Bicara Soal Penarikan Lagu Sukatani, Mahfud MD Malah Tuai Kritik Pedas: Bapak Baca Berita Gak Ya?

Budi Arista Romadhoni, Amelia Prisilia

Sabtu, 22 Februari 2025 | 12:07 WIB
Bicara Soal Penarikan Lagu Sukatani, Mahfud MD Malah Tuai Kritik Pedas: Bapak Baca Berita Gak Ya?
Kolase Sukatani dan Mahfud MD. (Instagram)

Suara.com - Perbincangan panas mengenai lagu band Sukatani berjudul 'Bayar Bayar Bayar' ikut ditanggapi oleh Mahfud MD. Memberi tanggapannya, cuitan mantan menteri tersebut justru menuai kritik pedas.

Pendapat Mahfud MD mengenai lagu Sukatani yang dituding menyinggung institusi polisi ini diunggah ke laman X pribadinya @mohmahfudmd hingga viral.

Dalam cuitan di akun pribadinya, Mahfud MD menyebut jika band Sukatani tidak perlu meminta maaf dan menarik lagu 'Bayar Bayar Bayar' dari peredaran. Menurut Mahfud MD, menciptakan lagu sebagai kritik adalah bagian dari Hak Asasi Manusia.

"Mestinya grup band Sukatani tak perlu minta maaf dan menarik lagu 'Bayar Bayar Bayar' dari peredaran karena alasan pengunjuk rasa menyanyikannya saat demo (2025). Lagu tersebut sudah diunggah di Spotify sebelum ada unras (menurut ChatGPT, Agustus 2023) dan 'Menciptakan lagu untuk kritik adalah HAM'" tulis Mahfud MD.

Usai cuitannya menjadi viral di laman X, Mahfud MD justru menuai kritik pedas. Beberapa netizen menyebut jika seharusnya mantan menteri tersebut menyinggung pihak kepolisian yang diduga mengintimidasi band Sukatani.

Cuitan Mahfud MD mengenai lagu Sukatani. (x/mohmahfudmd)
Cuitan Mahfud MD mengenai lagu Sukatani. (x/mohmahfudmd)

"Coba kalimatnya agak diubah pak. Mestinya polisi tidak perlu mengintimidasi band Sukatani dan memaksa mereka minta maaf" balas netizen.

"Marahin polisinya prof, atas nama seni mbah yos bikin lukisan melecehkan Jokowi aja gak papa kok? Yee kan prof??" komentar akun lainnya.

"Bapak baca berita gak ya? Demonstran itu pakai lagu Sukatani karena sehari sebelumnya mereka didoxing untuk klarifikasi dan lagunya dihapus dari Spotify, plusempat ilang kotak, timnya suruh kerja bener pak" ungkap netizen.

"Prof ini saya CC ke Kapolri boleh? Aman kan saya prof" tulis akun lainnya.

baca juga

Sebelumnya, band Sukatani terpaksa menarik lagu 'Bayar Bayar Bayar' dari platform musik Spotify. Tidak hanya itu, band ini juga diminta untuk membuat video permintaan maaf dan diunggah secara resmi ke laman media sosial band tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri Klaim Jamin Keamanan Personel Band Sukatani, Penggemar: Bawakan Lagi Lagu Bayar Bayar Bayar!

Polri Klaim Jamin Keamanan Personel Band Sukatani, Penggemar: Bawakan Lagi Lagu Bayar Bayar Bayar!

News | Sabtu, 22 Februari 2025 | 11:40 WIB

Cuitan Wanda Hamidah Tahun 2014 Sudah Prediksi Polemik Lagu Sukatani, Publik: Kejadian Semua!

Cuitan Wanda Hamidah Tahun 2014 Sudah Prediksi Polemik Lagu Sukatani, Publik: Kejadian Semua!

Tekno | Sabtu, 22 Februari 2025 | 11:02 WIB

Sukatani dan Streisand Effect, dari Kontroversi Malah Jadi Makin Populer

Sukatani dan Streisand Effect, dari Kontroversi Malah Jadi Makin Populer

Entertainment | Sabtu, 22 Februari 2025 | 10:40 WIB

Terkini

2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak

2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Ulasan Novel Festival Hujan, Belajar Menerima Diri dari Sebuah Kehilangan

Ulasan Novel Festival Hujan, Belajar Menerima Diri dari Sebuah Kehilangan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Bandung Sapu Bersih Tiga Laga di ACL 2

Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Bandung Sapu Bersih Tiga Laga di ACL 2

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Diduga Bawa Petasan dan Sajam Saat Demo 28 Oktober, 19 Orang Ditangkap Polisi

Diduga Bawa Petasan dan Sajam Saat Demo 28 Oktober, 19 Orang Ditangkap Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Urutan Skincare Hanasui Pagi dan Malam untuk Kencangkan Wajah di Usia 40 Tahun

Urutan Skincare Hanasui Pagi dan Malam untuk Kencangkan Wajah di Usia 40 Tahun

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:54 WIB

Daftar Pasangan Shio yang Pantang Menikah Menurut Feng Shui, Konon Sering Bentrok

Daftar Pasangan Shio yang Pantang Menikah Menurut Feng Shui, Konon Sering Bentrok

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Cerita Petani Uma Palak Menarik Perhatian Delegasi ASCOPE

Cerita Petani Uma Palak Menarik Perhatian Delegasi ASCOPE

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

×