Soroti Kepala Babi, Anak Gus Dur Bagikan Cerita Masa Orde Baru: Teror Kayak Gini Itu Nyata

Agung Pratnyawan, Lintang Siltya Utami

Senin, 24 Maret 2025 | 10:35 WIB
Soroti Kepala Babi, Anak Gus Dur Bagikan Cerita Masa Orde Baru: Teror Kayak Gini Itu Nyata
Putri Gus Dur Anita Wahid. [Suara.com/Putu Ayu P]

Suara.com - Salah satu anak Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Anita Hayatunnufus Wahid, menyoroti kiriman kepala babi yang diterima oleh Tempo.

Sebagaimana diketahui, kantor Tempo menerima paket berupa kotak kardus yang dilapisi styrofoam dan berisi kepala babi pada Rabu (19/3/2025).

Paket itu sendiri dialamatkan kepada salah satu wartawan kanal politik dan host Bocor Alus Politik Tempo, Francisca Christy Rosana atau akrab disapa Cica.

Anita Wahid kemudian mengenang cerita masa Orde Baru yang dialaminya dulu. Kisah tersebut dibagikan oleh anak Gus Dur tersebut melalui akun Instagram resminya dan dibagikan ulang oleh akun X @GUSDURians.

Dalam video singkat tersebut, Anita Wahid mengaku bahwa dahulu keluarganya selalu mendapat telepon berisi ancaman pada waktu yang sama setiap harinya.

"Oke, kita semua sudah tahu apa yang terjadi sama Tempo, mereka dikirimin kepala babi. Gue jadi pengen cerita mengenai satu periode dalam hidup gue, waktu gue masih SMP, dan itu jaman Orde Baru yang terjadi. Jadi, waktu itu belum ada handphone, jadi semua telepon itu masuknya ke telepon rumah. Di dalam periode ini yang rentangnya kurang lebih sekitar beberapa bulan, itu hampir setiap sore sekitar jam 4 atau setengah 5 sore, itu ada telepon masuk ke rumah. Dan biasanya gue yang ngangkat karena gue yang ada di rumah. Kadang adek gue, Inayah, yang bahkan waktu itu masih SD, kadang-kadang dia juga yang ngangkat, tapi paling sering gue," ucap Anita Wahid.

Anita Wahid mengatakan bahwa penelepon merupakan seorang lelaki yang kerap melayangkan ancaman. Penelepon tersebut mendesak agar Gus Dur berhenti buka suara. Jika tidak, keluarganya akan dikirimi kepala Gus Dur yang sudah dipenggal.

"Setiap kali gue ngangkat telepon dan gue bilang 'halo', maka ada suara di seberang, yang suaranya adalah suara laki-laki, biasanya menggelegar, nadanya marah, mengintimidasi, dan ngebentak gitu, terus dia akan ngomong 'heh bilang sama bapak kamu, suruh dia berhenti bicara. Kalau nggak, kamu akan saya kirimin kado yang bagus banget dan gede, isinya kepala bapak kamu'. Habis itu dia ketawa-ketawa, terus tutup telepon," aku Anita Wahid.

Teror serupa terus dialami oleh keluarga Gus Dur. Anita Wahid kemudian menyoroti bahwa tindakan yang sama juga telah dialami oleh Tempo, meskipun memiliki sedikit perbedaan.

baca juga

"Besoknya, sore kurang lebih jam yang sama, akan ada telepon lagi yang kurang lebih begitu juga, mungkin kadang-kadang potongan tubuh mana aja yang beda, tapi intimidasi dan terornya kurang lebih sama. Dan itu terjadi beberapa bulan, hampir setiap hari terjadi. Nah kalau sekarang kita balik sama apa yang dialami Tempo, tentu yang gue alamin dan yang dialamin Tempo ada perbedaannya. Kayak misalnya, kalau di gue itu hanya sekadar audio dan gue nggak tau, gue nggak ngelihat langsung. Sementara yang dialami oleh Tempo, bentuknya jelas, ada kepala babi dan itu sangat visual. Lalu kemudian, yang juga menurut gue sama dan perlu kita pikirkan bareng-bareng adalah penerima pesannya,"jelasnya.

Tak hanya itu, Anita Wahid juga menyoroti penerima pesan ancaman tersebut, di mana kali ini terlihat sangat spesifik menyasar satu orang.

"Kalau di kasus gue, penerima pesannya gue atau sebenernya keluarga intinya Gus Dur gitu ya, bukan gue. Gue hanya kebetulan yang angkat telepon. Sementara kalau di Tempo, yang menarik adalah yang menerima pesan itu adalah Mbak Cica. Dari semua orang yang ada di timya Tempo atau kita perkecil timnya Bocor Alus gitu misalnya, kenapa Mbak Cica yang menerima itu? Kenapa dua-duanya menargetkan perempuan dan bahkan di dalam kasusnya keluarga Gus Dur, anak-anaknya yang masih minor. Ini menarik banget buat kita pikirin, kenapa? Alasannya apa?" imbuhnya.

Anita Wahid menambahkan bahwa pesan ancaman tersebut pun memiliki tujuan yang sama, yaitu upaya pembungkaman.

"Tapi walaupun ada perbedaan, sebenarnya pesannya sama. Pesannya adalah berhenti bicara, berhenti mengkritik, karena kalau nggak, akan ada konsekuensi besar yang akan kamu tanggung. Dan konsekuensi besarnya itu tidak menutup kemungkinan bentuknya adalah nyawamu," ujarnya.

Meski begitu, Anita Wahid secara tegas menolak upaya pembungkaman tersebut. Ia juga mengatakan jika teror seperti itu sangat nyata dan dapat dilakukan dalam bentuk apa pun di zaman sekarang.

