Bagaimana Serangga Asli Antartika Melawan Dingin

Agung Pratnyawan

Sabtu, 15 Februari 2025 | 21:00 WIB
Bagaimana Serangga Asli Antartika Melawan Dingin
Pemandangan di Antartika. [Shutterstock]

Suara.com - Saat membayangkan kehidupan di Antartika atau kutub selatan, kita mungkin langsung terpikir tentang penguin yang berjalan terhuyung-huyung di atas es atau anjing laut yang bersantai di tepi pantai. Namun, ada satu penghuni unik yang jarang diketahui: lalat Antartika.

Serangga kecil tanpa sayap ini adalah satu-satunya serangga asli di Antartika dan telah mengembangkan strategi luar biasa untuk bertahan hidup di salah satu lingkungan paling ekstrem di Bumi.

Bagaimana Lalat Antartika bisa bertahan hidup di suhu dingin kutub selatan? Berikut ini penjelasan yang dirangkum Suara.com dari Earth.com.

Strategi Bertahan Hidup yang Unik

Berbeda dengan hewan lain yang mengandalkan bulu atau lemak untuk bertahan dari dinginnya Antartika, lalat ini menggunakan mekanisme biologis khusus.

Para ilmuwan bahkan meyakini bahwa memahami strategi bertahan hidupnya dapat memberikan wawasan berharga bagi penelitian di bidang kriopreservasi dan adaptasi lingkungan ekstrem.

Siklus Hidup yang Misterius

Penelitian terbaru yang dipimpin oleh Profesor Satoshi Goto dari Universitas Metropolitan Osaka mengungkap bahwa lalat Antartika memiliki siklus hidup dua tahun yang unik. Siklus ini melibatkan dua fase dormansi yang berbeda, yaitu masa istirahat dan obligate diapause.

Selama enam tahun penelitian, para ilmuwan mengamati bagaimana larva lalat ini mengatur perkembangan mereka agar selaras dengan perubahan cuaca Antartika. Strategi ini membantu mereka bertahan dalam suhu ekstrem dan memastikan kelangsungan hidup spesiesnya.

baca juga

Dua Jenis Dormansi: Masa Istirahat dan Obligate Diapause

  1. Masa Istirahat Ini adalah kondisi dormansi sementara yang terjadi ketika lingkungan menjadi terlalu dingin. Larva lalat akan menghentikan pertumbuhannya sementara waktu dan melanjutkan perkembangan ketika suhu kembali menghangat.
  2. Obligate diapause berbeda dengan masa istirahat, obligate diapause adalah dormansi yang terjadi secara terprogram dalam siklus hidup serangga ini, terlepas dari kondisi lingkungan. Strategi ini memastikan bahwa semua individu berkembang secara bersamaan untuk meningkatkan peluang reproduksi.

Pada musim dingin pertama, larva lalat Antartika mencapai tahap instar kedua dan memasuki masa istirahat. Ketika kondisi menghangat, mereka melanjutkan pertumbuhan. Namun, pada musim dingin kedua, larva mencapai tahap akhir tetapi tidak langsung menjadi kepompong. Sebagai gantinya, mereka memasuki obligate diapause hingga musim panas berikutnya.

Perlombaan Melawan Waktu

Begitu musim panas tiba, larva yang telah melalui obligate diapause akan bertransformasi menjadi serangga dewasa secara serempak. Masa dewasa lalat Antartika sangat singkat, hanya berlangsung beberapa hari.

Dalam waktu yang singkat ini, mereka harus segera menemukan pasangan dan berkembang biak sebelum lingkungan kembali membeku. Menurut Profesor Goto, strategi ini memungkinkan semua individu lalat dewasa muncul pada waktu yang bersamaan, meningkatkan kemungkinan mereka untuk berhasil bereproduksi.

Para peneliti juga menduga bahwa strategi serupa mungkin digunakan oleh serangga lain di lingkungan ekstrem seperti Arktik atau dataran tinggi.

Pelajaran dari Lalat Antartika

Ketahanan luar biasa lalat Antartika dalam menghadapi dinginnya musim dingin yang ekstrem menunjukkan kecerdikan alam dalam menciptakan strategi bertahan hidup.

Para ilmuwan meyakini bahwa memahami mekanisme dormansi serangga ini dapat menginspirasi berbagai penelitian, termasuk kriopreservasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Meski kecil dan jarang diperhatikan, lalat Antartika membuktikan bahwa bahkan makhluk terkecil pun memiliki kisah bertahan hidup yang luar biasa.

Keberadaannya bukan hanya menambah warna kehidupan di Antartika, tetapi juga membuka wawasan baru dalam dunia sains dan penelitian.

Studi lengkap mengenai bagaimana lalat Antartika bertahan hidup di suhu dingin ini telah dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

90 Juta Tahun Lalu, Antartika Hutan Lebat dan Tempat Tinggal Dinosaurus

90 Juta Tahun Lalu, Antartika Hutan Lebat dan Tempat Tinggal Dinosaurus

Tekno | Selasa, 28 Januari 2025 | 18:00 WIB

10 Ekspedisi Paling Menyeramkan ke Antartika

10 Ekspedisi Paling Menyeramkan ke Antartika

Tekno | Rabu, 22 Januari 2025 | 20:05 WIB

Gambar NASA Menunjukkan Antartika Menjadi Lebih Hijau Saat Es Mencair

Gambar NASA Menunjukkan Antartika Menjadi Lebih Hijau Saat Es Mencair

Tekno | Selasa, 10 Desember 2024 | 09:56 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×