Wacana Sertifikasi Influencer, Begini Kata YouTube

Dythia Novianty Suara.Com
Kamis, 06 November 2025 | 13:24 WIB
Wacana Sertifikasi Influencer, Begini Kata YouTube
Veronica Utami, Country Director Google Indonesia, dalam jumpa pers YouTube Festival di Jakarta, Rabu (5/11/2025). [Suara.com/Dythia]
Baca 10 detik
  • YouTube menyambut positif wacana pemerintah tentang sertifikasi influencer sebagai bentuk pengakuan profesi konten kreator.

  • Pihak YouTube menilai perlu ada diskusi bersama antarplatform dan pemerintah sebelum kebijakan tersebut diterapkan.

  • YouTube sendiri telah memiliki standarisasi internal melalui YouTube Partner Program dan community guideline yang ketat bagi para kreator

Suara.com - YouTube beri tanggapan seputar wacana pengadaan sertifikasi influencer yang direncanakan pemerintah.

Platform video milik Google itu menyambut baik jika wacana itu diberlakukan oleh pemerintah.

"Saya rasa itu sesuatu yang menarik. Arttinya profesi konten kreator dianggap sesuatu yang serius," ujarnya saat jumpa pers di YouTube Festival di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Bahkan, dirinya berpandangan bahwa sertifikasi untuk konten kreator tidak terbayang pada 13 tahun yang lalu.

Dia juga menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang konten kreator memang ada standarisasi minimal yang harus terpenuhi.

"Siapa pun yang ingin menjadi konten kreator itu ada standar kemampuan minimum," ucapnya.

Ilustrasi Influencer. (Freepik)
Ilustrasi Influencer. (Freepik)

Namun, Vero sapaan akrabnya, masih banyak hal yang harus dibahas secara bersama sebelum wacana tersebut direalisasikan.

"Bagaimana itu bisa dilakukan, bagaimana keterlibatan platform, itu adalah p yang perlu dijajaki bersama-sama. Perlu ngobrol karena yang Namanya konten kreator macam-macam, platform juga amcem-macem, kita ngobrol, kita diskusikan bersama-sama," bebernya.

Meskipun begitu, pada dasarnya dari pihak YouTube sendiri sudah memiliki ketentuan-ketentuan tertentu yang harus dipenuhi seorang konten kreator dalam membuat video.

"Kita sendiri secara proaktif sudah mempunyai standarisasi kalau untuk jadi kreator. Ada YouTube Partner Program (YPP). Itu ada requirement-nya," ungkap Communications Manager Google Indonesia, Feliciana Wienathan.

Baca Juga: Waktu Menonton Video Belanja Melonjak 400 Persen, YouTube Shopping Gandeng Lazada

Dia menjelaskan bahwa setiap konten krreator sudah menjadi afiliasi dari YPP, akan membuka kesempatan-kesempatan lainnya, salah satunya YouTube Shopping dan mereka juga bisa memonitasi lebih lanjut lagi.

Tidak hanya itu, ada standarisasi lainnya yang dihadirkan YouTube untuk para konten kreatornya.

"Proaktif keduanya adalah meningkatkan atau mengupdate community guideline, yang kita lumayan strict, lumayan tegas. Yang dijabarkan di community guideline ada standarisasi sendiri, terus kami update berdasarkan perilaku masyarakat yang terus berkembang saat ini," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI