Kehidupan di Palung Terdalam: Temuan Moluska Purba Ungkap Rahasia Evolusi Laut?

Cesar Uji Tawakal

Senin, 03 November 2025 | 17:56 WIB
Kehidupan di Palung Terdalam: Temuan Moluska Purba Ungkap Rahasia Evolusi Laut?
Spons 'death ball' ditemukan di kedalaman Samudra Selatan oleh para peneliti Ocean Census (Instagram/@OceanCensus)

Suara.com - Penelitian terbaru kembali mengungkap betapa luas dan misteriusnya kehidupan di laut dalam. Dua laporan terpisah dari tim ilmuwan internasional menunjukkan bahwa masih banyak makhluk laut yang belum tercatat, mulai dari cacing aneh hingga spons pemangsa yang bentuknya menyerupai bola berduri.

Penemuan ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa sebagian besar keanekaragaman laut masih tersembunyi jauh di bawah permukaan.

Dalam laporan yang dipublikasikan Science Daily (2/112025), para peneliti mengumumkan keberhasilan mereka mendeskripsikan 14 spesies baru dan dua genus baru melalui platform penelitian bernama Ocean Species Discoveries.

Platform ini dibuat untuk mempercepat proses pendokumentasian spesies, yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun sebelum dapat diumumkan secara resmi.

Program tersebut dipimpin oleh Senckenberg Ocean Species Alliance (SOSA), sebuah lembaga riset yang menyediakan sistem standar untuk publikasi taksonomi.

Dengan bantuan teknologi mikroskop cahaya, mikroskop elektron, citra confocal, hingga pemindaian micro-CT, ilmuwan dapat mengumpulkan detail morfologi setiap organisme secara lebih akurat dan efisien.

Dalam publikasi terbaru mereka, lebih dari 20 peneliti bergabung mendokumentasikan spesies dari kedalaman mulai satu meter hingga lebih dari 6.000 meter.

Salah satu yang paling menonjol adalah moluska Veleropilina gretchenae, ditemukan di Palung Aleut, Teluk Alaska, dengan kedalaman 6.465 meter.

Spesies ini menjadi salah satu anggota Monoplacophora (berbentuk topi atau piring cekung) pertama yang memiliki data genom lengkap dari spesimen holotipe.

baca juga

Di antara temuan penting lainnya adalah analisis detail anatomi Myonera aleutiana, sejenis bivalvia karnivor (mencakup kerang, tiram, dan remis) yang dipindai sepenuhnya dengan teknologi micro-CT tanpa merusak tubuh aslinya.

Hasilnya menghasilkan lebih dari 2.000 gambar tomografi, sekaligus mencatatkan rekor kedalaman baru bagi spesies tersebut, yaitu lebih dari 5.000 meter.

Peneliti juga menamai salah satu spesies baru, Apotectonia senckenbergae, sebagai penghormatan kepada Johanna Rebecca Senckenberg, tokoh penting dalam sejarah lembaga penelitian Senckenberg. Spesies ini ditemukan di area ventilasi hidrotermal di Kepulauan Galápagos, Samudera Pasifik.

Beberapa hasil temuan bahkan memiliki ciri yang tidak biasa. Isopoda parasit Zeaione everta misalnya, memiliki tonjolan menyerupai popcorn di bagian punggung betinanya. Penampilannya yang aneh menjadi dasar penamaan genus baru tersebut. Ada pula temuannya mengenai hubungan simbiotik unik antara cangkang tusk shell Laevidentalium wiesei dan anemon laut, yang belum pernah tercatat sebelumnya.

Penelitian dari kawasan Samudra Selatan juga menunjukkan penemuan yang tak kalah mengejutkan. Mengutip dari Green Matters (1/11/2025), dalam ekspedisi Ocean Census yang bekerja sama dengan Schmidt Ocean Institute, para ilmuwan menemukan spons karnivor yang dijuluki “death ball sponge” karena bentuknya seperti bola berduri dan memiliki kait kecil untuk menangkap mangsa. Bentuknya sangat kontras dengan kebanyakan spons laut yang bersifat pasif.

Ekspedisi ini menyisir area kaldera gunung berapi bawah laut, ventilasi hidrotermal, serta kawasan palung yang berada di sekitar Kepulauan South Sandwich.

Selain death ball sponge, peneliti juga menemukan sekitar 30 spesies baru lainnya, termasuk “zombie worms”—cacing kecil yang tidak memiliki mulut maupun sistem pencernaan, dan hidup dari lemak yang terperangkap dalam tulang paus.

Menurut Dr. Michelle Taylor, Kepala Sains di Nippon Foundation–Nekton Ocean Census, baru sekitar 30 persen sampel ekspedisi yang berhasil dianalisis. Fakta bahwa puluhan spesies baru sudah teridentifikasi menandakan betapa besar potensi keanekaragaman hayati laut yang masih tersimpan.

