Said Didu Tak Kaget Jokowi Finalis Tokoh Terkorup Dunia, Bahas 5 Kluster Korupsi

Agung Pratnyawan, Rezza Dwi Rachmanta

Kamis, 02 Januari 2025 | 18:10 WIB
Said Didu Tak Kaget Jokowi Finalis Tokoh Terkorup Dunia, Bahas 5 Kluster Korupsi
Presiden RI ke-7 Jokowi saat membagikan uang usai menjalankan salat jumat di Masjid Agung Surakarta. (Suara.com/Ari Welianto)

Suara.com - Organisasi OCCRP membuat kehebohan di media sosial usai memasukkan mantan Presiden RI Jokowi sebagai salah satu finalis Tokoh Terkorup Dunia Tahun 2024. Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Said Didu mengaku tak kaget dengan laporan OCCRP.

Ia berpendapat serta menduga bahwa korupsi Jokowi tersebar di beberapa kluster serta modus. Sebagai informasi, Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) merupakan jaringan jurnalis investigasi global dengan anggota yang berada di enam benua.

Lembaga yang berdiri sejak 2006 ini kerap menyelidiki kejahatan terorganisir dan korupsi. OCCRP merilis laporan bahwa terdapat lima finalis dengan suara terbanyak pada 2024.

Kelima finalis tersebut adalah Presiden Kenya William Ruto, Mantan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, dan pengusaha India Gautam Adani.

"Ini dugaan kluster korupsi Jokowi sehingga masuk final pemimpin terkorup di dunia 2024," tulis akun X milik Muhammad Said Didu (@msaid_didu). Ia mengungkap bahwa publik memang heboh saat mengetahui daftar OCCRP. Meski begitu, Said Didu mengaku tak kaget mengingat ia sudah menduga sebelumnya.

"31 Desember 2024 bangsa Indonesia bagai kena petir di siang bolong karena organisasi OCCRP mengumumkan mantan Presiden RI Jokowi sebagai finalis pemimpin terkorup 2024. Banyak yang kaget, tapi saya adalah salah seorang yang tidak kaget. Karena saya memang menduga bahwa korupsi Indonesia selama Jokowi menjabat memang sangat marak," kata Said Didu.

Insinyur sekaligus pegiat media sosial tersebut menjelaskan adanya lima kluster terkait dugaan korupsi Jokowi.

"Kluster pertama adalah kluster yang ditunjukkan untuk mendapatkan kekuasaan dan melanggengkan dinasti. Ini banyak contoh yang terjadi. Masih ingat dulu? Ditutupnya kasus pelanggaran hutan, kemudian kasus 3,3 juta hektar sawit hilang begitu saja. Saya punya keyakinan itu ada kaitan untuk melanggengkan kekuasaan. Kluster kedua yaitu memenjarakan lawan-lawan politik. Kita masih ingat kasus menteri yang terlibat dihilangkan begitu saja. Sudah diperiksa, tapi tidak dilanjutkan. Kasus impor garam, minyak goreng, HPH, BTS, dan masih banyak kasus lain," ungkap Said Didu.

Mantan petinggi di Kementerian BUMN itu menjelaskan bahwa kluster ketiga ada kaitan dengan ambisi pribadi. Menurut Said Didu, warisan Jokowi seperti kereta cepat dan IKN justru merugikan negara.

baca juga

Selain itu, kasus penyelundupan nikel oleh para elite diduga sengaja ditutupi oleh Jokowi. Kluster keempat yaitu meroketnya hutang negara untuk 'bansos pencitraan' ala Jokowi.

"Kluster kelima yaitu menyogok oligarki. Oligarki sendiri penyokong utama kekuasaan Jokowi 10 tahun. Mereka para oligarki ini mendapat fasilitas di pertambangan, perkebunan, dan segala macam," pungkas Said Didu. Pendapat Said Didu tersebut viral di X usai mendapat 1.200 retweet dan ribuan tanda suka dari netizen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nama Jokowi Masuk Daftar Tokoh Terkorup Versi OCCRP, KPK Tunggu Pihak yang Punya Bukti Melapor

Nama Jokowi Masuk Daftar Tokoh Terkorup Versi OCCRP, KPK Tunggu Pihak yang Punya Bukti Melapor

News | Kamis, 02 Januari 2025 | 16:48 WIB

Dokumen Rahasia Hasto di Tangan Connie Rahakundin: Singgung Jokowi dan Rugikan Prabowo?

Dokumen Rahasia Hasto di Tangan Connie Rahakundin: Singgung Jokowi dan Rugikan Prabowo?

News | Kamis, 02 Januari 2025 | 16:02 WIB

Bivitri Tantang Jokowi Buktikan Tudingan Framing Tokoh Terkorup

Bivitri Tantang Jokowi Buktikan Tudingan Framing Tokoh Terkorup

News | Kamis, 02 Januari 2025 | 15:26 WIB

Anggap Maestro Politik Tanpa Partai, Rahasia Kekuasaan Jokowi Diungkap Gus Ipang

Anggap Maestro Politik Tanpa Partai, Rahasia Kekuasaan Jokowi Diungkap Gus Ipang

News | Kamis, 02 Januari 2025 | 15:07 WIB

Terkini

3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026

3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

×