- Redmi biasa menargetkan pasar entry-level dengan harga sekitar Rp1 jutaan.
- Hal itu berbeda dengan Redmi Note di kelas menengah.
- Redmi Note unggul dengan panel layar AMOLED dan performa *chipset* lebih bertenaga.
Suara.com - Sebelum membeli, ketahui perbedaan Redmi biasa dan Redmi Note.
Di pasar smartphone Indonesia, Xiaomi telah mengukuhkan posisinya sebagai raja ponsel "harga miring spesifikasi gahar".
Namun, bagi orang awam, melihat jajaran produk Xiaomi bisa sangat membingungkan.
Dua seri yang paling sering membuat calon pembeli bimbang adalah Redmi Series (biasa) dan Redmi Note Series.
Meski sama-sama berada di bawah payung merek Redmi, keduanya memiliki kasta yang berbeda.
Lantas, apa saja perbedaan antara Redmi biasa dan Redmi Note? Agar Anda tidak salah beli, simak ulasan mendalam mengenai perbedaan kedua seri populer ini.
1. Target Pasar dan Harga
Perbedaan paling mendasar terletak pada segmen pasar yang dibidik. Redmi Series (seperti Redmi 12 atau Redmi 13) dirancang sebagai ponsel entry-level.
Ponsel ini ditujukan untuk pengguna pemula, pelajar, atau mereka yang membutuhkan fungsi dasar smartphone dengan budget minim.
Baca Juga: Xiaomi Umumkan Tanggal Peluncuran Redmi Note 15 Series di Pasar Indonesia
Biasanya, harga Redmi biasa dibanderol di kisaran Rp1 jutaan hingga di bawah Rp2 juta.
Di sisi lain, Redmi Note Series adalah primadona di kelas mid-range (menengah). Seri ini membawa fitur-fitur yang mendekati ponsel flagship namun dengan harga yang tetap terjangkau, biasanya mulai dari Rp2 jutaan hingga Rp4 jutaan.
Jika Anda memiliki budget lebih, Redmi Note selalu menjadi opsi "naik kelas" yang paling logis.

2. Kualitas Layar dan Panel
Jika Anda sering menonton film atau bermain game, perbedaan layar ini akan sangat terasa.
Seri Redmi Note umumnya sudah menggunakan panel AMOLED dengan refresh rate tinggi (90Hz hingga 120Hz). Hasilnya? Warna lebih tajam, hitam lebih pekat, dan pergerakan layar lebih mulus.