BRIN Ungkap Alasan Indonesia Aman dari Gelombang Panas

Dicky Prastya | Suara.com

Rabu, 15 Mei 2024 | 09:55 WIB
BRIN Ungkap Alasan Indonesia Aman dari Gelombang Panas
Pekerja melindungi tubuh dari terik matahari menggunakan payung saat berjalan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (21/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Profesor Riset bidang Meteorologi, Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eddy Hermawan menyatakan Indonesia aman dari fenomena gelombang panas yang saat ini terjadi di beberapa negara di Asia Tenggara.

Alasan Indonesia masih aman dari gelpmbang panas, lanjut Eddy, karena negara ini hampir setiap hari dilindungi awan. Meskipun beberapa waktu belakangan cuaca panas kerap terjadi.

“Mengapa ada awan? Karena memang kawasan kita kan unik ya, dua pertiganya laut dan sepertiganya daratan, dengan lima pulau besar dan 17.548 pulau di mana masing-masing pulau menghasilkan konveksi lokal dan konveksi regional sehingga menghasilkan awan," kata Eddy.

"Alhasil kawasan kita Indonesia ini relatif aman dari bahaya gelombang panas,” lanjutnya, dikutip dari laman resmi BRIN, Rabu (15/5/2024).

Eddy menerangkan, gelombang panas adalah suatu kondisi di mana keadaan suhu rata-rata melebihi batas ambang normal selama lebih dari 30 hingga 40 tahun.

“Bilamana suhu pada kawasan tertentu selama dekade lebih dari 30 tahun suhunya berkisar 27 hingga 28 derajat celcius, tetapi pada saat itu melonjak dengan deviasi di atas lima menjadi 33 hingga 34 derajat celcius serta permanen selama empat hingga lima hari, dapat kita definisikan sebagai gelombang panas,” paparnya.

Dengan demikian, publik harus memperhatikan durasi dan amplitudo suhu tinggi, serta perhatikan kondisinya. Dicontohkan Eddy, apabila hanya satu hari dan cuacanya pun tidak melebihi deviasi cukup besar, tentu belum didefinisikan sebagai gelombang panas.

“Kenapa Bumi makin panas? Sinar Matahari ketika tiba di Bumi dihalangi oleh awan. Artinya, matahari ada faktor penghalang itu. Maka kalau tidak ada faktor penghalang, artinya satu kawasan itu tidak dapat penghalang, artinya maka itu bebas, ya, tentu potensinya besar untuk mengalami heat wave atau gelombang panas,” beber dia.

Adapun kawasan yang terpapar gelombang panas adalah lokasi atau negara yang didominasi oleh daratan seperti India, Thailand, dan kawasan-kawasan seperti Afrika atau Brazil.

Menurut Eddy, belum diketahui dengan pasti bila puncak panas ini akan segera berakhir.

Namun jika analisisnya berbasis perilaku data Indian Ocean Dipole (IOD) yang ada di Lautan Hindia, maka khususnya untuk kawasan barat Indonesia, dan khususnya kawasan Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa, justru awal terjadinya kondisi panas sudah dimulai sejak April lalu. Kemudian merangkak hingga mencapai puncaknya di sekitar bulan Juli 2024.

Hal ini diperparah dengan mulai berhembusnya angin timuran yang bergerak melintasi kawasan Indonesia seiring dengan bergeraknya posisi matahari meninggalkan garis ekuator sejak 21 Maret, bergerak semu menuju belahan bumi utara (BBU).

“Jadi ada indikasi kuat jika kondisi panas ini akan terus berlanjut. Selain kondisi uap air di kawasan barat Indonesia yang ditarik ke arah timur pantai timur Afrika, juga angin timuran yang berasal dari gurun di bagian utara Australia sudah mulai merangkak memasuki kawasan Indonesia,” terangnya.

“Gerbang utama yang akan menerima kondisi ini adalah kawasan NTT, diikuti NTB, Bali, Jawa Timur, dan seterusnya,” imbuh Eddy.

