Tiongkok Akan Ledakkan Starlink dari Angkasa dalam Perang Taiwan?

Muhammad Yunus

Minggu, 26 Januari 2025 | 14:05 WIB
Tiongkok Akan Ledakkan Starlink dari Angkasa dalam Perang Taiwan?
Ilustrasi ChatGPT menggambarkan pengembangan senjata disruptif Tiongkok, seperti laser, gelombang mikro, dan energi terarah untuk melemahkan jaringan satelit [Suara.com/Muhammad Yunus]

Suara.com - Langkah berani Tiongkok untuk melawan aplikasi militer Starlink dengan metode gangguan satelit mutakhir menyoroti peran penting ruang angkasa dalam konflik Selat Taiwan.

Bulan ini, South China Morning Post (SCMP) melaporkan bahwa ilmuwan Tiongkok telah mengembangkan metode untuk menargetkan konstelasi satelit Starlink SpaceX.

SCMP mengatakan metode tersebut mensimulasikan operasi luar angkasa yang dapat mendekati hampir 1.400 satelit Starlink dalam waktu 12 jam menggunakan 99 satelit Tiongkok.

Penelitian tersebut, dipimpin oleh Wu Yunhua, direktur departemen kontrol kedirgantaraan di Universitas Aeronautika dan Astronautika Nanjing, diterbitkan dalam jurnal akademik Tiongkok Systems Engineering and Electronics dan menyoroti aplikasi militer Starlink seperti yang disaksikan dalam perang Ukraina.

Simulasi komputer tim Tiongkok menunjukkan bahwa Tiongkok dapat secara efektif melacak dan memantau status operasional satelit Starlink, yang dilengkapi dengan laser, gelombang mikro, dan perangkat lain untuk pengintaian dan pelacakan.

Mengutip dari asiatimes.com, laporan SCMP mencatat bahwa metode ini menggunakan algoritma AI biner baru untuk meniru strategi berburu ikan paus.

Tim Wu mengklaim telah mengembangkan teknologi yang belum pernah ada sebelumnya yang memungkinkan komputer di pusat kendali darat menghasilkan rencana tindakan yang komprehensif dan andal dalam waktu kurang dari dua menit.

Dikatakan juga bahwa penelitian tersebut telah menerima dana yang signifikan dari pemerintah dan militer Tiongkok, dan Institut Teknologi Harbin juga berpartisipasi dalam proyek tersebut.

Asia Times sebelumnya melaporkan bahwa Tiongkok dilaporkan mengembangkan teknologi anti-satelit untuk melawan ancaman militer yang ditimbulkan oleh jaringan Starlink, yang telah menunjukkan kegunaan strategis di Ukraina dengan memungkinkan koordinasi medan perang secara real-time.

baca juga

Peneliti Tiongkok menganjurkan “metode pembunuhan lunak dan keras” untuk menetralisir konstelasi Starlink yang terdesentralisasi, yang menyediakan komunikasi yang tangguh melalui lebih dari 2,300 satelit.

Menargetkan masing-masing satelit Starlink dianggap tidak efisien; sebaliknya, Tiongkok telah mengeksplorasi teknologi disruptif, termasuk Relativistic Klystron Amplifier (RKA), senjata gelombang mikro berkekuatan tinggi yang mampu menonaktifkan perangkat elektronik satelit yang sensitif.

Namun penerapan sistem tersebut menghadapi tantangan, termasuk satelit yang terlalu panas dan kebutuhan energi.

Selain itu, Tiongkok telah menciptakan senjata energi terarah yang canggih seperti laser solid-state yang dipasang pada satelit dan sedang menjajaki potensi laser sinar-X—gagasan yang berasal dari Inisiatif Pertahanan Strategis (SDI) AS—untuk menghancurkan beberapa satelit dalam satu waktu menyerang.

Pendekatan ini bertujuan untuk membalikkan ketidakseimbangan biaya-pertukaran senjata anti-satelit tradisional.

Dasar pemikiran program ini berasal dari keunggulan militer Starlink yang telah terbukti, seperti meningkatkan kecepatan data drone dan pesawat tempur siluman AS hingga 100 kali lipat, dan peran pentingnya dalam keberhasilan medan perang Ukraina, termasuk tenggelamnya kapal penjelajah Rusia Moskva.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Myanmar Deportasi 50.000 Penipu Online ke Tiongkok, Minta Bantuan Negara Tetangga

Myanmar Deportasi 50.000 Penipu Online ke Tiongkok, Minta Bantuan Negara Tetangga

News | Jum'at, 24 Januari 2025 | 17:46 WIB

Kapasitas Mesin Gede, Harga Murah Meriah: Intip Pesona Kembaran Honda CBR250RR dari Tiongkok

Kapasitas Mesin Gede, Harga Murah Meriah: Intip Pesona Kembaran Honda CBR250RR dari Tiongkok

Otomotif | Rabu, 22 Januari 2025 | 11:11 WIB

China Sukses Mediasi Gencatan Senjata Junta Myanmar dan Pemberontak

China Sukses Mediasi Gencatan Senjata Junta Myanmar dan Pemberontak

News | Senin, 20 Januari 2025 | 22:12 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×