BSSN Akui Sistem Keamanan Siber di Indonesia Masih Banyak Kerentanan

Ummi Hadyah Saleh, Dicky Prastya

Selasa, 13 September 2022 | 18:20 WIB
BSSN Akui Sistem Keamanan Siber di Indonesia Masih Banyak Kerentanan
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letnan Jenderal TNI (Purn.) Hinsa Siburian. [Antara]

Suara.com - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian mengaku jika sistem keamanan siber di Indonesia, masih belum kuat. Ia menilai kalau keamanan data di Indonesia masih banyak kerentanan.

"Kita (Keamanan siber) tidak boleh langsung beranggapan kalau kami (BSSN) kuat, karena kami tahu banyak kerentanan. Pemerintah tentu juga menyadari. Kita semua pun seluruh bangsa Indonesia itu menyadari," kata Hinsa dalam konferensi pers di Kantor BSSN, Sawangan, Depok, Selasa (13/9/2022).

Menurut dia, hal ini terjadi karena Indonesia baru masuk era digital, tepatnya setelah Covid-19. Hal itu mengubah paradigma yang bisa menimbulkan risiko.

Karen itu pihaknya tengah melakukan percepatan untuk adaptasi dalam menyesuaikan digitalisasi, terutama soal keamanan data.

"Jadi ya memang kami berharap, perkembangan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi itu paralel, dan sejajar dengan ancaman yang akan timbul. Jadi tentunya dari sisi keamanan, itu kami kejar juga." paparnya.

Terkait kebocoran data para pejabat Indonesia yang dilakukan Bjorka, Hinsa bercerita jika BSSN terus mengikuti dinamika perkembangannya. Pihaknya kerap melakukan validasi hingga forensik.

Selanjutnya BSSN kata Hinsa kemudian melakukan klasifikasi data yang bocor. Setelah ditelisik, nyatanya ada juga data yang berulang.

"Jadi saya tidak sampaikan kalau semuanya itu tidak valid, tapi ada juga yang valid. Ada juga yang dari masanya, waktunya. Itu kami terus berkoordinasi dengan stakeholder, yang diperkirakan pemilik data tersebut. Tentu mereka pun mengevaluasi sistemnya," papar dia.

Hinsa juga mengakui jika sebagian stakeholder penyedia data tidak merasa kehilangan data atau tidak tahu adanya kebocoran data. Oleh karenanya, ia menilai koordinasi sangat diperlukan antara BSSN dengan pengelola data.

baca juga

"Kami sebenarnya melakukan evaluasi, tiap tahun itu kan ada monitoring masing-masing ke PSE ini. Kemudian memberikan notifikasi, menilai hasil masing-masing kerentanan ataupun keamanan di masing-masing institusi. Itu kami lakukan, terutama notifikasi ya. Itu langsung kami sampaikan ke pemilik sistem," ungkap Hinsa.

Hinsa mencontohkan, BSSN kerap memberikan peringatan apabila ada anomali atau trafik data yang mencurigakan ke penyelenggara sistem elektronik (PSE). Lalu dari sana ia memperingatkan kalau PSE ini wajib mewaspadai aktivitas tersebut.

"Itu yang kami (BSSN) lakukan. Jadi kan banyak sekali anomali itu. Tahun lalu 1,6 miliar anomali itu. Dari situ dipilah-pilah, baru kami berikan notifikasi ke sistem elektronik yang diperkirakan menjadi arah atau tujuan dari anomali ini," jelas Hinsa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Hadapi Bjorka, Fadli Zon Sindir BSSN yang Bangun Kolam Renang Seharga Rp1,8 Miliar

Bukan Hadapi Bjorka, Fadli Zon Sindir BSSN yang Bangun Kolam Renang Seharga Rp1,8 Miliar

Sukabumi | Selasa, 13 September 2022 | 17:35 WIB

BSSN Memburu Latar Belakang Bjorka: Bukan Kayak Mencari Secara Fisik

BSSN Memburu Latar Belakang Bjorka: Bukan Kayak Mencari Secara Fisik

Kalbar | Selasa, 13 September 2022 | 17:27 WIB

Heboh Keamanan Siber, Susi Pudjiastuti Sentil Anggaran Kolam Renang Miliaran Kantor BSSN: Bangun Benteng Pertahanan Dulu

Heboh Keamanan Siber, Susi Pudjiastuti Sentil Anggaran Kolam Renang Miliaran Kantor BSSN: Bangun Benteng Pertahanan Dulu

News | Selasa, 13 September 2022 | 13:19 WIB

Terkini

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:50 WIB

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:49 WIB

Polda Metro Jaya Benarkan Ada Laporan Dugaan Kekerasan Seksual yang Dilakukan Anak Artis RSO

Polda Metro Jaya Benarkan Ada Laporan Dugaan Kekerasan Seksual yang Dilakukan Anak Artis RSO

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:46 WIB

6 Zodiak yang Paling Pintar Mengelola Keuangan dan Hobi Investasi

6 Zodiak yang Paling Pintar Mengelola Keuangan dan Hobi Investasi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:40 WIB

Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News

Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:40 WIB

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 14:38 WIB

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

×