Terungkap Trik Penjahat Dunia Maya Menyamarkan URL

Dythia Novianty

Senin, 25 Desember 2023 | 08:25 WIB
Terungkap Trik Penjahat Dunia Maya Menyamarkan URL
ilustrasi hacker. (Standert on Freepik)

Suara.com - Penjahat dunia maya sering kali menyamarkan tautan berbahaya dan phishing, mencoba membingungkan filter email.

Apa yang mereka inginkan adalah membuat korban mengklik alamat yang sebenarnya membawa menuju alamat lain.

Berikut Kaspersky akan memaparkan metode paling umum yang digunakan penjahat dunia maya untuk menyamarkan URL berbahaya atau phishing.

Cara paling sederhana untuk menyembunyikan domain asli di alamat adalah dengan menggunakan
simbol @ di URL.

Ini adalah simbol yang benar-benar sah yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan login dan kata sandi ke alamat situs web — HTTP memungkinkan untuk meneruskan kredensial ke server web melalui URL hanya dengan menggunakan format login:[email protected].

Jika data sebelum simbol @ salah dan tidak cocok untuk otentikasi, browser akan membuangnya begitu saja, mengarahkan pengguna ke alamat yang terletak setelah simbol @.

Ilustrasi HTTP. [Miguel Á. Padriñán/Pixabay]
Ilustrasi HTTP. [Miguel Á. Padriñán/Pixabay]

Maka, penjahat dunia maya memanfaatkan metode ini, mereka membuat nama halaman yang meyakinkan, menggunakan nama situs yang sah di dalamnya, dan menempatkan alamat asli setelah simbol @.

Misalnya lihat alamat blog kita yang disamarkan seperti ini:

https://convincing-business-related-page-name-pretending-to-be-on-google.com@kaspersky.com/blog/

baca juga

Ini tampak seperti halaman dengan banyak kata dalam nama yang dihosting di suatu tempat di
domain Google, namun browser akan membawa Anda ke https://kaspersky.com/blog/.

Pada metode sebelumnya, penjahat dunia maya sering kali mencoba membingungkan pengguna dengan nama halaman yang panjang untuk mengalihkan perhatian mereka dari alamat sebenarnya.

Namun ada cara untuk menyembunyikannya sepenuhnya — dengan mengubah alamat IP suatu situs menjadi bilangan bulat.

Seperti yang diketahui, alamat IP tidak mudah disimpan dalam database.

Oleh karena itu, pada titik tertentu, sebuah mekanisme diciptakan untuk mengubah alamat IP menjadi bilangan bulat (yang jauh lebih nyaman untuk disimpan) dan sebaliknya.

Dan saat ini, ketika browser modern melihat angka di URL, mereka secara otomatis mengubahnya menjadi alamat IP.

Ilustrasi email phising. [Freepik]
Ilustrasi email phising. [Freepik]

Jika dikombinasikan dengan simbol @ yang sama, ini secara efektif menyembunyikan domain
sebenarnya.

Seperti inilah tampilan tautan ke situs web perusahaan kami:

https://google.com…%@3109359386/

Dalam menggunakan trik ini, penjahat dunia maya mencoba memusatkan perhatian pada domain
sebelum simbol @, dan menjadikan segala sesuatunya tampak seperti semacam parameter —
berbagai alat pemasaran sering kali memasukkan segala jenis tag alfanumerik ke dalam tautan web.

Cara lain yang cukup sederhana untuk menyembunyikan URL asli adalah dengan menggunakan salah satu layanan pemendekan tautan yang sah.

Beberapa tahun lalu, Google dan beberapa mitranya membuat kerangka kerja Google AMP —
sebuah layanan yang dimaksudkan untuk membantu laman web dimuat lebih cepat di perangkat
seluler.

Pada tahun 2017, Google mengklaim bahwa halaman dengan AMP dimuat dalam waktu kurang dari satu detik dan menggunakan data 10 kali lebih sedikit dibandingkan halaman yang sama
tanpa AMP.

Kini penyerang telah mempelajari cara menggunakan mekanisme ini untuk phishing.