Lebih lanjut Eddy menyampaikan, pihaknya mengamati bahwa di siang hari memang terik sekali. Tapi pada malam dan dini hari, ada indikasi kuat dihasilkannya hujan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Liburan di Tengah Cuaca Panas, Lakukan Ini Supaya Tetap Aman dan Nyaman

Tips Liburan di Tengah Cuaca Panas, Lakukan Ini Supaya Tetap Aman dan Nyaman

Lifestyle | Selasa, 14 Mei 2024 | 19:56 WIB

Konsep Rumah Modular Diyakini Bisa Bikin Adem di Cuaca Panas

Konsep Rumah Modular Diyakini Bisa Bikin Adem di Cuaca Panas

Bisnis | Senin, 13 Mei 2024 | 13:34 WIB

Cuaca Panas, Kemenkes Ingatkan Masyarakat Untuk Banyak Minum Air Putih Agar Tidak Dehidrasi

Cuaca Panas, Kemenkes Ingatkan Masyarakat Untuk Banyak Minum Air Putih Agar Tidak Dehidrasi

Health | Kamis, 09 Mei 2024 | 14:28 WIB

Ibadah Haji 2024 saat Cuaca Panas Ekstrem, Petugas Ingatkan Bawa Sederet Perlengkapan Ini

Ibadah Haji 2024 saat Cuaca Panas Ekstrem, Petugas Ingatkan Bawa Sederet Perlengkapan Ini

Lifestyle | Rabu, 08 Mei 2024 | 14:41 WIB

HP Samsung Terlalu Panas? Ini Cara Mengatasinya

HP Samsung Terlalu Panas? Ini Cara Mengatasinya

Tekno | Selasa, 07 Mei 2024 | 06:07 WIB

Apa Penyebab Akhir-akhir Ini Cuaca Terasa Sangat Panas?

Apa Penyebab Akhir-akhir Ini Cuaca Terasa Sangat Panas?

Video | Selasa, 07 Mei 2024 | 08:00 WIB

Terkini

Cara Mendapatkan Natan Sanguine Steward Mobile Legends dan Tips Menggunakannya

Cara Mendapatkan Natan Sanguine Steward Mobile Legends dan Tips Menggunakannya

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 20:10 WIB

5 Rekomendasi HP Android Kamera Terbaik 2026, Harga Mulai Rp5 Juta

5 Rekomendasi HP Android Kamera Terbaik 2026, Harga Mulai Rp5 Juta

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 19:39 WIB

6 Pilihan HP Baru Rp1 Jutaan RAM Besar, Cocok Buat Pelajar Anti Lemot

6 Pilihan HP Baru Rp1 Jutaan RAM Besar, Cocok Buat Pelajar Anti Lemot

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 18:40 WIB

4 Pilihan HP Samsung Baterai Jumbo Mulai Rp2 Jutaan, Awet Dipakai Seharian

4 Pilihan HP Samsung Baterai Jumbo Mulai Rp2 Jutaan, Awet Dipakai Seharian

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 18:20 WIB

6 HP Rp2 Jutaan yang Tahan Banting: Performa Oke, Aman Dipakai Harian

6 HP Rp2 Jutaan yang Tahan Banting: Performa Oke, Aman Dipakai Harian

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 15:06 WIB

Mengenal Handala Hack Team, Hacker Pro Palestina yang Serang Sistem FBI

Mengenal Handala Hack Team, Hacker Pro Palestina yang Serang Sistem FBI

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 14:12 WIB

3 Cara Mengunci Aplikasi di HP OPPO untuk Menjaga Privasi Data Anda

3 Cara Mengunci Aplikasi di HP OPPO untuk Menjaga Privasi Data Anda

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 13:48 WIB

Mengenal Fitur Aplikasi The White House yang Dirilis Donald Trump, Tapi Picu Kecaman

Mengenal Fitur Aplikasi The White House yang Dirilis Donald Trump, Tapi Picu Kecaman

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 13:32 WIB

Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia? Catat Waktu dan Cara Menyaksikannya

Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia? Catat Waktu dan Cara Menyaksikannya

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 12:33 WIB

61 Kode Redeem FF 30 Maret 2026: Klaim Skin Gratis Sebelum Mega Update OB53 Tema Air

61 Kode Redeem FF 30 Maret 2026: Klaim Skin Gratis Sebelum Mega Update OB53 Tema Air

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 12:05 WIB