Kesal Ditambahkan ke Grup Telegram Random? Begini Cara Menghentikannya

Agung Pratnyawan, Lintang Siltya Utami

Selasa, 30 Juli 2024 | 10:30 WIB
Kesal Ditambahkan ke Grup Telegram Random? Begini Cara Menghentikannya
Ilustrasi Telegram. [Unsplash/Christian Wiediger]

Suara.com - Telegram tidak hanya digunakan untuk komunikasi secara individu, namun pengguna juga dapat tergabung dalam komunitas dan grup.

Sayangnya, banyak pengguna yang mengeluh karena sering ditambahkan ke dalam grup secara random dan grup tersebut mengirim pesan spam. Hal ini bisa sangat mengganggu dan menimbulkan kekhawatiran karena pengguna terus-menerus ditambahkan ke grup berbeda, beberapa di antaranya mempromosikan konten yang tidak pantas.

Untungnya, Telegram telah menerapkan langkah-langkah keamanan untuk mencegah pengguna ditambahkan ke grup tanpa izin. Berikut ini adalah metode yang dapat pengguna gunakan untuk mengatasi masalah ini:

1. Pengaturan privasi

Jika pengguna mengalami situasi di mana orang secara acak menambahkan pengguna ke grup spam tanpa persetujuan, pengguna dapat meninjau dan menyesuaikan pengaturan privasi terlebih dahulu. Sesuaikan pengaturan privasi untuk membatasi siapa pun agar tidak dapat menambahkan pengguna.

Untungnya, Telegram memberikan kebebasan kepada penggunanya untuk menentukan siapa yang dapat menambahkan kontak ke dalam grup. Ikuti petunjuk berikut untuk menyesuaikan pengaturan privasi:

  • Buka Settings pada aplikasi Telegram.
  • Klik Privacy dan Secuurity.
  • Pilih Invites.
  • Pengguna akan melihat opsi Who can add me to group chat.
  • Pilih opsi My Contacts atau Nobody.

2. Blokir kontak

Hal lain yang dapat pengguna lakukan untuk menghindari ditambahkan secara acak ke dalam grup tanpa izin adalah dengan menghapus kontak tertentu.

Ilustrasi Telegram. (Pixabay/@Vika_Glitter)
Ilustrasi Telegram. (Pixabay/@Vika_Glitter)

3. Batasi siapa yang dapat menambahkan pengguna ke grup

baca juga

Jika pengguna memilih untuk tidak memblokir kontak tersebut, pengguna dapat menghapusnya dari daftar kontak. Selain itu, jika pengguna ingin menetapkan batasan dan membuat pengecualian tanpa harus memblokir kontak, ikuti panduan berikut ini:

  • Buka Settings.
  • Pilih Privacy dan Security.
  • Klik Groups dan Channel.
  • Di bawah Add Exceptions, pilih Add Users di bagian Never Allow.

4. Tinggalkan grup yang tidak diinginkan

Jika pengguna ditambahkan ke grup yang tidak diinginkan, pengguna dapat keluar dari grup tersebut dengan membuka obrolan grup, mengetuk nama grup, dan memilih Leave Group.

Itulah beberapa metode yang dapat pengguna lakukan agar tidak ditambahkan ke dalam grup secara random.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harta Ratusan Triliun, Pendiri Telegram Ini Pakai HP Samsung Murah

Harta Ratusan Triliun, Pendiri Telegram Ini Pakai HP Samsung Murah

Tekno | Senin, 29 Juli 2024 | 10:00 WIB

Hamster Kombat Apakah Aman? Simak Tips Hindari Penipuan dan Investasi Bodong dari Telegram

Hamster Kombat Apakah Aman? Simak Tips Hindari Penipuan dan Investasi Bodong dari Telegram

Tekno | Selasa, 16 Juli 2024 | 16:31 WIB

Amel Carla Keceplosan Sebut Punya Grup WhatsApp Tanpa Aaliyah Massaid, Netizen: Udah Jadi Rahasia Umum..

Amel Carla Keceplosan Sebut Punya Grup WhatsApp Tanpa Aaliyah Massaid, Netizen: Udah Jadi Rahasia Umum..

Tekno | Selasa, 09 Juli 2024 | 15:37 WIB

Terkini

Masjid Megah Senilai Rp1 Triliun di Makassar Siap Dibuka untuk Umum

Masjid Megah Senilai Rp1 Triliun di Makassar Siap Dibuka untuk Umum

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 08:27 WIB

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:22 WIB

50 Ribu Buruh Demo di Bundaran HI! Tuntut DPR Hentikan Outsourcing hingga Lindungi Ojol

50 Ribu Buruh Demo di Bundaran HI! Tuntut DPR Hentikan Outsourcing hingga Lindungi Ojol

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:20 WIB

Grand Blue Dreaming Umumkan Season 4, Kehidupan Percintaan Iori Makin Rumit

Grand Blue Dreaming Umumkan Season 4, Kehidupan Percintaan Iori Makin Rumit

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 08:20 WIB

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:12 WIB

5 Cara Menghilangkan Noda Kunyit di Blender, Kembali Bersih dan Anti Bau

5 Cara Menghilangkan Noda Kunyit di Blender, Kembali Bersih dan Anti Bau

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 08:10 WIB

6.622 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla

6.622 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 08:04 WIB

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:00 WIB

×