Bobrok Telkomsel Dibongkar DPR: Dari Kuota Internet Hangus hingga Mafia Nomor Cantik

Dicky Prastya

Rabu, 09 Juli 2025 | 16:01 WIB
Bobrok Telkomsel Dibongkar DPR: Dari Kuota Internet Hangus hingga Mafia Nomor Cantik
Ilustrasi Telkomsel. [Ist]

Suara.com - Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Aimah Nurul Anam mengungkapkan sejumlah bobrok Telkomsel. Operator seluler milik negara itu dianggap memiliki sejumlah masalah yang beberapa hari ini dikeluhkan masyarakat.

Masalah pertama Telkomsel yang diungkapkan politikus PDIP itu adalah soal kuota hangus. Ia menyatakan kalau pengguna mengeluhkan kebijakan kuota hangus gegara masa aktif nomor habis.

"Bagaimana hari ini mereka (masyarakat), ketika mereka beli kuota, ibu pasti sudah baca itu. Ketika aktivasinya sudah habis, masa aktifnya maka kuotanya hilang," kata Mufti Anam saat Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang disiarkan di kanal YouTube Komisi VI DPR RI, Rabu (9/7/2025).

Anggota Komisi VI DPR RI fraksi PDIP, Mufti Anam, turut mengkritisi soal pemerintah membatalkan rencana kebijakan diskon tarif listrik 50 persen tahap kedua pada Juni-Juli 2025. (tangkap layar)
Anggota Komisi VI DPR RI fraksi PDIP, Mufti Anam, mengungkapkan sejumlah bobrok Telkomsel mulai dari kuota internet hangus hingga mafia nomor cantik kartu Halo. (tangkap layar)

Ia pun menyinggung kebijakan di negara lain seperti Malaysia dan Singapura. Di sana, kata Mufti, jika masa aktif kuota habis, maka sisa kuota bisa dilanjutkan ke periode selanjutnya.

"Kami coba benchmark dengan negara-negara sebelah, misalnya Malaysia Singapura, dan ternyata kami kaget. Malaysia Singapura ternyata ketika masa aktifnya habis, kuotanya bisa di-roll over di periode berikutnya," papar Mufti.

Ia mempertanyakan apakah Telkomsel bisa menerapkan kebijakan serupa dengan negara Malaysia dan Singapura soal kuota hangus yang dialihkan.

Mufti Anam pun mewanti-wanti agar Telkomsel jangan sampai lebih kapitalis dari perusahaan swasta yang ada di Singapura dan Malaysia.  

"Karena kita tahu bahwa Telkomsel ini pelat merah. Jangan sampai industri negara ini kemudian bisa lebih kapitalis dari perusahaan-perusahaan swasta yang ada di Singapura dan di Malaysia, Bu. Karena tentu kalau itu terjadi akan sangat tragis," timpal dia.

Mafia nomor cantik kartu Halo

baca juga

Masalah kedua yang diungkap Mufti Anam adalah dugaan adanya mafia nomor cantik di kartu Halo, produk yang juga dimiliki Telkomsel. Menurut dia, saat ini banyak di media sosial yang menjual nomor cantik tapi harganya ratusan juta.

"Di media sosial banyak sekali sekarang orang menjual kartu Halo. Harganya ratusan juta bu, kalau nomor cantik," ungkapnya.

Mufti Anam mempertanyakan apakah uang ratusan juta masuk ke kantong perusahaan atau tidak. Ia juga meminta ada audit soal pendapatan mereka.

Selain itu, lanjut Mufti, banyak masyarakat yang mengeluhkan soal masa aktif nomor Telkomsel. Jika nomor tersebut melewati masa aktif, maka kartu tersebut dimatikan oleh Telkomsel.

Nah yang dia permasalahkan yakni nomor itu dijual beberapa bulan setelah kartu SIM tidak aktif. Ia juga menyinggung kalau pengguna nomor justru tidak dilibatkan.

"Ketika dinonaktifkan oleh Telkomsel, kemudian berapa bulan kemudian dijual ke tempat lain. Nah ini kenapa bisa terjadi?" tanya dia.

Mufti pun membandingkan kebijakan operator seluler di negara lain seperti Malaysia dan Singapura. Jika nomornya tidak aktif, perusahaan di sana justru memberikan info dulu ke penggunanya.

"Kami coba lihat benchmark di Malaysia, enggak usah jauh-jauh di Malaysia dan di Singapura. Ketika nomornya habis, kemudian dia (pengguna) tidak bisa bayar, ketika mau dinonaktifkan, jangankan dijual lagi, dinonaktifkan saja itu ditelepon dulu. Dikabari dulu si pemiliknya melalui nomor yang lain," beber Mufti Anam.