Tak hanya itu, Anita Wahid juga menyenggol pihak-pihak yang dinilai masih menyangkal jika Indonesia saat ini tidak memiliki indikasi untuk mengarah ke Orde Baru.

"Tapi tentu saja, kalau kita dipaksa dan diteror untuk berhenti bicara, biasanya malah kita nggak akan berhenti bicara bukan? Paling nggak itu yang diajarin Gus Dur kepada kami. Nah, jaman Orba, teror-teror kayak gini real banget. Gue jelas menerima, anggota keluarga gue yang lainnya juga menerima. Jaman sekarang, teror-teror kayak gini itu juga real banget, bentuknya juga macem-macem. Jadi yang mau gue bilang sama kalian, yang masih bilang bahwa kita nggak akan balik lagi ke Orde Baru, kita nggak akan mengarah ke sana, really? Please deh," pungkasnya.

Unggahan yang disukai sebanyak lebih dari 32.000 kali oleh sesama pengguna X itu pun menuai beragam komentar.

"Sebenarnya dari jaman paspres itu bau Orde Barunya udah kecium banget. Pas kepilih mereka berdua makin menjadi, suasananya semakin seperti Orde Baru. Mencekam, anarkisme, dan keegoisan pemerintah ke sipil," komentar @simp******

"Dulu keluarga Gus Dur diteror, sekarang jurnalis Tempo yang kena. Ini bukan kebetulan, tapi pola yang terus berulang. Pertanyaannya, sampai kapan kalian yang menganggap ini sepele tetap tutup mata dan telinga? Jangan tunggu sampai kebebasan kita benar-benar hilang baru nyesal," tulis @lly****

"Di zaman keterbukaan teknologi ini justru bertambah lagi terornya, yaitu sabotase dan hack akun-akun yang kritis terhadap pemerintahan," timpal @faro*****

"Pengalaman pribadi masa Orde Baru seperti ini sangat baik diceritakan secara lisan untuk masyarakat, khususnya generasi yang tidak mengalami Orde Baru, untuk mengimbangi propaganda medsos di tengah minat baca yang kecil," tambah @prase*******

"Nah tuh, dari salah satu keluara yang merasakan langsung Orde Baru udah speak up, tinggal gimana tanggapan aja nih," sambung @mkari*******

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bareskrim Nyatakan Selidiki Teror Kepala Babi di Kantor Tempo, LBH Pers: Kita Belum Yakin

Bareskrim Nyatakan Selidiki Teror Kepala Babi di Kantor Tempo, LBH Pers: Kita Belum Yakin

News | Minggu, 23 Maret 2025 | 20:16 WIB

Bareskrim Selidiki Teror Kepala Babi di Kantor Tempo, Cek CCTV

Bareskrim Selidiki Teror Kepala Babi di Kantor Tempo, Cek CCTV

News | Minggu, 23 Maret 2025 | 19:08 WIB

Polisi Didesak Tangkap Pelaku Teror Tempo, YLBHI: Semoga Tak Berkaitan Pemberitaan RUU TNI

Polisi Didesak Tangkap Pelaku Teror Tempo, YLBHI: Semoga Tak Berkaitan Pemberitaan RUU TNI

News | Minggu, 23 Maret 2025 | 16:06 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Jam Tangan Casio untuk Tangan Kecil, Desain Klasik hingga Vintage

3 Rekomendasi Jam Tangan Casio untuk Tangan Kecil, Desain Klasik hingga Vintage

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 10:42 WIB

DPRD DKI Dorong Subsidi Pangan Jadi Saldo Digital ala New York, Warga Bebas Pilih Bahan Pangan!

DPRD DKI Dorong Subsidi Pangan Jadi Saldo Digital ala New York, Warga Bebas Pilih Bahan Pangan!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 10:42 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 10:41 WIB

Tiga Hari Ditelan Ombak, Jasad Pelajar Asal Lampung Barat Ditemukan Terdampar di Pantai

Tiga Hari Ditelan Ombak, Jasad Pelajar Asal Lampung Barat Ditemukan Terdampar di Pantai

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 10:35 WIB

Emiten HGII Bidik Kapasitas Energi Terbarukan 100 MW pada 2031

Emiten HGII Bidik Kapasitas Energi Terbarukan 100 MW pada 2031

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 10:30 WIB

Jokowi Tetap Yakin PSI Tembus Senayan 2029 Meski Ambang Batas Bisa Naik

Jokowi Tetap Yakin PSI Tembus Senayan 2029 Meski Ambang Batas Bisa Naik

Surakarta | Jum'at, 25 September 2026 | 10:30 WIB

Ulasan Novel 28: Ketika Wabah Mematikan Membuka Sisi Gelap Manusia

Ulasan Novel 28: Ketika Wabah Mematikan Membuka Sisi Gelap Manusia

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 10:30 WIB

Berawal dari Motor Warga Sering Mogok, Polisi Bongkar Gudang Pengoplos BBM Subsidi di Lampung Tengah

Berawal dari Motor Warga Sering Mogok, Polisi Bongkar Gudang Pengoplos BBM Subsidi di Lampung Tengah

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 10:27 WIB

Bagaimana Cara agar Bunga Es di Freezer Kulkas Tidak Banyak? Begini Tipsnya

Bagaimana Cara agar Bunga Es di Freezer Kulkas Tidak Banyak? Begini Tipsnya

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 10:26 WIB

Banyak Ulasan Negatif, Ji Chang Wook Mengaku Tak Malu Bintangi The Scandal

Banyak Ulasan Negatif, Ji Chang Wook Mengaku Tak Malu Bintangi The Scandal

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 10:25 WIB

×