Menkominfo Akui Platform Meta Jadi Sarang Konten Radikalisme dan Terorisme

Dicky Prastya

Minggu, 24 Maret 2024 | 14:45 WIB
Menkominfo Akui Platform Meta Jadi Sarang Konten Radikalisme dan Terorisme
Ilustrasi Facebook, platform media sosial yang dimiliki Meta. (Pexels)

Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengaku sudah memblokir ribuan konten radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme yang tersebar di platform digital.

“Sepanjang 7 Juli 2023 hingga 21 Maret 2024, Kementerian Kominfo telah melakukan penanganan terhadap 5.731 konten yang mengandung ekstrimisme, radikalisme dan terorisme di berbagai platform digital," kata Budi Arie, dikutip dari siaran pers Kominfo, Minggu (24/3/2024).

Budi Arie menjelaskan kalau Meta menjadi platform media sosial yang paling banyak digunakan untuk menyebarkan konten terlarang itu. Hanya saja dia tidak menjelaskan lebih rinci apakah itu Facebook, Instagram, atau WhatsApp, yang mana tiga platform ini berada di bawah naungan Meta.

Menkominfo mengatakan, konten ekstrimisme ini disebarkan dalam bentuk teks, foto, pamflet, hingga video. Materi itu pun menargetkan siapapun pengguna media sosial.

Ia menilai konten radikalisme merupakan paham yang menginginkan perubahan ekstrem secara menyeluruh, baik di bidang sosial maupun politik. Oleh karenanya Pemerintah berupaya mencegah penyebaran konten radikalisme agar tidak menimbulkan perpecahan sesama anak bangsa.

"Ini kalau tidak dikelola dengan hati-hati akan berpotensi menimbulkan ancaman yang sangat serius terhadap persatuan dan kesatuan bangsa," papar dia.

Untuk menekan penyebaran konten radikalisme di ruang digital, Budi Arie terus mengupayakan tindakan pencegahan melalui tiga langkah yaitu peningkatan literasi digital, mendorong masyarakat melakukan cek fakta serta melaporkan  konten yang merugikan melalui kanal aduankonten.id.

Selain itu, Kementerian Kominfo juga menindaklanjuti laporan dari kementerian dan lembaga termasuk Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, hingga TNI.

"Jadi kami dapat laporan dari banyak pihak. Manakala ada konten yang mengandung paham terorisme, radikalisme dan ekstrimisme, langsung kami take down dari ruang digital," imbuhnya.  

baca juga

Lebih lanjut dia menilai kondisi penyebaran konten radikalisme saat ini jauh lebih menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

"Sekarang kondisinya lebih sejuk, dan masyarakat terutama yang mengisi ruang digital sudah tidak bisa lagi mentoleransi konten radikalisme yang memecah belah bangsa," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

133 Orang Tewas dalam Aksi Teror di Moscow, Putin: Kami Memahami Terorisme

133 Orang Tewas dalam Aksi Teror di Moscow, Putin: Kami Memahami Terorisme

News | Minggu, 24 Maret 2024 | 10:49 WIB

Cara Ganti Nama di Facebook dengan Benar

Cara Ganti Nama di Facebook dengan Benar

Tekno | Sabtu, 23 Maret 2024 | 14:18 WIB

Cara Keluar dari Grup FB yang Mengganggu dan Tidak Relevan

Cara Keluar dari Grup FB yang Mengganggu dan Tidak Relevan

Tekno | Sabtu, 23 Maret 2024 | 13:06 WIB

Kominfo Klaim Apple dan Microsoft Mau Investasi di Indonesia

Kominfo Klaim Apple dan Microsoft Mau Investasi di Indonesia

Tekno | Jum'at, 22 Maret 2024 | 21:03 WIB

Kominfo Pastikan Jaringan Internet Lancar Jaya Saat Mudik dan Lebaran

Kominfo Pastikan Jaringan Internet Lancar Jaya Saat Mudik dan Lebaran

Tekno | Jum'at, 22 Maret 2024 | 14:56 WIB

Kominfo Siapkan Rencana Prabowo soal Bangun Pabrik HP Dalam Negeri

Kominfo Siapkan Rencana Prabowo soal Bangun Pabrik HP Dalam Negeri

Tekno | Jum'at, 22 Maret 2024 | 13:52 WIB

Terkini

Layanan Digital MNC Bank Lumpuh, Nasabah Ngamuk: Itu Duit Kita, Bukan Duit Lu!

Layanan Digital MNC Bank Lumpuh, Nasabah Ngamuk: Itu Duit Kita, Bukan Duit Lu!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:05 WIB

Ramalan Zodiak Paling Beruntung 3 November 2026, Siap Panen Hoki Hari Ini

Ramalan Zodiak Paling Beruntung 3 November 2026, Siap Panen Hoki Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 08:55 WIB

Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital

Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 08:52 WIB

Anime Charisma Tayang Januari 2027, Kisah 7 Penghuni dengan Karisma Berbeda

Anime Charisma Tayang Januari 2027, Kisah 7 Penghuni dengan Karisma Berbeda

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:50 WIB

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:49 WIB

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 08:30 WIB

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:28 WIB

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:15 WIB

×