Para ilmuwan menegaskan bahwa teknologi berperan penting dalam percepatan penemuan ini. Citra bawah laut berdefinisi tinggi, peta dasar laut yang akurat, serta analisis genetik secara real-time memungkinkan identifikasi spesies dilakukan jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Dengan semakin banyaknya wilayah laut dalam yang berhasil dipetakan, penelitian ini dapat membantu memahami perubahan ekosistem laut global sekaligus menjadi langkah awal dalam upaya konservasi spesies yang selama ini tersembunyi di kedalaman bumi.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stop Main HP! 5 Cara Ampuh Jadikan Makan Bersama Momen Keluarga yang Berarti

Stop Main HP! 5 Cara Ampuh Jadikan Makan Bersama Momen Keluarga yang Berarti

Lifestyle | Rabu, 29 Oktober 2025 | 17:18 WIB

Prof. Elisabeth Rukmini: Menenun Sains, Makna, dan Masa Depan Perguruan Tinggi

Prof. Elisabeth Rukmini: Menenun Sains, Makna, dan Masa Depan Perguruan Tinggi

Lifestyle | Minggu, 26 Oktober 2025 | 18:37 WIB

Bongkar Kelamnya Budaya Riset Dosen, Mendiktisaintek: Yang Meneliti Cuma 30 Persen, Itu-itu Saja

Bongkar Kelamnya Budaya Riset Dosen, Mendiktisaintek: Yang Meneliti Cuma 30 Persen, Itu-itu Saja

News | Selasa, 21 Oktober 2025 | 19:43 WIB

Anggaran Riset Dosen Naik Rp3 Triliun! Tapi Ada 'Titipan' Prabowo, Apa Itu?

Anggaran Riset Dosen Naik Rp3 Triliun! Tapi Ada 'Titipan' Prabowo, Apa Itu?

News | Selasa, 21 Oktober 2025 | 18:36 WIB

Ilmuwan Pastikan Kawah Silverpit di Laut Utara Tercipta akibat Asteroid

Ilmuwan Pastikan Kawah Silverpit di Laut Utara Tercipta akibat Asteroid

Tekno | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 19:10 WIB

Benarkah Diet Keto Berisiko untuk Kesehatan? Ini Jawaban Ahli

Benarkah Diet Keto Berisiko untuk Kesehatan? Ini Jawaban Ahli

Health | Selasa, 23 September 2025 | 13:15 WIB

Terkini

Bukan Cuma Bedak Matte, Ini Cara Tepat Bikin Pori-Pori Wajah Tampak Halus

Bukan Cuma Bedak Matte, Ini Cara Tepat Bikin Pori-Pori Wajah Tampak Halus

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 20:15 WIB

7 Komponen Wajib yang Harus Langsung Diganti setelah Beli Motor Bekas, Bodi Mulus Belum Tentu Aman

7 Komponen Wajib yang Harus Langsung Diganti setelah Beli Motor Bekas, Bodi Mulus Belum Tentu Aman

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 20:15 WIB

Menteri Mukhtarudin Dampingi Wapres Gibran Terima Wakil PM Malaysia, MoU Pekerja Migran Dikebut

Menteri Mukhtarudin Dampingi Wapres Gibran Terima Wakil PM Malaysia, MoU Pekerja Migran Dikebut

News | Kamis, 17 September 2026 | 20:14 WIB

Peresmian LRT Pertemukan Prabowo dan Pramono, PDIP: Soal Pilpres Masih Terlalu Pagi

Peresmian LRT Pertemukan Prabowo dan Pramono, PDIP: Soal Pilpres Masih Terlalu Pagi

News | Kamis, 17 September 2026 | 20:11 WIB

Emil Audero Hampir Pasti Rebut Posisi Kiper Utama di Rayo Vallecano

Emil Audero Hampir Pasti Rebut Posisi Kiper Utama di Rayo Vallecano

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 20:08 WIB

Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Bisa Dibuka Lagi Jika Ada Petunjuk Baru

Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Bisa Dibuka Lagi Jika Ada Petunjuk Baru

News | Kamis, 17 September 2026 | 20:07 WIB

Lip Balm Vaseline Pink vs Putih Apa Bedanya? Ini Perbedaan dan Kegunaannya

Lip Balm Vaseline Pink vs Putih Apa Bedanya? Ini Perbedaan dan Kegunaannya

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 20:05 WIB

Review Novel Rengat: Romansa Kaum Elite yang Penuh Rumor dan Intrik

Review Novel Rengat: Romansa Kaum Elite yang Penuh Rumor dan Intrik

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 20:00 WIB

PKB Tak Keberatan Ambang Batas Parlemen 5 Persen

PKB Tak Keberatan Ambang Batas Parlemen 5 Persen

News | Kamis, 17 September 2026 | 19:59 WIB

Agus Rizal Divonis 1 Tahun 4 Bulan, Korupsi Perkimtan Palembang Rugikan Negara Rp1,68 Miliar

Agus Rizal Divonis 1 Tahun 4 Bulan, Korupsi Perkimtan Palembang Rugikan Negara Rp1,68 Miliar

Sumsel | Kamis, 17 September 2026 | 19:57 WIB

×