- Pasar smartphone Indonesia sejak tahun 2025 didominasi pendatang baru.
- Tak hanya menawarkan spesifikasi tinggi, brand-brand ini juga menawarkan harga terjangkau.
- Modal Rp2 jutaan saja, konsumen kini sudah bisa mendapatkan fitur yang dulu hanya ada di kelas flagship.
Suara.com - Peta persaingan pasar smartphone di Indonesia pada awal 2026 mengalami pergeseran drastis. Jika beberapa tahun lalu Xiaomi dan OPPO mendominasi takhta "HP spek tinggi harga miring", kini situasinya berbeda.
Sejumlah brand yang dulunya dianggap "pemain pelapis" atau underdog, justru tampil beringas dengan merilis perangkat yang memiliki spesifikasi di luar nalar untuk harganya.
Istilah "merusak harga pasar" kini menjadi nyata. Dengan modal Rp2 jutaan saja, konsumen kini sudah bisa mendapatkan fitur yang dulu hanya ada di kelas flagship.
Fenomena ini tentu membuat para raksasa teknologi harus memutar otak agar tidak kehilangan pangsa pasar.
Lantas, brand apa saja yang sedang naik daun dan produk mana yang layak dilirik di awal 2026 ini? Berikut rangkumannya.
1. Infinix Note 50 Pro

Infinix konsisten mengacak-acak pasar kelas menengah. Di tahun 2025 lalu, Infinix Note 50 Pro menjadi perbincangan hangat karena spesifikasinya yang gahar di harga mulai Rp2 jutaan.
Ponsel enggunakan fitur 90W Thunder Charge dan wireless charging 20W-30W, serta fitur bypass charging untuk gaming.
Ditambah dengan chipset MediaTek Helio G100 yang sudah mendukung AI generatif untuk pemrosesan gambar yang lebih baik dan hasil foto yang optimal.
2. Tecno Pova 8 Pro
Tecno, saudara muda dari Infinix, semakin fokus pada segmen hardcore gamers dengan budget terbatas.
Tecno Pova 8 Pro dilengkapi dengan baterai raksasa 7.000 mAh dan sistem pendingin Vapor Chamber yang sangat luas.
Yang paling mengejutkan adalah penggunaan layar AMOLED 144Hz.
Spesifikasi ini jelas menyasar pengguna yang hobi bermain game berat seperti Genshin Impact atau Honor of Kings 2 tanpa harus mengalami frame drop atau suhu panas berlebih.
Ponsel ini diprediksi akan dirilis secara resmi di awal 2026 dengan kisaran harga yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp2 jutaan.
3. Itel S26 Ultra
Itel S26 Ultra menonjol karena membawa fitur-fitur kelas atas (layar lengkung AMOLED dan baterai besar) ke segmen harga 2 jutaan, menjadikannya opsi menarik untuk pengguna yang mencari tampilan modern dan performa stabil.
Di saat brand besar masih pelit dengan storage 128GB di harga yang sama, itel justru memberikan ruang penyimpanan lega yang anti-lag.
Strategi "memori jumbo harga mikro" ini terbukti sangat ampuh menarik minat pelajar dan mahasiswa yang butuh ruang banyak untuk aplikasi dan tugas kuliah.
4. iQOO Z11 Turbo

Sebagai sub-brand dari vivo, iQOO kini lebih berani berdiri sendiri dan menantang pasar kelas atas.
iQOO Z11 Turbo resmi dirilis di China pada pertengahan Januari 2026 sebagai flagship killer yang menonjolkan baterai raksasa 7.600 mAh, chipset Snapdragon 8 Gen 5, dan pengisian cepat 100W.
Di sisi lain, iQOO juga memadukannya dengan chip gaming Q2 untuk bisa menikmati game dengan grafik 144 fps yang terlihat sangat mulus.
Tidak hanya unggul di performa mesin, seri ini juga punya kamera beresolusi 200MP yang sangat mumpuni untuk menghasilkan foto tajam,
Perangkat ini dikabarkan segera meluncur ke Indonesia menyusul lolosnya sertifikasi TKDN. Harga iQOO Z11 Turbo mulai dari 2.399 Yuan (sekitar Rp5,9 jutaan) hingga 3.699 Yuan (sekitar Rp9 jutaan).
5. Nubia Neo 3 5G
Nubia mulai serius menggarap pasar Indonesia dengan seri Neo-nya. Nubia Neo 3 5G menawarkan desain mecha yang sangat futuristik dengan bodi transparan dan lampu LED RGB yang bisa dipersonalisasi.
Keunggulan utamanya adalah optimasi modem 5G yang sangat stabil dan dukungan Wi-Fi 7, fitur yang bahkan belum banyak tersedia di HP harga Rp5 jutaan dari brand lain.
Dengan harga hanya Rp2,7 jutaan, Nubia Neo 3 adalah pilihan bagi mereka yang ingin tampil beda dan future-proof.
Dengan persaingan yang semakin ketat, konsumen tidak lagi perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkan teknologi mutakhir. Jadi, dari kelima HP 'underdog' di atas, mana yang paling membuat Anda tergoda untuk pindah haluan?