- Amazon dan Prestasi Junior Indonesia mengedukasi lebih dari 400 siswi SD hingga SMA di Karawang dan Bekasi mengenai literasi teknologi berbasis AI.
- Program ini bertujuan mengatasi kesenjangan keterampilan digital yang dihadapi 57% bisnis akibat pesatnya adopsi Kecerdasan Buatan.
- Inisiatif ini mendorong perempuan muda melihat teknologi sebagai pilihan karier, mematahkan stereotip gender di sektor yang didominasi laki-laki.
“Saat ini kurang dari 5 persen perempuan menjadikan teknologi sebagai pilihan karier utama mereka. Tidak ada batasan bagi perempuan untuk terlibat di dunia teknologi karena keberagaman perspektif sangat penting untuk inovasi yang bermakna,” ujarnya.
Sementara Riris menekankan bahwa industri game kini telah berevolusi jauh melampaui sekadar hiburan.
![Ilustrasi kecerdasan buatan. [Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/06/55384-ilustrasi-kecerdasan-buatan.jpg)
“Karya game buatan talenta Indonesia semakin diakui di pasar global dan bahkan meraih penghargaan internasional. Dunia gaming kini tidak hanya dipandang sebagai hiburan tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan komunikasi, empati, dan kepemimpinan,” katanya.
“Kami berharap pelajar dapat melihat sektor gaming dan teknologi sebagai ruang untuk belajar dan berkarya serta merasa percaya diri menjadikannya pilihan karier masa depan.”
Patahkan Stereotip, Bangun Percaya Diri Sejak Dini
Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menegaskan bahwa intervensi sejak sekolah dasar penting untuk menjawab kesenjangan gender di sektor teknologi.
“Bidang AI, gaming, dan teknologi canggih kerap dipersepsikan sebagai ranah laki-laki. Kami ingin mematahkan stereotip tersebut dengan memberikan pengalaman nyata dan relevan bagi siswi dari SD hingga SMA,” ujarnya.
Dampaknya dirasakan langsung oleh sekolah peserta. Abdullah Mukhlis, Kepala Sekolah PKBM Baitul Hasanah Cikarang, menyebut program ini membuka wawasan baru bagi para siswi.
“Meskipun sebagian besar siswi kami memiliki keterbatasan akses teknologi, mereka menunjukkan semangat dan antusiasme belajar yang luar biasa. Program ini membuktikan keterbatasan bukanlah hambatan untuk berprestasi,” katanya.
Target Global: Jangkau 1 Juta Perempuan Muda
Secara global, Amazon menargetkan dapat menjangkau lebih dari satu juta anak perempuan dan perempuan muda hingga 2030 melalui berbagai inisiatif literasi teknologi.
Di Indonesia, kolaborasi industri dan dunia pendidikan ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem talenta digital yang lebih inklusif, khususnya di era AI yang menuntut keterampilan baru, kreativitas, dan perspektif beragam.