Alasan Kominfo Blokir Aplikasi Temu: Bahaya untuk UMKM

Dicky Prastya

Selasa, 15 Oktober 2024 | 18:14 WIB
Alasan Kominfo Blokir Aplikasi Temu: Bahaya untuk UMKM
Ilustrasi aplikasi Temu yang masih ada di HP Android lewat Google Play Store. [Suara.com/Dicky Prastya]

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi memblokir aplikasi Temu di Indonesia. Platform asal China itu dianggap membahayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kemenkominfo, Prabu Revolusi menyebut blokir Temu dilakukan karena platform itu tidak patuh dengan patuh dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.

“Untuk aplikasi TEMU, dari sisi bisnis modelnya, jelas tidak comply dengan regulasi yang ada di Indonesia, baik dari sisi perdagangan maupun ekosistem UMKM yang harus kita lindungi dan jaga,” ujar Prabu Revolusi, dikutip dari siaran pers Kominfo, Selasa (15/10/2024).

Ia menjelaskan kalau cara kerja aplikasi Temu adalah menghubungkan langsung produk dari pabrik ke konsumen. Ini memungkinkan terjadinya predatory pricing (jual barang di bawah harga standar) hingga price dumping (harga barang lebih murah di luar negeri ketimbang dalam negeri).

“Jika produk asing masuk dengan harga yang jauh lebih murah dari produk UMKM, konsumen pasti akan memilih yang lebih murah. Itu membuat UMKM kita sulit bersaing,” timpal Prabu.

Dia menilai bahwa kehadiran aplikasi semacam itu dapat merusak ekosistem bisnis UMKM, terutama ketika harga produk asing sangat rendah dan mengancam keberlangsungan usaha kecil.

Dirjen IKP Kemenkominfo Prabu Revolusi saat konferensi pers di Kantor Kominfo pada Jumat (13/9/2024). [Suara.com/Dicky Prastya]
Dirjen IKP Kemenkominfo Prabu Revolusi saat konferensi pers di Kantor Kominfo pada Jumat (13/9/2024). [Suara.com/Dicky Prastya]

Oleh karenanya, pemerintah harus mengambil tindakan tegas untuk melindungi UMKM dalam negeri.

Selain mengancam UMKM, Prabu menyebut kalau aplikasi Temu belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Indonesia. Makanya, platform itu bisa saja diblokir pemerintah.

"Ketika belum terdaftar sebagai PSE, potensi diblokirnya sangat terbuka lebar, tegas Prabu.

baca juga

Kendati begitu Kominfo mengakui kalau trafik pengguna aplikasi Temu di Indonesia masih sangat rendah. Namun apabila ada peningkatan trafik dan dampak signifikan, Kominfo bisa segera mengambil tindakan.

Prabu turut menyoroti aspek perlindungan konsumen. Menurutnya, produk yang ada di aplikasi Temu tidak terjamin kualitasnya, lebih lagi mereka belum patuh dengan regulasi di Indonesia.

“Ketika harga produk sangat murah, kualitasnya tidak bisa dijamin. Ini berbahaya bagi konsumen,” umbar dia.

Untuk memastikan keamanan konsumen, Kominfo berkoordinasi dengan Kementerian terkait, seperti Kementerian UKM dan Kementerian Perdagangan, guna menilai potensi ancaman dari PSE yang belum comply dengan aturan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Tahun Jokowi, Menkominfo Budi Arie: Optimis Indonesia Jadi Negara Maju

10 Tahun Jokowi, Menkominfo Budi Arie: Optimis Indonesia Jadi Negara Maju

Tekno | Selasa, 15 Oktober 2024 | 17:10 WIB

Stop Gangguan! Begini Cara Blokir Nomor Tidak Dikenal dengan Mudah

Stop Gangguan! Begini Cara Blokir Nomor Tidak Dikenal dengan Mudah

Tekno | Selasa, 15 Oktober 2024 | 16:49 WIB

Menghadap Prabowo di Kertanegara, Isyana PSI: Ditugaskan Membantu Beliau

Menghadap Prabowo di Kertanegara, Isyana PSI: Ditugaskan Membantu Beliau

News | Selasa, 15 Oktober 2024 | 16:31 WIB

Registrasi SIM Card via Biometrik Ditargetkan Berlaku Tahun Depan, Kominfo Jamin Bisa Cegah Penipuan

Registrasi SIM Card via Biometrik Ditargetkan Berlaku Tahun Depan, Kominfo Jamin Bisa Cegah Penipuan

Tekno | Senin, 14 Oktober 2024 | 15:38 WIB

Kominfo Jadi Lembaga Pengawas Pelindungan Data Pribadi Sementara Buat Tangani Kasus Kebocoran Data

Kominfo Jadi Lembaga Pengawas Pelindungan Data Pribadi Sementara Buat Tangani Kasus Kebocoran Data

Tekno | Senin, 14 Oktober 2024 | 15:07 WIB

Kominfo Rilis Prangko Khusus Seri 150 Tahun Perhimpunan Pos Sedunia

Kominfo Rilis Prangko Khusus Seri 150 Tahun Perhimpunan Pos Sedunia

Tekno | Senin, 14 Oktober 2024 | 13:57 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×