Canggih! AI Bikin Google Translate Bisa Terjemahkan Bahasa Batak hingga Madura

Dicky Prastya

Minggu, 07 Juli 2024 | 19:58 WIB
Canggih! AI Bikin Google Translate Bisa Terjemahkan Bahasa Batak hingga Madura
Ilustrasi Google Translate. [Shutterstock]

Suara.com - Google resmi mengumumkan penambahan 110 bahasa baru ke Google Translate. Menariknya, aplikasi terjemahan itu bisa memahami 10 bahasa daerah Indonesia.

Google mengatakan kalau bahasa baru itu berhasil ditambahkan berkat teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI). Hal ini dilakukan demi menghilangkan hambatan bahasa dan membantu pengguna berkomunikasi satu sama lain.

"Sekarang, kami telah menggunakan AI untuk meningkatkan ragam bahasa yang kami dukung. Berkat model bahasa besar kami, PaLM 2, kami dapat menambahkan 110 bahasa baru ke Google Transltae sebagai bentuk pengembangan paling masif yang berhasil kami lakukan hingga kini," kata Google Indonesia dalam blog resminya, dikutip Minggu (7/7/2024).

Adapun bahasa daerah baru yang kini bisa diterjemahkan Google Translate yakni Aceh, Bali, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Toba, Betawi, Iban, Madura, Makassar, hingga Minang.

Google bercerita, bahasa-bahasa baru ini memiliki lebih dari 660 juta penutur, memberikan akses penerjemahan bagi sekitar 8 persen populasi dunia.

Menurutnya, beberapa dari sana merupakan bahasa besar dunia dengan lebih dari 100 juta penutur. Sementara yang lain digunakan oleh komunitas kecil masyarakat adat saja.

"Sejumlah bahasa bahkan hampir tidak memiliki penutur asli, tetapi upaya revitalisasi terhadapnya terus aktif dilakukan. Sekitar seperempat bahasa baru ini berasal dari Afrika dan menjadi ekspansi bahasa Afrika terbesar kami sejauh ini, meliputi bahasa Fon, Kikongo, Luo, Ga, Swati, Venda, dan Wolof," tutur Google Indonesia.

Perusahaan asal Amerika Serikat itu mengakui kalau bahasa sangatlah bervariasi dengan perbedaan dalam ragam daerah, dialek, hingga standar ejaan.

Malah, banyak bahasa tidak memiliki satu pun bentuk standar. Sehingga tidak mungkin memilih ragam yang tepat.

baca juga

Makanya, Google melakukan pendekatan dengan memprioritaskan ragam yang paling umum digunakan dari setiap bahasa. Misalnya, Romani adalah bahasa yang memiliki banyak dialek di seluruh Eropa.

"Berkat kemitraan dengan para ahli bahasa dan penutur asli, kami terus mewujudkan perkembangan yang baik. Dan seiring dengan kemajuan teknologi, kami akan terus mendukung lebih banyak ragam bahasa dan konvensi ejaan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sidang Dugaan Kasus Monopoli Resmi Dimulai KPPU, Ini Pembelaan Google Indonesia

Sidang Dugaan Kasus Monopoli Resmi Dimulai KPPU, Ini Pembelaan Google Indonesia

Tekno | Minggu, 07 Juli 2024 | 19:46 WIB

Kembangkan Teknologi AI, Pendapatan Samsung Melonjak Drastis di Q2

Kembangkan Teknologi AI, Pendapatan Samsung Melonjak Drastis di Q2

Tekno | Minggu, 07 Juli 2024 | 15:23 WIB

Apa Itu GetApps di HP Xiaomi? Apa Bedanya dengan Google Play Store?

Apa Itu GetApps di HP Xiaomi? Apa Bedanya dengan Google Play Store?

Tekno | Sabtu, 06 Juli 2024 | 15:04 WIB

Takut Tersesat? Begini Cara Berbagi Lokasi Real Time di Google Maps

Takut Tersesat? Begini Cara Berbagi Lokasi Real Time di Google Maps

Tekno | Kamis, 04 Juli 2024 | 10:31 WIB

6 Teknologi AI Indosat Ini Diterapkan di Industri Migas Indonesia

6 Teknologi AI Indosat Ini Diterapkan di Industri Migas Indonesia

Tekno | Rabu, 03 Juli 2024 | 16:52 WIB

5 Hack AI untuk Bikin CV, Bantu Cari Pekerjaan Lebih Mudah

5 Hack AI untuk Bikin CV, Bantu Cari Pekerjaan Lebih Mudah

Tekno | Rabu, 03 Juli 2024 | 10:39 WIB

Terkini

Captain Tsubasa: Rising Sun FINALS Kembali, Menuju Klimaks Madrid Olympics

Captain Tsubasa: Rising Sun FINALS Kembali, Menuju Klimaks Madrid Olympics

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Kortastipidkor Ralat: Orang Kepercayaan Bupati Gowa Ternyata Belum Jadi Tersangka

Kortastipidkor Ralat: Orang Kepercayaan Bupati Gowa Ternyata Belum Jadi Tersangka

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:29 WIB

FIFA ASEAN Cup Bakal Dihapus Jika Eks Bek Tottenham Ini Kalahkan Infantino di Pilpres FIFA 2027

FIFA ASEAN Cup Bakal Dihapus Jika Eks Bek Tottenham Ini Kalahkan Infantino di Pilpres FIFA 2027

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Usai Dilantik, Bupati Sleman Minta 5 Lurah PAW Diminta Fokus pada Program dan Pelayanan Publik

Usai Dilantik, Bupati Sleman Minta 5 Lurah PAW Diminta Fokus pada Program dan Pelayanan Publik

Jogja | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Tancap Gas Awal 2027! Proyek PLTP Rajabasa Bakal Serap 2.000 Pekerja, Kuota Lokal 80 Persen

Tancap Gas Awal 2027! Proyek PLTP Rajabasa Bakal Serap 2.000 Pekerja, Kuota Lokal 80 Persen

Lampung | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Kereta Terakhir Pukul Sembilan Malam

Kereta Terakhir Pukul Sembilan Malam

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:24 WIB

Pernyataan Lengkap Jokowi Terkait Wacana Pemakzulan Gibran

Pernyataan Lengkap Jokowi Terkait Wacana Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:23 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Dampak MotoGP Mandalika 2026, InJourney Dorong Ekonomi hingga Rp5 T

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Dampak MotoGP Mandalika 2026, InJourney Dorong Ekonomi hingga Rp5 T

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Kekerasan Seksual di Pesantren, Mengapa Terus Terjadi Objektifikasi

Kekerasan Seksual di Pesantren, Mengapa Terus Terjadi Objektifikasi

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Miris Lihat Jemaah Gagal Berangkat, Ivan Gunawan Terjun ke Bisnis Umrah: Igun Jamin Pasti Berangkat

Miris Lihat Jemaah Gagal Berangkat, Ivan Gunawan Terjun ke Bisnis Umrah: Igun Jamin Pasti Berangkat

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:19 WIB

×