-
Arab Saudi bakal mengalami gerhana matahari total pertama dalam 75 tahun pada Agustus 2027.
-
Kegelapan total berlangsung hingga enam menit di wilayah Abha, Makkah, serta Jeddah.
-
Wilayah di luar jalur utama seperti Riyadh masih menyaksikan gerhana sebagian hingga 80 persen.
Suara.com - Arab Saudi bakal menjadi tuan rumah fenomena gerhana matahari total paling berdampak pada 2 Agustus 2027. Kejadian alam langka ini menghentikan sinar matahari secara menyeluruh hingga mengubah siang menjadi malam selama enam menit.
Peristiwa bernilai sejarah ini kembali menyelimuti wilayah Kerajaan setelah penantian panjang selama lebih dari 75 tahun. Badan Antariksa Arab Saudi menyebut momen astronomi tersebut sebagai peristiwa paling signifikan sepanjang abad ke-21.
Sektor selatan seperti Abha bakal mengalami fase gelap gulita penuh hingga kisaran durasi enam menit. Sementara itu, kawasan Jeddah dan pesisir barat akan merasakan kegelapan total sekitar lima menit 50 detik.
![Gerhana Matahari Total di Amerika pada 2017. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/07/02/51984-gerhana-matahari-total-di-amerika.jpg)
Bayangan bulan melintasi daratan dari Samudra Atlantik, Afrika Utara, Mesir, hingga menyapu Laut Merah dan Arab Saudi. Kejadian ini terbilang istimewa karena posisi bulan berada pada titik terdekat dengan bumi saat jarak matahari berada di titik terjauh.
"Bayangan tersebut akan melintas tepat di atas banyak kota besar," kata Ir. Majed Abu Zahra, Presiden Perhimpunan Astronomi Jeddah dikutip dari Gulf, Senin (3/8/2026)
Lintasan kegelapan penuh ini dipastikan melewati kawasan padat seperti Makkah, Jeddah, Taif, Al Baha, hingga Najran.
Kota Makkah akan memasuki fase ketertutupan penuh pada pukul 13.26 waktu setempat setelah fase parsial dimulai pukul 12.01.
Sementara wilayah Jeddah mengalami puncak fenomena pada pukul 13.25 dan berakhir pukul 14.43 waktu setempat.
Perubahan drastis atmosfer ditandai dengan perubahan cahaya menjadi keperakan, penurunan suhu udara, serta kemunculan bintang di langit. Korona matahari atau lapisan luar yang bersinar terang bakal terlihat jelas melingkari piringan hitam bulan.
Wilayah di luar jalur utama seperti Riyadh dan Provinsi Timur tetap dapat mengamati gerhana matahari sebagian. Fenomena parsial di kawasan tersebut diperkirakan mencapai tingkat penutupan cahaya matahari hingga 80 persen.
Fenomena gerhana matahari total terjadi ketika posisi matahari, bulan, dan bumi sejajar sempurna. Meski bulan berukuran jauh lebih kecil dari matahari, jaraknya yang lebih dekat ke bumi membuat ukurannya tampak seimbang di langit.
Kegelapan maksimal berdurasi enam menit lebih terjadi di Mesir sebelum bayangan melintasi Arab Saudi dan berakhir di Samudera Hindia.