Hendra bertutur kalau para anggota ormas ini biasanya berkumpul ketika ada proyek konstruksi pusat data. Bahkan biaya yang diminta mereka cukup besar.
"Karena biasanya ketika terjadi construction, terlihat ada mobilitas kendaraan besar gitu, di pintu-pintu masuk kawasan industri itu mereka sudah mulai berkumpul gitu. Dan ini hidden cost yang ternyata memang besar juga," keluh dia.
Maka dari itu, Hendra menyarankan kalau masalah ini perlu melibatkan banyak, tak hanya dari pelaku industri pusat data Indonesia.
"Ini butuh kerja sama dengan kumpulan kawasan industri untuk bisa menyelesaikan masalah ini gitu ya," jelasnya.