Bisakah Bintang Menjadi Planet?

Agung Pratnyawan

Rabu, 12 Februari 2025 | 06:30 WIB
Bisakah Bintang Menjadi Planet?
Ilustrasi planet. (Shutterstock)

Suara.com - Pernahkah kamu menatap langit malam yang dipenuhi bintang dan bertanya-tanya, apakah bintang bisa berubah menjadi planet? Mungkin terdengar aneh, tapi sains punya jawaban yang menarik untuk pertanyaan ini. Sebelum membahas lebih jauh, mari kita pahami dulu bagaimana bintang mati dan bagaimana planet terbentuk.

Ambil contoh Matahari, yang merupakan bintang deret utama. Bintang jenis ini menghasilkan energi melalui fusi nuklir, yaitu proses penggabungan atom hidrogen menjadi helium di dalam inti bintang. Proses ini menghasilkan panas dan cahaya yang membuat bintang bersinar.

Namun, bintang tidak bisa bersinar selamanya. Setelah miliaran tahun, hidrogen di inti bintang habis. Tanpa bahan bakar, tekanan di inti berkurang, menyebabkan bintang mulai runtuh ke dalam. Saat ini terjadi, suhunya meningkat dan lapisan luar bintang mulai mengembang, menciptakan fenomena yang dikenal sebagai raksasa merah.

Menurut ScienceABC, fase raksasa merah berlangsung sekitar satu miliar tahun. Dalam fase ini, bintang mencoba bertahan dengan menggunakan helium sebagai bahan bakar. Namun, proses ini tidak berlangsung lama.

Lama-kelamaan, bintang kehilangan lebih banyak lapisan luarnya, hingga hanya tersisa intinya saja. Inilah yang disebut katai putih, yang akan perlahan mendingin dan memudar seiring waktu.

Untuk bintang yang lebih besar dari 1,4 kali massa Matahari, nasibnya berbeda. Intinya akan runtuh dengan sangat cepat dan meledak dalam supernova, ledakan besar yang melepaskan energi luar biasa. Ledakan ini bisa meninggalkan bintang neutron atau bahkan lubang hitam.

Bagaimana Planet Terbentuk?

Saat bintang baru terbentuk, biasanya ada cakram gas dan debu di sekitarnya. Partikel-partikel debu ini saling bertabrakan dan menempel, membentuk batuan kecil yang disebut planetesimal. Seiring waktu, planetesimal ini terus bertambah besar hingga akhirnya menjadi planet.

Jika planetesimal ini berada cukup jauh dari bintang, maka intinya akan mengandung es dan menarik gas di sekitarnya, membentuk planet gas raksasa seperti Jupiter dan Saturnus.

baca juga

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa ketika sebuah bintang mati, sisa-sisanya dapat digunakan kembali untuk membentuk bintang dan planet baru. Tapi, apakah sebuah bintang bisa langsung berubah menjadi planet?

Ilustrasi Planet - Fenomena Planet Sejajar Sampai Kapan (Shutterstock)
Ilustrasi Planet - Fenomena Planet Sejajar Sampai Kapan (Shutterstock)

Jawabannya: Ya, Tapi Hanya untuk Katai Cokelat!

Bintang memang bisa berubah menjadi planet, tetapi hanya dalam kondisi tertentu, yaitu jika bintang tersebut adalah katai cokelat.

Apa Itu Katai Cokelat?

Katai cokelat sering disebut sebagai "bintang gagal" karena ukurannya terlalu kecil untuk menjadi bintang tetapi terlalu besar untuk disebut planet. Ukurannya berkisar antara dua hingga 90 kali massa Jupiter.

Mirip dengan bintang, katai cokelat biasanya ditemukan di pusat sistem tata surya dan memiliki planet yang mengorbit di sekitarnya. Namun, berbeda dari bintang biasa, katai cokelat tidak memiliki cukup massa untuk menjalankan fusi nuklir hidrogen secara berkelanjutan.

Meski begitu, katai cokelat masih bisa menjalankan fusi deuterium, yaitu bentuk hidrogen berat yang lebih mudah melebur. Energi dari reaksi ini membuatnya bersinar untuk sementara waktu.

Namun, jumlah deuterium sangat terbatas, sehingga setelah habis, katai cokelat kehilangan sumber energinya, berhenti bersinar, dan mulai mendingin serta meredup.

Ketika katai cokelat sudah tidak memancarkan panas dan cahaya, ia mulai menyerupai planet gas raksasa, mirip dengan Jupiter. Artinya, dalam siklus kehidupannya, katai cokelat bisa berubah menjadi planet!

Fenomena aphelion berkaitan dengan posisi benda-benda antariksa terhadap matahari.
Fenomena aphelion berkaitan dengan posisi benda-benda antariksa terhadap matahari.

Mengapa Katai Cokelat Sulit Ditemukan?

Hingga saat ini, para astronom baru menemukan sekitar 3.000 katai cokelat di seluruh alam semesta. Ini karena setelah kehilangan energinya, katai cokelat tidak lagi memancarkan cahaya, sehingga sangat sulit dideteksi menggunakan teleskop konvensional.

