Menteri Kominfo Ungkap Nasib Starlink di RI Usai Elon Musk Dukung Israel

Dicky Prastya

Kamis, 30 November 2023 | 21:01 WIB
Menteri Kominfo Ungkap Nasib Starlink di RI Usai Elon Musk Dukung Israel
Menkominfo Budi Arie Setiadi saat ditemui di sela-sela acara Anugerah Jurnalistik Kominfo 2023 (AJK) di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (30/11/2023) malam. [Suara.com/Dicky Prastya]

Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi menanggapi soal nasib satelit Starlink milik Elon Musk usai sang empu mendeklarasikan dukungan pada Israel.

Budi Arie menegaskan kalau urusan satelit Starlink tidak ada hubungannya dengan sikap Elon Musk apakah mau mendukung Israel ataupun Palestina. Ia lebih menitikberatkan pada kedaulatan data pribadi masyarakat Indonesia.

"Starlink masuk ke sini itu soal kedaulatan data kita, bukan urusan negara lain," timpal Budi Arie saat ditemui di sela-sela acara Anugerah Jurnalistik Kominfo 2023 yang digelar di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (30/11/2023).

Ia menjelaskan, selama internet protocol (IP) address Starlink ada di Indonesia, maka Kominfo bakal memberikan restu.

"Kalau IP Address-nya enggak ada di Indonesia entar kontrolnya bagaimana? Itu saja. Enggak ada urusan (Elon Musk dukung Israel)," sambungnya lagi.

Budi Arie menilai kalau sikap Elon Musk terhadap konflik luar negeri tidak ada hubungannya dengan isu satelit Starlink yang mau hadir di Indonesia.

Ia hanya mendesak kalau Starlink mesti mengikuti aturan yang ada di Indonesia.

"Itu kan sikapnya di luar negeri. Enggak ada hubungannya. Kami pokoknya konsisten dengan cara berpikir dan bertindak untuk melindungi kedaulatan nasional kita. itu loh. Bahwa IP address-nya harus di Indonesia," tutur dia.

"Enggak apa-apa dia mau urusan apa. Enggak ada urusan. Enggak usah dikait-kaitkan. Enggak terkait itu. Jangan mengkait-kaitkan hal-hal yang tidak terkait gitu," pungkasnya.

baca juga

Pro kontra satelit Starlink jika masuk Indonesia
Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Marwan O. Baasir mengungkapkan sejumlah pro kontra apabila Satelit Starlink milik Elon Musk resmi hadir di Indonesia.

Marwan menjelaskan, salah satu keunggulan satelit Starlink adalah jangkauannya sudah mencakup secara global, termasuk Indonesia. Selain itu, satelit milik Elon Musk tersebut juga memiliki kapasitas data rate yang besar.

"Sehingga itu bisa dimanfaatkan untuk wilayah yang belum terjangkau, atau wilayah 3T," kata Marwan dalam acara diskusi Selular yang digelar di Jakarta, Senin (27/11/2023).

Menurutnya, satelit Starlink bisa menjadi opsi percepatan layanan internet broadband di wilayah yang belum terjangkau layanan broadband terestrial, termasuk bisa dimanfaatkan oleh penyelenggara seluler sebagai backhaul.

Sementara untuk kontra, Marwan menyebut kalau satelit Starlink memerlukan biaya mahal. Di Malaysia misalnya, harga perangkat untuk menerima sinyal dari Starlink (sejenis router) bisa tembus Rp 8 juta.

"Starlink di Malaysia ini sudah launching. Expensive (mahal). Harganya kira-kira Rp 8 juta," ungkapnya.

Selain itu, kehadiran Starlink juga berpotensi mengancam bisnis penyelenggara telekomunikasi nasional seperti operator seluler, jaringan tertutup (Jartup), hingga penyelenggara Satelit Geostasioner (GSO).

Maka dari itu, Marwan menegaskan kalau satelit Starlink perlu diatur Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai regulator agar tidak mengganggu bisnis yang sudah ada di Tanah Air.

“Untuk yang kontra, jika tidak diatur secara tepat, bisnis Starlink berpotensi bisa mengancam bisnis penyelenggara telko nasional seperti Seluler, Jartup dan penyelenggara satelit GSO,” papar dia.

Lebih lanjut, Marwan menegaskan kalau Starlink belum memiliki izin penyelenggara jasa sebagai internet service provider (ISP) di Indonesia.

"Starlink pun masih memakai IP (internet protocol) global sehingga berpotensi ada isu perlindungan data pribadi dan kedaulatan negara,” timpal dia.

Berangkat dari sana, ATSI mengusulkan kepada pemerintah untuk menerapkan kebijakan baru apabila Satelit Starlink benar-benar masuk ke Indonesia. Pertama, Starlink harus masuk sebagai layanan business to business (B2B), bukan langsung ke konsumen alias B2C.

Kedua, satelit Starlink juga harus kerja sama dengan penyelenggara satelit di Indonesia. Ketiga, Satelit Starlink harus memiliki izin landing right atau hak labuh dan izin jartup untuk layanan backhaul.

Keempat, satelit Starlink harus menggunakan alokasi penomoran IP Indonesia. Kelima, lanjut Marwan, mereka harus membangun server serta disaster recovery center (DRC) alias fasilitas untuk memulihkan infrastruktur apabila terjadi bencana.

"Terakhir, mereka harus comply (patuh) terhadap regulasi Lawful Interception (penyadapan legal) di Indonesia, dan sebagai penyelenggara jasa, Starlink harus dikenakan kewajiban untuk membayar BHP (biaya hak penggunaan) telekomunikasi dan USO (universal service obligation),” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kominfo soal Kebocoran Data KPU: Itu Data DPT, Semua Parpol Punya, Terus Apa Rahasianya?

Kominfo soal Kebocoran Data KPU: Itu Data DPT, Semua Parpol Punya, Terus Apa Rahasianya?

Tekno | Kamis, 30 November 2023 | 20:31 WIB

Dinilai Pesek, Tentara IDF Israel Nantangin Warga Indonesia agar Operasi Hidung

Dinilai Pesek, Tentara IDF Israel Nantangin Warga Indonesia agar Operasi Hidung

Your Say | Kamis, 30 November 2023 | 18:00 WIB

Kominfo Dorong Startup Lokal Makin Masif Tarik Investor

Kominfo Dorong Startup Lokal Makin Masif Tarik Investor

Tekno | Kamis, 30 November 2023 | 17:32 WIB

Pemerintah Diminta Tangani Aksi Boikot Produk Israel Efek Kekhawatiran PHK Massal

Pemerintah Diminta Tangani Aksi Boikot Produk Israel Efek Kekhawatiran PHK Massal

Bisnis | Kamis, 30 November 2023 | 17:14 WIB

Tentara Israel Sulap Bangunan Palestina di Gaza Jadi Tempat Ibadah Yahudi

Tentara Israel Sulap Bangunan Palestina di Gaza Jadi Tempat Ibadah Yahudi

News | Kamis, 30 November 2023 | 14:57 WIB

Rumah Sakit Indonesia di Gaza Luluh Lantak, Ramai Ajakan Masyarakat Bangun Lagi!

Rumah Sakit Indonesia di Gaza Luluh Lantak, Ramai Ajakan Masyarakat Bangun Lagi!

Lifestyle | Kamis, 30 November 2023 | 12:35 WIB

Terkini

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 22:07 WIB

×