naik Kapal Pesiar Layak Dicoba Tahun Depan

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 12:27 WIB

Hanung Bramantyo Bicara Pedas Insiden GKPI Rajeg: Saya dan Istri Dianggap Kafir Gara-gara Protes Toa

Hanung Bramantyo Bicara Pedas Insiden GKPI Rajeg: Saya dan Istri Dianggap Kafir Gara-gara Protes Toa

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 12:25 WIB

Profil Sehat Tentrem, Perusahaan Rokok Milik Mas Bechi Pelaku Kekerasan Seksual

Profil Sehat Tentrem, Perusahaan Rokok Milik Mas Bechi Pelaku Kekerasan Seksual

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:24 WIB

Banjir Bandang di Solok, 4 Warga Terluka, 9 Keluarga Mengungsi

Banjir Bandang di Solok, 4 Warga Terluka, 9 Keluarga Mengungsi

Sumbar | Selasa, 22 September 2026 | 12:21 WIB

Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi

Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Rampung Syuting, Lily Collins Pamitan dari Emily in Paris Musim Terakhir

Rampung Syuting, Lily Collins Pamitan dari Emily in Paris Musim Terakhir

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Dipanggil Jerman Akhirnya Buka Suara

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Dipanggil Jerman Akhirnya Buka Suara

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 12:18 WIB

×