Namun, beberapa ilmuwan berpendapat bahwa jumlah katai cokelat di alam semesta bisa setara dengan jumlah bintang biasa. Bahkan, beberapa teori menyebutkan bahwa katai cokelat mungkin memiliki peran dalam misteri materi gelap, salah satu teka-teki terbesar dalam dunia astronomi.

Jadi, apakah bintang bisa berubah menjadi planet? Jawabannya adalah ya, tapi hanya untuk katai cokelat.

Katai cokelat adalah objek unik di alam semesta yang berada di antara kategori bintang dan planet. Ia awalnya bersinar seperti bintang, tetapi akhirnya kehilangan energinya dan berubah menjadi objek mirip planet.

Fenomena ini membuktikan betapa dinamisnya alam semesta, di mana bahkan bintang yang gagal pun bisa menemukan "takdir" baru sebagai planet!

Kontributor : Pasha Aiga Wilkins

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Bintang Berkelap-kelip Namun Planet Tidak?

Mengapa Bintang Berkelap-kelip Namun Planet Tidak?

Tekno | Senin, 27 Januari 2025 | 13:45 WIB

Bertabur Planet, 5 Fenomena Langit Bisa Dilihat Mata Telanjang Sepanjang Januari 2025

Bertabur Planet, 5 Fenomena Langit Bisa Dilihat Mata Telanjang Sepanjang Januari 2025

Tekno | Kamis, 02 Januari 2025 | 15:50 WIB

NASA Temukan Planet Lebih Besar dari Bumi dengan Gas yang Diduga Hanya Diproduksi oleh Kehidupan

NASA Temukan Planet Lebih Besar dari Bumi dengan Gas yang Diduga Hanya Diproduksi oleh Kehidupan

Tekno | Senin, 30 Desember 2024 | 15:57 WIB

Apakah Ada Planet yang Lebih Layak Dihuni Daripada Bumi?

Apakah Ada Planet yang Lebih Layak Dihuni Daripada Bumi?

Tekno | Rabu, 25 Desember 2024 | 13:06 WIB

Ilmuwan Temukan Bukti 'Garis Pantai Samudra' di Mars, Indikasi Kehidupan di Planet Merah

Ilmuwan Temukan Bukti 'Garis Pantai Samudra' di Mars, Indikasi Kehidupan di Planet Merah

Tekno | Selasa, 26 November 2024 | 09:15 WIB

Bukti Terkuat! Planet Sembilan Benar-Benar Ada di Tata Surya Kita?

Bukti Terkuat! Planet Sembilan Benar-Benar Ada di Tata Surya Kita?

Tekno | Selasa, 23 Juli 2024 | 16:39 WIB

Terkini

Belajar Agama Lewat Layar Ponsel, Buku Gus Nadir Ingatkan Pentingnya Sanad Keilmuan

Belajar Agama Lewat Layar Ponsel, Buku Gus Nadir Ingatkan Pentingnya Sanad Keilmuan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:22 WIB

Pelatih Malaysia Gemetar Melihat Skuad Mewah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih Malaysia Gemetar Melihat Skuad Mewah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 21 September 2026 | 13:21 WIB

10 Rekomendasi Mesin Cuci 10 Kg Muat Bedcover dan Selimut Tebal

10 Rekomendasi Mesin Cuci 10 Kg Muat Bedcover dan Selimut Tebal

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 13:20 WIB

Ajo Kawir Ingin Terlihat Jantan atau Malah Terjebak Toxic Masculinity?

Ajo Kawir Ingin Terlihat Jantan atau Malah Terjebak Toxic Masculinity?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:20 WIB

Cara Mematikan Aplikasi Latar Belakang di HP Android, Bikin Lancar Bebas Lag

Cara Mematikan Aplikasi Latar Belakang di HP Android, Bikin Lancar Bebas Lag

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 13:16 WIB

Alami Kecelakaan, Lee Chung Ah Berencana Mundur dari The Obedient Killer

Alami Kecelakaan, Lee Chung Ah Berencana Mundur dari The Obedient Killer

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:16 WIB

Yamaha Sapa Ribuan Pelajar Jabodetabek Lewat Break Time Bareng AEROX

Yamaha Sapa Ribuan Pelajar Jabodetabek Lewat Break Time Bareng AEROX

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 13:15 WIB

Kapan Sebaiknya Mulai Memakai Eye Cream? Ini Panduan Lengkap Berdasarkan Usia

Kapan Sebaiknya Mulai Memakai Eye Cream? Ini Panduan Lengkap Berdasarkan Usia

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 13:13 WIB

Bawa Teror dari Indonesia Timur ke Layar Lebar, Ini Review Jujur Film Suanggi: Ilmu Kutukan

Bawa Teror dari Indonesia Timur ke Layar Lebar, Ini Review Jujur Film Suanggi: Ilmu Kutukan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:09 WIB

DPR Gelar Panja RUU Reforma Agraria, Besok Dijadwalkan Dibawa ke Paripurna

DPR Gelar Panja RUU Reforma Agraria, Besok Dijadwalkan Dibawa ke Paripurna

News | Senin, 21 September 2026 | 13:08 WIB

×