Dampak Kasus Karyawan Alfamart Minta Maaf, Warganet Ancam Akan Boikot

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Dampak Kasus Karyawan Alfamart Minta Maaf, Warganet Ancam Akan Boikot
Ilustrasi media sosial (pexels.com/KerdeSeverin)

Seorang karyawan Alfamart belakangan ini viral di media sosial karena kasus pengambilan cokelat yang dilakukan oleh pelanggan.

Suara.com - Seorang karyawan Alfamart belakangan ini viral di media sosial karena kasus pengambilan cokelat yang dilakukan oleh pelanggan.

Dalam video sebelumnya yang beredar di Twitter dan TikTok, karyawan Alfamart tersebut melihat seorang perempuan, mengambil cokelat namun tidak membayarnya di kasir.

Alhasil, karyawan itu merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke media sosial.

Sementara itu, pelaku pengambilan cokelat merasa tidak terima dengan perlakuan yang diterimanya karena dinilai merugikan.

Baca Juga: Ngakak! Sekolah di Depan Rumah, Makan Siang Siswa Ini Fresh Diantar Ibu

Ia akhirnya menyewa seorang pengacara dan karyawan Alfamart tersebut diancam dengan UU ITE.

Kasus ini pun berujung pada video klarifikasi yang beredar di Twitter.

Diunggah oleh akun Twitter @Mei2Namaku pada 14 Agustus, terekam seorang perempuan mengenakan seragam Alfamart, sedang membacakan permintaan maafnya kepada perempuan yang diketahui bernama Mariana.

"Saya karyawan Alfamart ingin mengklarifikasi video yang tersebar di media sosial. Karena sudah ada kesalahpahaman di antara kita berdua dan telah merugikan ibu Mariana, dan saya memohon maaf kepada ibu Mariana atas video yang tersebar kemarin. Dan alhamdulillah hari ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan," ucap karyawan tersebut.

Namun, video klarifikasi tersebut membuat warganet geram karena dinilai tidak adil bagi karyawan Alfamart.

Baca Juga: 4 Fakta PayPal Aplikasi Pembayaran Online yang Viral di Twitter

"Ini kelewatan. Orang yang ketahuan ngutil malah berbalik menekan karyawan Alfamart hanya karena mampu menyewa pengacara. Alih-alih dia yang minta maaf, malah mbak Alfamart yang harus minta maaf," tulis pemilik akun @zoelfick yang membagikan kembali video tersebut.

Pihak Alfamart pun telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kasus tersebut melalui akun Twitter @alfamart pada 15 Agustus.

Alfamart membenarkan kejadian yang menimpa karyawannya.

Menurut keterangan, kejadian itu terjadi pada 13 Agustus di Alfamart Sampora, Tangerang Selatan.

"Karyawan kami menyaksikan kejadian konsumen yang telah mengambil barang tanpa membayar. Setelah dimintai pertanggungjawaban, konsumen baru membayar produk cokelat yang diambilnya. Dari investigasi karyawan pun menemukan produk lain yang diambil selain cokelat," tulis pernyataan tersebut.

Selain itu, Alfamart juga menyayangkan tindakan konsumen yang menyewa pengacara sehingga membuat pihak Alfamart tertekan.

Cuitan Alfamart terkait karyawannya yang dipaksa bikin permintaan maaf. [Twitter]
Cuitan Alfamart terkait karyawannya yang dipaksa bikin permintaan maaf. [Twitter]

Lebih lanjut dalam pernyataan tersebut, Alfamart menambahkan jika diperlukan akan mengambil langkah hukum selanjutnya.

Biasnya tanggapan Alfamart kepada karyawan yang diancam UU ITE oleh konsumen tersebut pun membuat warganet marah.

Bahkan, beberapa warganet mengancam jika tidak ada perlindungan tegas untuk karyawan akan memboikot Alfamart.

Video klarifikasi yang telah dilihat sebanyak lebih 2,7 juta penayangan dan dibagikan sebanyak lebih dari 46.200 kali itu pun menuai beragam komentar dari warganet.

"Gaji mereka banyak potongan pula, kalau barang hilang mereka yang tanggung," tulis akun pempekteri

"Kalau sampai mbaknya diberhentikan kerja, seumur hidup gue nggak akan belanja lagi di Alfamart," komentar Jheje76

"Apakah Alfamart butuh menunggu kesaktian netizen +62 untuk rame-rame teriak boikot depan toko ritel Alfa?" tambah mayasuara_

"Turut prihatin, moga cepet selesai dengan cara damai ya. Lagian tuh konsumen kalau mampu ngapain sih panjang tangan? Memalukan!" cuit AyuJarianSe7

Ilustrasi viral di Twitter, cuitan viral. (Dok. Envato)
Ilustrasi viral di Twitter. (Dok. Envato)

"Alfamart, poin 5 kalian itu 'Apabila diperlukan...' Seharusnya manajemen akan melanjutkan kasus ini secara hukum untuk membela pekerja kalian. Revisi pernyataan kalian atau gerakan boikot Alfamart akan kami lakukan. Ingat UU 13 Tahun 2003 Pengusaha dan Pekerja dilindungi UU," ungkap Dhedy_Pro