Migrasi Kepiting Merah di Pulau Christmas Jadi Fenomena Spektakuler

Agung Pratnyawan

Selasa, 28 Oktober 2025 | 10:48 WIB
Migrasi Kepiting Merah di Pulau Christmas Jadi Fenomena Spektakuler
Ilustrasi kepiting merah. [Pexels]

Suara.com - Setiap tahun, Pulau Christmas di Samudra Hindia berubah menjadi lautan kepiting merah. Lebih dari 100 juta kepiting meninggalkan hutan tropis dan berjalan perlahan menuju pantai untuk bertelur, menciptakan pemandangan alam yang luar biasa dan menjadi daya tarik wisata utama pulau kecil milik Australia tersebut.

Fenomena migrasi kepiting merah tahunan ini tak hanya disukai wisatawan, tapi juga menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh warga setempat.

Bagi para peneliti konservasi, migrasi massal ini menandakan bahwa populasi kepiting merah kini telah pulih dengan baik setelah sebelumnya terancam punah akibat serangan spesies semut asing.

Menurut Brendon Tiernan, koordinator program spesies terancam dari Taman Nasional Pulau Christmas, jumlah kepiting merah kini meningkat tajam.

Kami memang belum sepenuhnya menang dalam perang melawan semut kuning, tapi kemajuan yang kami capai luar biasa,” ujarnya, mengutip dari The Guardian (25/10/2025).

Pada awal 2000-an, populasi kepiting sempat menurun drastis karena serangan semut kuning gila (yellow crazy ants).

Serangga agresif itu menyemprotkan asam format ke arah kepiting yang lewat, membuatnya dehidrasi hingga mati.

Namun sejak tahun 2016, para ilmuwan memperkenalkan tawon mikro asal Malaysia untuk mengendalikan semut tersebut.

Tawon ini menargetkan serangga penghasil madu yang menjadi sumber makanan utama semut kuning. Hasilnya cukup efektif, populasi semut berkurang dan kepiting merah mulai pulih.

Kini, diperkirakan jumlah kepiting mencapai lebih dari 180 juta ekor, hampir dua kali lipat dibanding dua dekade lalu.

Kepiting merah. [Freepik]
Kepiting merah. [Freepik]

Beberapa tahun terakhir bahkan disebut sebagai “masa emas” karena banyak bayi kepiting berhasil bertahan hidup dan kembali ke daratan.

Setiap tahun, migrasi dimulai ketika musim hujan pertama tiba, biasanya antara Oktober dan November. Air hujan menjadi sinyal bagi jutaan kepiting untuk meninggalkan hutan dan memulai perjalanan menuju pantai.

Menariknya, waktu kepiting betina bertelur selalu mengikuti siklus bulan. Mereka keluar dari lubang tanah dan melepaskan telur ke laut tepat sebelum bulan kuartal terakhir, biasanya menjelang fajar ketika air laut mulai surut.

Begitu telur menyentuh air, larva akan menetas dan hanyut di lautan selama sekitar sebulan. Sebagian besar larva menjadi santapan ikan, pari manta, dan hiu paus.

Hanya sedikit yang berhasil kembali ke darat sebagai bayi kepiting berukuran sekitar lima milimeter. Kecil, tapi menjadi harapan baru bagi populasi berikutnya.

Migrasi besar-besaran ini memang menakjubkan, tapi juga membawa tantangan tersendiri bagi penduduk setempat.

Jalan raya sering tertutup jutaan kepiting yang berjalan perlahan ke arah laut, bahkan sebagian masuk ke halaman rumah warga.

Untuk membantu mereka, petugas taman nasional dan penduduk lokal bekerja sama menjaga keselamatan kepiting. Banyak yang membawa garu dan blower daun di mobil untuk menyingkirkan kepiting dari jalan tanpa melukai mereka.

Seorang pengusaha eco-lodge bernama Chris Bray bahkan menciptakan alat bernama “crab mobile”, sebuah perangkat sederhana yang dipasang di depan mobil untuk mendorong kepiting keluar dari jalur kendaraan dengan aman.

Desainnya harus kuat, mudah diperbaiki, dan bisa bekerja di jalanan berbatu. Yang penting, kepitingnya tetap aman,” kata Bray mengutip dari The Guardian (25/10/2025).

Bagi warga Pulau Christmas, migrasi kepiting merah bukan sekadar tontonan, tapi juga simbol keseimbangan alam. Mereka percaya, selama kepiting masih bermigrasi, ekosistem pulau tetap sehat.

Semua orang di sini menghargai kepiting, migrasi ini seperti perayaan tahunan bagi kami — bukti bahwa alam masih berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Alexia Jankowski, manajer sementara Taman Nasional Pulau Christmas.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data

Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 15:03 WIB

Bye Sel Kulit Mati! 5 Lulur Mandi Beras Bikin Kulit Lembut dan Bercahaya

Bye Sel Kulit Mati! 5 Lulur Mandi Beras Bikin Kulit Lembut dan Bercahaya

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 15:00 WIB

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 14:56 WIB

Bukan Cuma Kripto, Saham hingga Emas Kini Masuk Blockchain

Bukan Cuma Kripto, Saham hingga Emas Kini Masuk Blockchain

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 14:50 WIB

Bagaimana Cara Melaporkan WA Penipu Online? Ini Panduan Lengkapnya

Bagaimana Cara Melaporkan WA Penipu Online? Ini Panduan Lengkapnya

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 14:50 WIB

Umpan Lowongan Kerja: Pria di Tulang Bawang Cekoki Miras dan Cabuli Remaja Lekaki 15 Tahun

Umpan Lowongan Kerja: Pria di Tulang Bawang Cekoki Miras dan Cabuli Remaja Lekaki 15 Tahun

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 14:47 WIB

Berapa Kapasitas Mesin Cuci untuk Mencuci Bedcover King Size?

Berapa Kapasitas Mesin Cuci untuk Mencuci Bedcover King Size?

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 14:43 WIB

Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus

Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 14:41 WIB

Mengapa Krim Malam Tidak Boleh Digunakan pada Siang Hari Meski di Dalam Ruangan?

Mengapa Krim Malam Tidak Boleh Digunakan pada Siang Hari Meski di Dalam Ruangan?

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 14:31 WIB

Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak

Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 14:31 WIB

×