"Nah tapi di Telkomsel ini tidak terjadi. Ketika nomornya tidak aktif, dia tidak baya, maka langsung tiba-tiba dijual kepada pihak lain yang kalau nomornya cantik dijual ratusan juta," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telkomsel "Baktiku Negeriku" Sasar Desa Terpencil, Transformasi Digital Berkelanjutan Dimulai

Telkomsel "Baktiku Negeriku" Sasar Desa Terpencil, Transformasi Digital Berkelanjutan Dimulai

Tekno | Rabu, 09 Juli 2025 | 11:48 WIB

Revisi KUHAP Siap Rapat Marathon hingga Lembur, Komisi III DPR : Tak Ada Cerita Rapat di Hotel

Revisi KUHAP Siap Rapat Marathon hingga Lembur, Komisi III DPR : Tak Ada Cerita Rapat di Hotel

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 09:34 WIB

KUHAP Direvisi: Apa yang Berubah? Habiburokhman Ungkap Fokus Utama DPR

KUHAP Direvisi: Apa yang Berubah? Habiburokhman Ungkap Fokus Utama DPR

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 00:42 WIB

UU Pemilu dan Partai Politik akan Disatukan, Ada Apa di Balik Langkah DPR?

UU Pemilu dan Partai Politik akan Disatukan, Ada Apa di Balik Langkah DPR?

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 22:16 WIB

Anggaran IKN 2026 Dinilai Kurang, Otorita Minta Tambahan Rp16,13 T ke Pemerintah

Anggaran IKN 2026 Dinilai Kurang, Otorita Minta Tambahan Rp16,13 T ke Pemerintah

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 19:54 WIB

KUHAP Berusia 44 Tahun Segera Dirombak Total, Nasib Rakyat di Depan Hukum Bakal Lebih Terjamin?

KUHAP Berusia 44 Tahun Segera Dirombak Total, Nasib Rakyat di Depan Hukum Bakal Lebih Terjamin?

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 15:21 WIB

Terkini

Efisiensi Anggaran Kesehatan Jangan Membuat Pasien BPJS Kehilangan Obat

Efisiensi Anggaran Kesehatan Jangan Membuat Pasien BPJS Kehilangan Obat

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Sebelum Curhat, Ini Urutan Zodiak Paling Terbuka hingga Misterius Susah Ditebak

Sebelum Curhat, Ini Urutan Zodiak Paling Terbuka hingga Misterius Susah Ditebak

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Rupiah Masuk Daftar Mata Uang Paling Lemah di Dunia, Benarkah Fundamental Ekonomi RI Rendah?

Rupiah Masuk Daftar Mata Uang Paling Lemah di Dunia, Benarkah Fundamental Ekonomi RI Rendah?

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:56 WIB

Pakar UGM soal Dua Tahun Prabowo-Gibran: Hak Publik Dapat Layanan Ideal Jauh dari Kenyataan

Pakar UGM soal Dua Tahun Prabowo-Gibran: Hak Publik Dapat Layanan Ideal Jauh dari Kenyataan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Pemadaman Listrik Total, Harga Kamar Hotel di Batam Tembus Rp34 Juta per Malam

Pemadaman Listrik Total, Harga Kamar Hotel di Batam Tembus Rp34 Juta per Malam

Batam | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Menlu Malaysia: Jarak Pandang Buruk Lumpuhkan Pemadaman Udara Kebakaran Hutan Indonesia

Menlu Malaysia: Jarak Pandang Buruk Lumpuhkan Pemadaman Udara Kebakaran Hutan Indonesia

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:46 WIB

6 Pensil Alis di Bawah Rp20 Ribu, Dilengkapi Sikat dan Rautan

6 Pensil Alis di Bawah Rp20 Ribu, Dilengkapi Sikat dan Rautan

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai Merah Keriting Tembus Rp155 Ribu per Kg, Bawang Merah Ikut Melonjak

Harga Pangan Nasional: Cabai Merah Keriting Tembus Rp155 Ribu per Kg, Bawang Merah Ikut Melonjak

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Gibran dalam Sandera Koboi-koboi Senayan

Gibran dalam Sandera Koboi-koboi Senayan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Kalau Minta Maaf Kita Kalah: Pengakuan Menohok Ayah Korban Bullying di SDN Mejayan 1 Madiun

Kalau Minta Maaf Kita Kalah: Pengakuan Menohok Ayah Korban Bullying di SDN Mejayan 1 Madiun

Jatim | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:33 WIB

×