Penjelasan BMKG soal Kondisi Suhu Panas di Indonesia Seminggu Belakangan

Dicky Prastya

Minggu, 05 Mei 2024 | 11:47 WIB
Penjelasan BMKG soal Kondisi Suhu Panas di Indonesia Seminggu Belakangan
Pekerja melindungi tubuh dari terik matahari menggunakan payung saat berjalan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (21/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kenapa suhu panas terjadi beberapa hari belakangan di Indonesia. Sebab di awal Mei 2024 ini, Indonesia mulai mengalami musim kemarau.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto memprediksi kalau sebagian besar wilayah Indonesia atau 63,66 persen akan memasuki periode Musim Kemarau pada bulan Mei hingga Agustus 2024.

"Memasuki periode Mei, sebagian wilayah Indonesia mulai mengalami awal kemarau dan sebagian wilayah lainnya masih mengalami periode peralihan musim atau pancaroba," katanya dalam siaran pers, Minggu (5/5/2024).

"Sehingga potensi fenomena suhu panas dan kondisi cerah di siang hari masih mendominasi cuaca secara umum di awal Mei 2024," lanjutnya lagi.

Guswanto menjelaskan kalau sepekan terakhir fenomena gelombang panas memang terjadi di sebagian wilayah Asia. Namun gelombang panas itu tidak berkaitan dengan suhu panas yang terjadi di Indonesia.

"Hal ini karena fenomena udara panas yang terjadi di Indonesia belakangan merupakan fenomena yang bersiklus terjadi setiap tahun sebagai akibat dari adanya gerak semu matahari dan kondisi cuaca cerah pada siang hari," beber dia.

Lebih lanjut Guswanto menjelaskan bahwa istilah gelombang panas menurut World Meteorological Organization (WMO) merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama lima hari atau lebih secara berturut-turut.

Gelombang panas ini membuat suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5 derajat Celcius atau lebih.

Fenomena gelombang panas ini umumnya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa, Amerika, dan sebagian wilayah Asia.

baca juga

Secara meteorologis, kata Guswanto, hal tersebut dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah dekat permukaan akibat anomali dinamika atmosfer, sehingga aliran udara tidak bergerak dalam skala yang luas, misalnya pada sistem tekanan tinggi skala luas dalam periode cukup lama.

"Kondisi atmosfer tersebut sulit terjadi di wilayah Indonesia yang berada di wilayah ekuator," imbuhnya.

Berdasarkan data BMKG, kondisi suhu panas di wilayah Indonesia dengan nilai di atas 36 derajat Celcius tercatat pada beberapa wilayah.

Misalnya di Deli Serdang Sumatera Utara dengan 37,1 derajat Celcius, Medan Sumatera Utara 36,6 derajat Celcius, Kapuas Hulu Kalimantan Barat 36,6 derajat Celcius, Sidoarjo Jawa Timur 36,6 derajat Celcius, dan Bengkulu sebesar 36,6 derajat Celcius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya Cuaca Panas Bisa Jadi Penyakit, Menkes Budi Gunadi Sadikin: Keluar Bawa Payung

Bahaya Cuaca Panas Bisa Jadi Penyakit, Menkes Budi Gunadi Sadikin: Keluar Bawa Payung

Health | Sabtu, 04 Mei 2024 | 19:51 WIB

Ngeri, Penampakan Ribuan Ikan Mati Akibat Gelombang Panas di Vietnam

Ngeri, Penampakan Ribuan Ikan Mati Akibat Gelombang Panas di Vietnam

Foto | Jum'at, 03 Mei 2024 | 19:13 WIB

Apa Itu Heatwave? Kenali Penyebab dan Bahaya Fenomena Cuaca yang Diduga Bikin Indonesia Panas

Apa Itu Heatwave? Kenali Penyebab dan Bahaya Fenomena Cuaca yang Diduga Bikin Indonesia Panas

Tekno | Jum'at, 03 Mei 2024 | 14:30 WIB

Waspada Cuaca Panas Menyengat Selama 5 Hari ke Depan, Ini 5 Bahaya yang Mengancam Kesehatan!

Waspada Cuaca Panas Menyengat Selama 5 Hari ke Depan, Ini 5 Bahaya yang Mengancam Kesehatan!

Health | Kamis, 02 Mei 2024 | 08:47 WIB

Erupsi Gunung Ruang, Ini Hasil Pantauan BMKG soal Potensi Tsunami

Erupsi Gunung Ruang, Ini Hasil Pantauan BMKG soal Potensi Tsunami

Tekno | Rabu, 01 Mei 2024 | 20:33 WIB

BMKG Peringatkan Waspada Cuaca Ekstrem Seminggu ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG Peringatkan Waspada Cuaca Ekstrem Seminggu ke Depan, Ini Wilayahnya

Tekno | Minggu, 28 April 2024 | 12:18 WIB

Terkini

Side Job: Pilihan atau Kewajiban untuk Bertahan Hidup?

Side Job: Pilihan atau Kewajiban untuk Bertahan Hidup?

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:15 WIB

Kemendagri Apresiasi Pemda Papua di Empat Sektor Pelayanan Dasar

Kemendagri Apresiasi Pemda Papua di Empat Sektor Pelayanan Dasar

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:13 WIB

Viva Acne Lotion Dipakai Kapan? Intip Aturan Pakai, Kandungan, dan Review

Viva Acne Lotion Dipakai Kapan? Intip Aturan Pakai, Kandungan, dan Review

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 10:13 WIB

Apakah Air Beras dan Masker Lidah Buaya Ampuh Memudarkan Flek Hitam Menahun?

Apakah Air Beras dan Masker Lidah Buaya Ampuh Memudarkan Flek Hitam Menahun?

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 10:12 WIB

Pemutihan Pajak itu seperti Apa?

Pemutihan Pajak itu seperti Apa?

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 10:10 WIB

Pesanan UMKM Solo di Tokopedia-TikTok Shop Naik 57 Persen, Konten Jadi Senjata Baru

Pesanan UMKM Solo di Tokopedia-TikTok Shop Naik 57 Persen, Konten Jadi Senjata Baru

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 10:08 WIB

Tan Cheng Hoe Puji Taktik Bertahan Timnas Indonesia Usai Malaysia Ditahan Imbang

Tan Cheng Hoe Puji Taktik Bertahan Timnas Indonesia Usai Malaysia Ditahan Imbang

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 10:07 WIB

Beban Lapangan dan Riuh Tribun: Menjadikan SUGBK Benteng Timnas

Beban Lapangan dan Riuh Tribun: Menjadikan SUGBK Benteng Timnas

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:05 WIB

Thom Haye Diusir Wasit, Kevin Diks Pasang Badan: Dia Tidak Melakukannya dengan Sengaja

Thom Haye Diusir Wasit, Kevin Diks Pasang Badan: Dia Tidak Melakukannya dengan Sengaja

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 09:57 WIB

5 Sepatu Lari Mills Size Besar hingga 46, Nyaman untuk Kaki Lebar dan Daily Run

5 Sepatu Lari Mills Size Besar hingga 46, Nyaman untuk Kaki Lebar dan Daily Run

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 09:53 WIB

×