Sebuah email berisi tautan yang dimulai dengan “google.com/amp/s/”, namun jika pengguna
mengkliknya, mereka akan diarahkan ke situs yang bukan milik Google.

Ilustrasi browsing internet. (Pexels)
Ilustrasi browsing internet. (Pexels)

Cara lain untuk menyembunyikan halaman di balik URL orang lain adalah dengan menggunakan ESP; yaitu layanan untuk membuat buletin sah dan email masuk lainnya.

Singkatnya, penyerang akan menggunakan salah satu layanan ini, membuat kampanye pengiriman
email, memasukkan URL phishing, dan sebagai hasilnya mendapatkan alamat bersih siap pakai,
yang memiliki reputasi sebagai perusahaan ESP. 

Perusahaan ESP tentu saja berusaha melawan penyalahgunaan layanan mereka, namun hal ini tidak selalu berhasil.

“Kami menyarankan untuk mencadangkannya dengan solusi perlindungan. Selain itu, kami
merekomendasikan untuk menggunakan solusi tersebut baik pada tingkat server email perusahaan, dan pada tingkat perangkat kerja yang mendukung internet," ungkap Roman Dedenok pakar keamanan di Kaspersky.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raditya Dika Ungkap Penyebab Channel YouTube Miliknya Kena Hack

Raditya Dika Ungkap Penyebab Channel YouTube Miliknya Kena Hack

Tekno | Senin, 02 Januari 2023 | 11:28 WIB

Indonesia Kena 7.988 Serangan Phishing di Q3 2022, Sektor Keuangan Jadi Target Utama

Indonesia Kena 7.988 Serangan Phishing di Q3 2022, Sektor Keuangan Jadi Target Utama

Tekno | Rabu, 28 Desember 2022 | 06:30 WIB

3 Cara Memperpendek Link, Mudah dan Praktis!

3 Cara Memperpendek Link, Mudah dan Praktis!

Tekno | Sabtu, 10 Desember 2022 | 14:22 WIB

Waspada Google Terjemahan Dimanfaatkan Phishing, Jangan Sampai Kecolongan!

Waspada Google Terjemahan Dimanfaatkan Phishing, Jangan Sampai Kecolongan!

Tekno | Jum'at, 02 Desember 2022 | 07:30 WIB

Awas, Ada Situs Catut Piala Dunia 2022 untuk Sebar Phising

Awas, Ada Situs Catut Piala Dunia 2022 untuk Sebar Phising

Tekno | Senin, 21 November 2022 | 22:54 WIB

Lima Besar Skema Penjahat Dunia Maya di Tengah Acara Olahraga Terbesar, Waspada Hadiah Gratis Nonton Piala Dunia 2022

Lima Besar Skema Penjahat Dunia Maya di Tengah Acara Olahraga Terbesar, Waspada Hadiah Gratis Nonton Piala Dunia 2022

Tekno | Senin, 21 November 2022 | 06:15 WIB

Terkini

Kritik Simbolik HUT RI: Kemerdekaan Itu Milik Warga, Bukan Milik Presiden dan Kroni-kroninya

Kritik Simbolik HUT RI: Kemerdekaan Itu Milik Warga, Bukan Milik Presiden dan Kroni-kroninya

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:50 WIB

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Anti Aging untuk Wanita Usia 40 Tahun, Bikin Kulit Lembut

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Anti Aging untuk Wanita Usia 40 Tahun, Bikin Kulit Lembut

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:47 WIB

Diduga Kelelahan, Relawan Korban Gempa NTT Meninggal Dunia, Ini Kronologinya

Diduga Kelelahan, Relawan Korban Gempa NTT Meninggal Dunia, Ini Kronologinya

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:44 WIB

Makin Menarik, Kenshi Yonezu hingga Toko Miura Gabung Live-Action Look Back

Makin Menarik, Kenshi Yonezu hingga Toko Miura Gabung Live-Action Look Back

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:40 WIB

7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya

7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Jabar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:12 WIB

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Video | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:07 WIB

×