Makam 1500 Tahun di Peru Ungkap Ritual Mengerikan, Ayah Tega Tumbalkan Anak!

Muhammad Yunus, Amelia Prisilia

Minggu, 05 Januari 2025 | 15:34 WIB
Makam 1500 Tahun di Peru Ungkap Ritual Mengerikan, Ayah Tega Tumbalkan Anak!
Rekonstruksi Senora de Cao [Alamy]

Suara.com - Ada sejak beberapa tahun yang lalu, para arkeolog baru-baru ini menemukan sebuah makam berusia 1500 tahun di Peru. Makam ini diduga merupakan bagian dari ritual mengerikan penumbalan anak oleh sang ayah.

Para arkeolog menyebut jika ritual ini merupakan bagian dari upacara pemakaman Andean kuno yang berkaitan dengan penguburan orang dewasa. Di makam tersebut, arkeolog menemukan juga mayat dua remaja.

Dilansir dari Live Science, remaja ini diduga menjadi korban atas kematian sang ayah. Sedangkan remaja lainnya merupakan tumbal yang dikorbankan karena kematian sang bibi dalam ritual yang belum diketahui sebelumnya oleh para arkeolog.

Ritual pengorbanan manusia yang dilakukan budaya Moche

Orang-orang yang terkubur dan ditemukan di makam 1500 tahun di Peru ini diduga merupakan bagian dari budaya Moche yang berkembang di lokasi tersebut selama 300 hingga 950M lalu.

Makam Senora de Cao. (Jeffrey Quilter)
Makam Senora de Cao. (Jeffrey Quilter)

Banyak bukti yang beredar menyebut jika Moche melakukan praktik pengorbanan manusia untuk menghormati dewa-dewanya. Sayangnya, informasi terkait hal ini cukup jarang ditemui.

Para korban ritual tersebut sengaja dimakamkan di sebuah makam yang berada di bawah struktur mirip piramida yang selama ini disebut sebagai Huaca Cao Viejo. Makam ini ditemukan pertama kali di Peru pada 2005 lalu.

Makam ini berisi sisa-sisa enam orang. Salah satu di antaranya merupakan jasad seorang wanita berstatus tinggi yang dijuluki sebagai Senora de Cao atau Nyonya Cao.

Tidak hanya itu, ada juga 3 pria lainnya serta dua remaja yang meninggal karena dicekik tali serat tanaman.

baca juga

Pendapat para ahli terkait budaya Moche

Para ahli menyebut jika pemakaman elit Moche ini menjadi bukti ilmiah usai penemuan analisa genetik yang menemukan bahwa 6 orang yang dimakamkan di lokasi tersebut memiliki kaitan.

Ketika melakukan penelitian dengan menggunakan radiokarbon, arkeolog menemukan bahwa 5 dari mereka dimakamkan di waktu yang sama. Diduga jika keenamnya memiliki garis bilogis yang sama.

Jasad dua pria di makam kuno Peru ini diduga merupakan saudara dari Senora de Cao. Berdasarkan analisis radiokarbon tulangnya, kedua pria ini meurpakan ayah atau kakek saudara kandungnya.

Meskipun tidak diketahui dengan pasti mengenai ritual yang dilakukan. Banyak yang menyebut jika budaya mengubur keluarga di makam yang sama merupakan hal lumrah dan sudah terbiasa terjadi.

Hingga kini, penelitian terkait hal tersebut masih terus dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagian dari Ritual, Arkeolog Temukan 13 Mumi Mesir Kuno dengan Lidah Emas

Bagian dari Ritual, Arkeolog Temukan 13 Mumi Mesir Kuno dengan Lidah Emas

Tekno | Jum'at, 03 Januari 2025 | 14:41 WIB

5 Film Horor yang Terinspirasi dari Tumbal dan Persembahan Manusia

5 Film Horor yang Terinspirasi dari Tumbal dan Persembahan Manusia

Your Say | Rabu, 25 Desember 2024 | 12:44 WIB

Alasan Refleksi Diri Bukan Sekadar Ritual Sambut Tahun Baru

Alasan Refleksi Diri Bukan Sekadar Ritual Sambut Tahun Baru

Lifestyle | Selasa, 24 Desember 2024 | 17:34 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×