Waduh! Pakar Sebut Hacker Bisa Retas Kata Sandi Medsos Kurang dari 60 Detik, Ini Penyebabnya

Budi Arista Romadhoni

Rabu, 10 Juli 2024 | 16:01 WIB
Waduh! Pakar Sebut Hacker Bisa Retas Kata Sandi Medsos Kurang dari 60 Detik, Ini Penyebabnya
Ilustrasi hacker (Pixabay)

Suara.com - Peretasan di media sosial sering terjadi. Hal itu tentu disebabkan kebiasaan orang membuat sandi yang mudah dibobol.

Tentu jutaan orang di dunia berisiko terkena serangan cyber karena kata sandi kita terlalu mudah untuk dibobol.

Menyadur dari Unilad, banyak orang memiliki kebiasaan menggunakan kata sandi yang sama untuk setiap akun yang mereka gunakan.

Baik itu kata sandi untuk Facebook dan X, atau kode untuk katalog online. Selain itu banyak orang menggunakan kombinasi yang sama untuk segala hal.

Namun, menggunakan kata sandi yang sama untuk setiap akun atau memilih kode yang terlalu mudah diprediksi adalah suatu bencana.

Anda harus memutuskan untuk tidak membuat pilihan cerdas terkait keamanan pada akun-akun online. Jika tidak dilakuka, Anda mungkin akan berada dalam masalah.

Berdasarkan data yang keluar dari tim keamanan siber di Kaspersky menyatakan bahwa peretas telah melakukan lebih dari 32 juta upaya untuk mengetahui kata sandi pribadi pada tahun 2023 dan jumlah tersebut terus bertambah.

"Fakta sederhananya adalah kami terlalu memudahkan peretas untuk masuk ke akun kami," ungkap data dari Kaspersky.

Penelitian yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa sekitar 45 persen kata sandi dapat diretas dalam waktu kurang dari 60 detik.

baca juga

Selain itu, meskipun hal ini bisa disebut sepele, menggunakan nama dalam kata sandi tidak dianjurkan.

Berbicara tentang penelitian ini, Kaspersky berkata: "Secara tidak sadar, manusia membuat kata sandi 'manusia' – yang berisi kata-kata dari kamus dalam bahasa aslinya, menampilkan nama, angka, dan lain-lain, hal-hal yang mudah diingat oleh otak kita yang sibuk.

“Bahkan kombinasi yang tampaknya kuat pun jarang yang benar-benar acak, sehingga dapat ditebak oleh algoritma. Oleh karena itu, solusi yang paling dapat diandalkan adalah membuat kata sandi yang benar-benar acak menggunakan pengelola kata sandi yang modern dan andal.”

Jadi, apa yang dapat Anda lakukan untuk melindungi akun Anda dari peretas?

Mengambil langkah sederhana seperti menambahkan angka, beberapa huruf kapital, dan simbol akan membuat kata sandi Anda lebih sulit ditebak.

Kaspersky mengatakan: "Jangan gunakan kata sandi yang mudah ditebak dari informasi pribadi Anda, seperti tanggal lahir, nama anggota keluarga, hewan peliharaan, atau nama Anda sendiri. Ini sering kali merupakan tebakan pertama yang akan dibuat oleh penyerang."

Mereka menambahkan: "Aktifkan otentikasi dua faktor (2FA). Meskipun tidak terkait langsung dengan kekuatan kata sandi, mengaktifkan 2FA menambahkan lapisan keamanan tambahan. Bahkan jika seseorang menemukan kata sandi Anda, mereka masih memerlukan bentuk verifikasi kedua untuk mengakses akun Anda."

Pengelola kata sandi adalah rekomendasi lain yang dapat membantu Anda mengingat hanya satu kata sandi utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Bongkar Password WiFi yang Tersimpan di HP Android dan iPhone

Cara Bongkar Password WiFi yang Tersimpan di HP Android dan iPhone

Tekno | Rabu, 10 Juli 2024 | 08:26 WIB

Teguh Aprianto

Teguh Aprianto

News | Selasa, 09 Juli 2024 | 18:21 WIB

Kasus Bobolnya PDNS 2 Disebut karena Orang Dalam, Pendiri Komunitas Hacker Teguh Aprianto Lempar Senyum Kecut

Kasus Bobolnya PDNS 2 Disebut karena Orang Dalam, Pendiri Komunitas Hacker Teguh Aprianto Lempar Senyum Kecut

News | Selasa, 09 Juli 2024 | 16:34 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×