8 Juta Serangan Phishing Mengintai Belanja Online: Ini Tips Aman dari Kaspersky

Budi Arista Romadhoni

Rabu, 26 Maret 2025 | 16:32 WIB
8 Juta Serangan Phishing Mengintai Belanja Online: Ini Tips Aman dari Kaspersky
Ilustrasi belanja online Tokopedia TikTok Shop. [Tokopedia]

Suara.com - Belanja daring melalui platform social commerce (s-commerce) semakin digemari oleh masyarakat Indonesia, terutama menjelang momen besar seperti Lebaran. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, ada ancaman keamanan siber yang patut diwaspadai. Serangan Phishing mengintai belanja online

Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengingatkan pengguna untuk lebih berhati-hati terhadap modus penipuan phishing yang semakin marak di berbagai platform belanja daring.

Phishing merupakan teknik penipuan yang bertujuan mencuri data pribadi, seperti kredensial akun dan informasi keuangan, melalui email, pesan teks, atau situs web palsu.

Menurut Kaspersky yang dikutip dari ANTARA pada Rabu (26/3/2025), selama tahun 2024, teknologi anti-phishing mereka telah mendeteksi lebih dari delapan juta upaya phishing yang menargetkan pengguna di Indonesia. P

ara penipu bahkan menggunakan halaman palsu di TikTok Shop untuk mencuri data penjual dan konsumen, yang berpotensi menyebabkan kerugian finansial dan reputasi.

Seiring meningkatnya transaksi di platform s-commerce, potensi ancaman siber juga semakin tinggi. Data dari Statista memperkirakan bahwa pada tahun 2028, sekitar 22 persen dari seluruh transaksi e-commerce global akan berasal dari s-commerce.

Di Indonesia sendiri, survei menunjukkan bahwa 60 persen masyarakat merasa puas dengan belanja di s-commerce, sementara 40 persen lainnya masih menunggu inovasi lebih lanjut.

Manajer Umum Kaspersky Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong, menyatakan bahwa era digital telah mengubah cara masyarakat berbelanja.

Jika sebelumnya transaksi hanya dilakukan di toko fisik atau pasar tradisional, kini belanja dapat dilakukan dengan mudah melalui platform seperti TikTok, Instagram, dan Facebook.

baca juga

Namun, ia juga mengingatkan bahwa perkembangan ini harus diimbangi dengan kesadaran terhadap risiko keamanan yang menyertainya.

Ancaman phishing bukan hanya terjadi pada individu, tetapi juga dapat menyerang pelaku bisnis. Para penipu dapat menyamar sebagai pelanggan yang sah untuk memperoleh informasi kartu kredit atau data login penjual.

Hal ini dapat menyebabkan kehilangan kepercayaan pelanggan serta merugikan usaha kecil yang mengandalkan s-commerce untuk memperluas pasar mereka. Oleh karena itu, memahami cara mengidentifikasi dan menghindari phishing menjadi hal yang krusial.

Untuk membantu pengguna menghindari phishing, Kaspersky membagikan beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:

  • Jangan Mengklik Tautan Mencurigakan
    Hindari mengklik tautan yang dikirimkan melalui pesan media sosial, SMS, atau email jika sumbernya tidak dapat diverifikasi.
  • Kenali Saluran Resmi Bank Digital
    Pastikan untuk hanya berkomunikasi melalui saluran resmi seperti situs web, media sosial, atau WhatsApp dari bank yang digunakan.
  • Berbelanja di Situs yang Aman
    Periksa alamat URL situs belanja yang digunakan. Pastikan menggunakan situs dengan protokol keamanan HTTPS dan ikon gembok di bilah alamat peramban.
  • Gunakan Kata Sandi yang Kuat
    Buat kata sandi unik dan kuat untuk setiap akun daring guna mengurangi risiko peretasan.
  • Berhati-hati dengan Informasi yang Diminta
    Jangan membagikan informasi pribadi atau keuangan melalui telepon, pesan teks, atau email yang tidak dapat dipastikan keasliannya.
  • Gunakan VPN saat Berbelanja di Wi-Fi Publik
    Jika harus mengakses akun perbankan atau berbelanja daring melalui jaringan Wi-Fi publik, gunakan VPN untuk melindungi data dari peretas.
  • Simpan Bukti Transaksi
    Simpan catatan semua transaksi daring dan segera periksa jika ada aktivitas mencurigakan.
  • Gunakan Perangkat Lunak Keamanan Siber
    Instal solusi keamanan yang dapat mendeteksi dan memblokir situs phishing serta mencegah malware.

Selain itu, edukasi mengenai keamanan siber juga perlu terus digalakkan. Masyarakat harus diberikan pemahaman mengenai berbagai modus penipuan yang berkembang agar dapat lebih waspada.

Pihak penyedia platform juga memiliki peran penting dalam memastikan ekosistem belanja daring yang lebih aman dengan meningkatkan sistem keamanan dan memverifikasi penjual yang bertransaksi di platform mereka.

Dengan meningkatnya ancaman phishing di dunia digital, langkah-langkah ini menjadi penting bagi masyarakat agar tetap aman saat berbelanja daring.

Kesadaran dan kehati-hatian dalam menggunakan platform s-commerce akan membantu menghindari risiko yang dapat merugikan secara finansial maupun reputasi. Dengan menerapkan praktik keamanan yang tepat, pengalaman berbelanja online bisa tetap nyaman dan terhindar dari ancaman siber.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Menghindari Penipuan Online Menjelang Lebaran

Tips Menghindari Penipuan Online Menjelang Lebaran

Bisnis | Senin, 24 Maret 2025 | 14:49 WIB

Waspada Phishing Mudik Lebaran 2025: Agen Travel Jadi Target Utama

Waspada Phishing Mudik Lebaran 2025: Agen Travel Jadi Target Utama

Tekno | Jum'at, 21 Maret 2025 | 21:58 WIB

Kode DANA Gratis Belanja 11.11 2025 Apakah Sudah Tersedia?

Kode DANA Gratis Belanja 11.11 2025 Apakah Sudah Tersedia?

Bisnis | Rabu, 19 Maret 2025 | 22:41 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×