BRIN Ungkap Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem Makin Sering

Dicky Prastya Suara.Com
Rabu, 28 Desember 2022 | 18:34 WIB
BRIN Ungkap Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem Makin Sering
Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan empat faktor penyebab hujan ekstrem yang akan melanda Indonesia mulai hari ini hingga minggu depan, 2 Januari 2023, Selasa (27/12/2022). [Screenshot: Zoom BMKG]

Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan sejumlah alasan kenapa cuaca ekstrem makin sering terjadi di Indonesia. BMKG pun telah mengeluarkan peringatan soal cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi jelang akhir tahun.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Didi Satiadi mengatakan kalau cuaca ekstrem terjadi karena dua faktor. Pertama karena memang fenomena alami, kedua adalah ulah manusia.

"Jadi cuaca ekstrem itu sebetulnya sesuatu yang alami. 5 persen dari kejadian itu tergolong ekstrem, itu memang tidak bisa dihindarkan. Jadi secara alami terjadi ekstrem dan kita perlu beradaptasi dengan itu," katanya dalam diskusi virtual BRIN bertajuk Waspada Cuaca Ekstrem, Rabu (28/12/2022).

Selain faktor alam, Didi menyebut kalau penyebab cuaca ekstrem semakin bertambah karena perbuatan manusia. Faktor utamanya adalah pemanasan global, yang mana pembakaran bahan bakar fosil berlebih menyebabkan perubahan iklim.

"Perubahan iklim itu pada dasarnya meningkatkan siklus hidrologi," lanjutnya.

Ia menganalogikan perubahan iklim itu seperti halnya motor. Apabila mesin motor digas, maka rodanya pun berputar lebih cepat.

Nah mesin itu diibaratkan dia seperti Matahari. Apabila panasnya makin bertambah karena gas rumah kaca, maka siklus hidrologi akan berputar lebih cepat.

"Karena lebih cepat artinya lebih besar penguapan, lebih intens, lebih deras hujannya, lebih basah, sekaligus lebih kering," imbuhnya.

Faktor lain yang dibeberkan Didi adalah bertambahnya populasi. Semakin banyak orang, maka manusia akan mengubah tata guna lahan di perkotaan yang berakibat pada turunnya lingkungan.

Baca Juga: Siap-siap! BMKG Beri Peringatan Potensi Cuaca Ekstrem Jabodetabek, Puncaknya 30 Desember 2022

"Itu semuanya meningkatkan dari bencana dan kondisi ekstrem ini," tegasnya.

Untuk mengatasi cuaca ekstrem, Didi menyarankan agar masyarakat mengurangi konsentrasi gas rumah kaca yang masuk ke dalam atmosfer. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menanam pohon sebanyak-banyaknya.

Cara lain yakni mengurangi energi berbasis fosil ke energi terbarukan seperti dari cahaya Matahari, gelombang, angin, atau bendungan. Lebih lagi Indonesia juga memiliki banyak pegunungan yang dinilainya sebagai sumber energi luar biasa.

"Ini bisa menggantikan energi dari fosil tersebut, juga elektrifikasi, mobil listrik, dan lainnya. Itu juga cukup efektif (mengurangi cuaca ekstrem)," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI