Transfer Data RI ke AS Ancam Bisnis Cloud Lokal hingga Pusat Data

Dicky Prastya

Kamis, 24 Juli 2025 | 13:42 WIB
Transfer Data RI ke AS Ancam Bisnis Cloud Lokal hingga Pusat Data
Ilustrasi Pusat Data. Foto: Google Cloud Perluas Kapasitas Pusat Data AI di Jakarta, Rabu (14/5/2025). [Google Indonesia]

Suara.com - Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengungkapkan sederet efek jika Pemerintah RI menyepakati kebijakan transfer data pribadi dari Indonesia ke Amerika Serikat.

Menurut Alfons, perjanjian ini penggunaan komputasi awan (cloud) data perbankan maupun institusi lain di RI lebih fleksibel. Hal ini menguntungkan lantaran selama ini Pemerintah mewajibkan penyelenggara layanan membuka dan menyimpan data di dalam negeri.

"Jadi lebih fleksibel dan tidak harus ditempatkan di Indonesia, karena sejatinya backup itu memang tidak disarankan di satu lokasi atau area geografis tertentu," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (24/7/2025).

Namun hal ini juga merugikan Pemerintah karena perusahaan teknologi asing seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft, dan lain tidak harus membuka fasilitas data center atau pusat data di Indonesia.

Menurut Alfons, perjanjian tersebut membuat raksasa teknologi itu tak wajib menyimpan data pengguna di Indonesia. Artinya, mereka bisa menyimpannya di server AS.

"Kasihan layanan cloud lokal, tanpa pembebasan data ke AS saya sudah setengah mati bersaing. Apalagi sekarang," imbuhnya.

Ia juga mencontohkan platform World ID yang sempat viral diblokir beberapa waktu lalu di Indonesia. Aplikasi scan iris mata tersebut kini berpeluang beroperasi lagi di RI dan data pengguna di simpan di luar negeri, Amerika Serikat.

Terkait kedaulatan data, Alfons enggan berkomentar apakah data pribadi warga RI yang disimpan di AS lebih aman atau tidak. Sebab selama ini beberapa layanan yang sudah ada seperti Google hingga  WhatsApp pun sudah menyimpan data pengguna di luar negeri.

"Soal kedaulatan data saya tidak berkomentar, karena dengan layanan Google, WhatsApp, dan lainnya pun sebenarnya data kita sudah ada di luar negeri," jelasnya.

Sekadar informasi, Pemerintah Amerika Serikat baru saja mengumumkan hasil kesepakatan dagang dengan Indonesia. Salah satu poin yang dibahas adalah transfer data pribadi dari Indonesia ke AS.

Poin kesepakatan efek tarif Trump ini tertuang dalam situs resmi Pemerintah Gedung Putih yang diterbitkan 22 Juli 2025 waktu AS.

"Hari ini, Amerika Serikat dan Republik Indonesia menyepakati Kerangka Kerja untuk menegosiasikan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (Agreement on Reciprocal Trade) guna memperkuat hubungan ekonomi bilateral kedua negara," tulis situs tersebut, dikutip Rabu (23/7/2025).

"Agreement on Reciprocal Trade ini akan membangun hubungan ekonomi kita yang telah lama terjalin, termasuk Perjanjian Kerangka Kerja Perdagangan dan Investasi AS-Indonesia yang ditandatangani pada 16 Juli 1996," lanjut Gedung Putih.

Salah satu poin kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat yang tertulis adalah soal kerja sama digital. Gedung Putih menyebut kalau Indonesia sepakat untuk mentransfer data pribadi ke negara tersebut.

"Indonesia telah berkomitmen untuk mengatasi hambatan yang berdampak pada perdagangan, jasa, dan investasi digital. Indonesia akan memberikan kepastian terkait kemampuan untuk mentransfer data pribadi keluar dari wilayahnya ke Amerika Serikat," tulis situs tersebut.

Tak hanya itu, Pemerintah Donald Trump menyebut kalau Indonesia berkomitmen untuk menghapuskan lini tarif HTS atau Harmonized Tariff Schedule yang ada untuk 'produk tak berwujud'.

Pemerintah Prabowo Subianto juga disebut bakal menangguhkan persyaratan terkait pada deklarasi impor, mendukung moratorium permanen bea masuk atas transmisi elektronik di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) segera dan tanpa syarat.

Kemudian Indonesia juga akan mengambil tindakan efektif guna mengimplementasikan Inisiatif Bersama tentang Regulasi Domestik Jasa, termasuk menyerahkan Komitmen Khusus yang telah direvisi untuk sertifikasi oleh WTO.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Melanggar Hak Privasi Warga jika Jadikan Data Pribadi Objek Dagang!

Pemerintah Melanggar Hak Privasi Warga jika Jadikan Data Pribadi Objek Dagang!

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 13:17 WIB

AS Punya Akses Data Pribadi Warga RI, Donald Trump: Banyak Negara Cium Pantat Saya

AS Punya Akses Data Pribadi Warga RI, Donald Trump: Banyak Negara Cium Pantat Saya

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 12:56 WIB

DPR Ingatkan Pemerintah: Pertukaran Data WNI ke Amerika Harus Sesuai UU Perlindungan Data Pribadi

DPR Ingatkan Pemerintah: Pertukaran Data WNI ke Amerika Harus Sesuai UU Perlindungan Data Pribadi

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 12:07 WIB

Kesepakatan Dagang Indonesia-AS: Ancaman Baru bagi Data Pribadi Warga?

Kesepakatan Dagang Indonesia-AS: Ancaman Baru bagi Data Pribadi Warga?

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 10:34 WIB

Menkomdigi Klaim Transfer Data Pribadi RI ke AS Sah Secara Hukum, Singgung Google-WhatsApp

Menkomdigi Klaim Transfer Data Pribadi RI ke AS Sah Secara Hukum, Singgung Google-WhatsApp

Tekno | Kamis, 24 Juli 2025 | 10:04 WIB

Transfer Data Indonesia - AS : Pemerintah Sebut Bukan Data Pribadi dan Strategis

Transfer Data Indonesia - AS : Pemerintah Sebut Bukan Data Pribadi dan Strategis

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 08:28 WIB

Terkini

31 Update Terbaru Apple di WWDC 2026: Dari iOS 27 hingga Siri AI yang Makin Pintar

31 Update Terbaru Apple di WWDC 2026: Dari iOS 27 hingga Siri AI yang Makin Pintar

Tekno | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:48 WIB

OnePlus Siapkan HP Baru dengan Baterai 10.000 mAh dan Chip Flagship Anyar

OnePlus Siapkan HP Baru dengan Baterai 10.000 mAh dan Chip Flagship Anyar

Tekno | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:43 WIB

Rp2 Jutaan dapat Tablet Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Multitasking

Rp2 Jutaan dapat Tablet Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Multitasking

Tekno | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:23 WIB

Jam Berapa Bisa Melihat Hujan Meteor Arietid 10 Juni 2026? Ini Waktu Terbaik Mengamatinya

Jam Berapa Bisa Melihat Hujan Meteor Arietid 10 Juni 2026? Ini Waktu Terbaik Mengamatinya

Tekno | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:12 WIB

Daftar Lengkap iPhone yang Terima Update iOS 27 dari Apple

Daftar Lengkap iPhone yang Terima Update iOS 27 dari Apple

Tekno | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:07 WIB

5 HP Baru Keluaran Juni 2026, Midrange Makin Mirip Flagship

5 HP Baru Keluaran Juni 2026, Midrange Makin Mirip Flagship

Tekno | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:53 WIB

62 Kode Redeem FF Max Terbaru 9 Juni 2026: Peluang Dapat HP Gratis dan Jersey Pildun

62 Kode Redeem FF Max Terbaru 9 Juni 2026: Peluang Dapat HP Gratis dan Jersey Pildun

Tekno | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:43 WIB

7 Smartwatch dengan NFC 2026, Praktis untuk Pembayaran Digital dan Aktivitas Harian

7 Smartwatch dengan NFC 2026, Praktis untuk Pembayaran Digital dan Aktivitas Harian

Tekno | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:28 WIB

6 Earphone Murah dengan Suara Jernih dan Baterai Awet di Erafone

6 Earphone Murah dengan Suara Jernih dan Baterai Awet di Erafone

Tekno | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:15 WIB

Apa HP Oppo Terbaru? Ini 5 Pilihan Paling Murah hingga Flagship Premium

Apa HP Oppo Terbaru? Ini 5 Pilihan Paling Murah hingga Flagship Premium

Tekno | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:39 WIB