10 Tahun Jokowi, Sukses Mengangkat UMKM hingga Hadirkan Unicorn Nasional

Dythia Novianty Suara.Com
Senin, 21 Oktober 2024 | 09:49 WIB
10 Tahun Jokowi, Sukses Mengangkat UMKM hingga Hadirkan Unicorn Nasional
Ilustrasi Digitalisasi. [Pixabay]

Suara.com - Selama 10 tahun terakhir pemerintahan Presiden ketujuh Republik Indonesia, Jokow Widodo (Jokowi), digitalisasi terus tumbuh di berbagai sektor UMKM dan menghadirkan Unicorn Indonesia.

Digitalisasi UMKM tidak sedikit memajuka para pelakunya hingga membantu beralih ke platform digital, sejak didesak pandemik Covid-19 yang membatasi mobilisasi.

Seiring dengan perkembangan digitalisasi era pandemic Covid-19, startup dan unicorn nasional pun terus mengalami pertumbuhan.

Bahkan, ekosistem startup Indonesia diklaim menjadi salah satu terbesar di Asia Tenggara, dengan beberapa perusahaan teknologi yang mencapai status unicorn serta decacorn.

Jika menengok ke belakang di awal pemerintahan Presiden Jokowi, penetrasi internet saat itu masih rendah, yakni sekitar 34,9 persen pada 2014.

Sejak, program Go Digital UMKM diluncurkan pada 2017, para pelakunya pun mendapatkan pelatihan serta pengetahuan lebih mendalam dalam memanfaatkan platform online demi memperluas pasar.

Ilustrasi - Perajin menyelesaikan pembuatan kotak tisu berbahan limbah kerang di rumah Cuts Kreative Company Medan, Sumatera Utara, Selasa (8/10/2024). ANTARA FOTO/Yudi Manar/YU
Ilustrasi UMKM. [ANTARA FOTO/Yudi Manar/YU]

Program ini pun didorong situasi pandemic Covid-19 yang membatasi mobilisasi untuk menghindari kontak fisik.

Platfom digital menjadi salah satu solusi untuk membuka pintu-pintu akses dari keterbatasan itu.

Digitalisasi bukan menjadi pilihan tetapi sebuah keharusan agar tetap dapat tetap relevan dan kompetitif.

Baca Juga: Prabowo Ingin Berantas Korupsi lewat Digitalisasi

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, jumlah transaksi digital selama PSBB bulan April 2020 mencapai 64,48 persen, dan volume transaksi digital juga tumbuh sebesar 37,35 persen secara
years on years.

Masyarakat telah beralih ke platform digital yang memungkinkan mereka untuk tetap dapat beraktivitas dan bersosialisasi di tengah pandemi.

Diakui, Mantan Menteri Komunikasi an Informatikan, Budi Arie Setiadi, salah satu permasalahan yang dihadapi oleh UMKM di Indonesia salah satunya ialah tidak meratanya adopsi teknologi digital, ada digital gap (kesenjangan digital).

"Oleh karena itu tugas Kominfo melalui program ini untuk mengatasi hal tersebut,” katanya beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah total UMKM di Indonesia ada lebih dari 64 juta yang berkontribusi sebesar 60 persen terhadap PDB nasional.

Namun hanya 12 persen dari jumlah tersebut yang telah mengadopsi teknologi digital secara efektif. Sebagai upaya mengatasi kesenjangan digital tersebut, Kementerian Kominfo meluncurkan program Adopsi Teknologi Digital UMKM 2024 (UMKM Level Up).

“Program adopsi teknologi digital UMKM ini berfokus pada peningkatan kapabilitas UMKM, oleh karenanya perlu diterapkan strategi, seperti, merancang strategi bisnis, meningkatkan kecakapan digital, hingga memanfaatkan platform digital untuk berkolaborasi secara global,” jelasnya.

Ilustrasi startup (Unsplash/Israel Andrade)
Ilustrasi startup (Unsplash/Israel Andrade)

Seiring dengan perkembangan digitalisasi, ekosistem startup pun terus berkembang dan didorong dengan berbagai program yang ada salah satunya Gerakan 1.000 Startup.

Semua itu demi mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Lebih dari 2.500 startup digital kini ada di Indonesia dan jumlah itu terus bertambah.

Sebuah startup bisa berpredikat unicorn jika telah memiliki valuasi di atasi 1 miliar Dolar AS atau sekitar Rp15,5 triliun.

Tidak sedikit jumlah unicorn di Indonesia terus bertambah, sebut saja Gojek, Tokopedia, Traveloka dan beberapa diantaranya sudah menjadi decacorn.

"Transformasi digital merupakan upaya Panjang dan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta," kata Budi Arie.

Semua ini tidak bisa berjalan tanpa peningkatan penitrasi internet berkat tumbuhnya akses dimana-mana.

Dari data Bakti Kominfo, total akses internet hingga 2024 telah menjangkau 18.697 lokasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI