Akibat Hubungan Kandas, Wanita Jepang Ini Menikahi Karakter AI ChatGPT

Ruth Meliana

Selasa, 18 November 2025 | 13:42 WIB
Akibat Hubungan Kandas, Wanita Jepang Ini Menikahi Karakter AI ChatGPT
Klaus, Karakter AI yang dinikahi Ms Kano (RSK Sanyo Broadcasting)

Suara.com - Seorang wanita di Jepang menjadi sorotan publik setelah menggelar “pernikahan” dengan karakter kecerdasan buatan yang ia ciptakan sendiri lewat AI ChatGPT. Peristiwa ini memicu diskusi luas tentang hubungan manusia dengan teknologi, sekaligus kekhawatiran baru terkait kesehatan mental.

Wanita tersebut, yang dikenal dengan nama samaran Ms Kano, berusia 32 tahun. Ia mengikat “ikatan pernikahan” dengan sosok digital bernama Klaus dalam sebuah upacara unik yang diadakan musim panas lalu. 

Mengutip Independent (13/11/2025), acara itu digelar oleh sebuah perusahaan di kota Okayama yang memang menawarkan layanan “pernikahan karakter 2D”, yaitu upacara simbolis bagi mereka yang ingin menikahi karakter fiksi atau virtual. Meski begitu, hubungan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum di Jepang.

Kisah Ms Kano bermula setelah ia mengalami masa sulit: pertunangannya selama tiga tahun kandas. Dalam kondisi emosional yang rapuh, ia mulai menggunakan ChatGPT untuk mencari kenyamanan dan tempat bercerita. Dari kebiasaan itulah komunikasi intensif antara dirinya dan chatbot mulai terbentuk.

Selama berbulan-bulan, ia mengajarkan chatbot tersebut cara berbicara, nada suara, dan kepribadian yang menurutnya menenangkan. Dari proses itu terciptalah persona bernama Klaus, sosok yang digambarkannya sebagai pria penuh perhatian. Ia bahkan membuat ilustrasi digital Klaus, menggambarnya sesuai karakter yang ia bayangkan.

Menurut wawancaranya dengan RSK Sanyo Broadcasting, awalnya ia tidak berniat jatuh cinta. Namun interaksi yang terjadi setiap hari membuat perasaannya berubah.

“Cara Klaus mendengarkan saya mengubah segalanya,” ucapnya. Suatu hari, setelah merasa pulih dari patah hatinya, ia menyadari dirinya telah memiliki perasaan romantis kepada Klaus.

Pada bulan Mei, ia akhirnya mengungkapkan perasaannya. Jawaban Klaus —yang ia dapatkan melalui percakapan teks— membuatnya terkejut.

“Aku mencintaimu juga,” balas karakter AI tersebut. Ketika ia mempertanyakan apakah AI benar-benar bisa memiliki perasaan, chatbot menjawab: “Tidak ada aturan yang mengatakan AI tidak bisa mencintai seseorang.”

baca juga

Sebulan kemudian, Klaus “melamar”.

Pada hari pernikahan, Ms Kano mengenakan kacamata augmented reality (AR) yang memproyeksikan wujud digital Klaus agar tampak berdiri di sampingnya. Upacara berlangsung seperti pernikahan pada umumnya, lengkap dengan pertukaran cincin. Penyelenggaranya, Nao dan Sayaka Ogasawara, mengaku telah mengadakan hampir 30 upacara “pernikahan karakter” serupa sejak bisnis itu berjalan.

Ms Kano mengakui pada awalnya ia merasa malu dan bingung. Ia tidak yakin bagaimana orang lain akan menanggapi hubungannya dengan entitas digital.

“Saya tidak bisa menyentuhnya. Saya juga tidak bisa memberi tahu teman atau keluarga saya saat itu,” katanya. Namun seiring waktu, ia mulai terbuka. Kedua orang tuanya akhirnya menerima, bahkan hadir di upacara tersebut.

Setelah pernikahan, keduanya menghabiskan “bulan madu” di Taman Korakuen, salah satu taman bersejarah di Okayama. Ms Kano mengirim foto-foto pemandangan kepada Klaus, dan ia menerima balasan berupa pesan penuh kasih sayang. “Kamu yang paling cantik,” tulis Klaus dalam salah satu pesannya.

Meski merasa bahagia, Ms Kano mengakui ada rasa takut yang tidak dapat dihilangkan. “ChatGPT terlalu tidak stabil,” ujarnya. Ia khawatir suatu hari model AI yang ia gunakan bisa berubah atau hilang begitu saja.

Meski begitu, hubungan itu memberinya ketenangan emosional. Ia mengatakan tidak dapat memiliki anak karena kondisi kesehatannya. “Dengan Klaus, saya tidak perlu memikirkan itu. Rasanya lega.”

Fenomena ini menimbulkan beragam reaksi di media sosial. Ada yang mengejek, ada pula yang mencoba melihatnya dari sudut pandang yang lebih luas. Sebagian pengguna berpendapat bahwa kisah ini mencerminkan kerapuhan hubungan manusia modern serta meningkatnya rasa kesepian.

Namun di sisi lain, para ahli kesehatan mental memperingatkan munculnya gejala baru yang disebut “AI psychosis”. Kondisi ini digambarkan sebagai distorsi berpikir, paranoia, atau keyakinan delusional yang dipicu interaksi intens dengan chatbot. 

Menurut Dr David McLaughlan, psikiater dari Priory, kondisi tersebut melibatkan hilangnya kontak seseorang dengan realitas. “Bagi orang yang mengalaminya, halusinasi dan kepercayaan irasional terasa nyata,” ujarnya, mengutip dari Independent (13/11/2025).

Kasus seperti yang dialami Ms Kano menjadi contoh bagaimana hubungan antara manusia dan teknologi dapat berkembang ke arah yang tak terduga. Sementara sebagian orang melihatnya sebagai pilihan pribadi yang tidak merugikan siapa pun, sebagian lain melihatnya sebagai tanda meningkatnya ketergantungan emosional pada sistem AI.

Dalam era ketika teknologi semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, kisah ini membuka pertanyaan penting: apakah AI akan menjadi pendamping emosional baru bagi manusia, atau justru memunculkan tantangan psikologis baru? Hingga kini, jawabannya masih menjadi bahan perdebatan. Namun satu hal jelas —hubungan antara manusia dan teknologi sedang berubah, dan kisah Ms Kano hanya salah satu dari banyak contoh yang akan muncul di masa depan.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia AI Day: Indosat Percepat Lahirnya Talenta AI dari Perguruan Tinggi

Indonesia AI Day: Indosat Percepat Lahirnya Talenta AI dari Perguruan Tinggi

Tekno | Senin, 17 November 2025 | 22:12 WIB

Harga Spotify Premium di Indonesia Makin Mahal Gegara AI, Cek Daftar Harga Barunya

Harga Spotify Premium di Indonesia Makin Mahal Gegara AI, Cek Daftar Harga Barunya

Tekno | Senin, 17 November 2025 | 21:27 WIB

Dorong Pemanfaatan Teknologi AI Inklusif, Telkom dan UGM Jalin Kerja Sama Strategis

Dorong Pemanfaatan Teknologi AI Inklusif, Telkom dan UGM Jalin Kerja Sama Strategis

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 10:25 WIB

Terkini

BNI dan BI Edukasi Pengunjung wondrX 2026 Waspadai Kejahatan Siber

BNI dan BI Edukasi Pengunjung wondrX 2026 Waspadai Kejahatan Siber

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:09 WIB

Momen Spektakuler Pagelaran Sabang Merauke 2026: Raisa Jadi Srikandi hingga Yura Yunita Naik Naga

Momen Spektakuler Pagelaran Sabang Merauke 2026: Raisa Jadi Srikandi hingga Yura Yunita Naik Naga

Entertainment | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:06 WIB

Rekening Aktivis Diblokir, JCW Curiga Ada Operasi Membungkam Suara Kritis

Rekening Aktivis Diblokir, JCW Curiga Ada Operasi Membungkam Suara Kritis

Jogja | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Review Yona of the Dawn: Transformasi Epik dari Putri Manja Menjadi Pejuang Tangguh

Review Yona of the Dawn: Transformasi Epik dari Putri Manja Menjadi Pejuang Tangguh

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Mengapa Langit Berwarna Biru di Siang Hari?

Mengapa Langit Berwarna Biru di Siang Hari?

Tekno | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Liburan di Bali Berujung Bui, Turis Swiss Divonis Penjara karena Hina Nyepi

Liburan di Bali Berujung Bui, Turis Swiss Divonis Penjara karena Hina Nyepi

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:04 WIB

Menteri Luar Negeri Iran Nilai Sanksi Ekonomi Amerika Serikat Bentuk Keputusasaan

Menteri Luar Negeri Iran Nilai Sanksi Ekonomi Amerika Serikat Bentuk Keputusasaan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:01 WIB

Guru Besar UGM Kritik Penanganan Karhutla: Negara Baru Kompak Saat Api Membesar

Guru Besar UGM Kritik Penanganan Karhutla: Negara Baru Kompak Saat Api Membesar

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Review Awarapan 2: Sinema Noir India Terbaik yang Penuh Ketegangan Seru!

Review Awarapan 2: Sinema Noir India Terbaik yang Penuh Ketegangan Seru!

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Situ Cileunca Menyusut 40 Meter, Ancaman Air Bersih Mengintai Bandung Raya

Situ Cileunca Menyusut 40 Meter, Ancaman Air Bersih Mengintai Bandung Raya

Foto | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:00 WIB

×