Ilmuwan Temukan Rahasia Menambang Harta Karun Meteorit Menggunakan Jamur

Agung Pratnyawan | Suara.com

Jum'at, 20 Februari 2026 | 16:53 WIB
Ilmuwan Temukan Rahasia Menambang Harta Karun Meteorit Menggunakan Jamur
Stasiun luar angkasa Internasional (ISS). [NASA]
  • Eksperimen BioAsteroid di ISS gunakan jamur untuk ekstraksi logam dari meteorit.
  • Jamur terbukti lebih agresif memproduksi asam karboksilat dalam kondisi gravitasi mikro.
  • Sebanyak 18 elemen, termasuk platinum, berhasil diekstraksi secara stabil menggunakan mikroba.

Suara.com - Seiring ambisi manusia untuk menjelajah lebih jauh ke luar angkasa, membawa logistik dari Bumi menjadi semakin tidak praktis dan mahal.

Solusinya? Kita harus belajar memanfaatkan sumber daya lokal di antariksa. Salah satu target paling potensial adalah meteorit atau asteroid yang kaya akan logam berharga seperti platinum.

Kabar terbarunya, sebuah eksperimen di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) berhasil membuktikan bahwa mikroorganisme jamur bisa menjadi kunci utama dalam menambang harta karun di langit tersebut.

Proyek BioAsteroid: Melibatkan Bakteri dan Jamur

Dalam sebuah proyek penelitian bertajuk BioAsteroid, Profesor Charles Cockell dari University of Edinburgh bersama timnya menguji kemampuan ekstraksi elemen dari material asteroid jenis L-chondrite.

Mereka tidak bekerja sendirian, melainkan "mempekerjakan" dua jenis mikroba: bakteri Sphingomonas desiccabilis dan jamur Penicillium simplicissimum.

Eksperimen ini sangat krusial karena merupakan salah satu pengujian pertama yang dilakukan langsung di ISS menggunakan material meteorit asli dalam kondisi gravitasi mikro.

Dr. Rosa Santomartino, peneliti dari Cornell University dan University of Edinburgh, menjelaskan pentingnya keberagaman spesies dalam riset ini.

"Ini adalah dua spesies yang sepenuhnya berbeda, dan mereka akan mengekstraksi hal yang berbeda pula. Kami ingin memahami mekanisme perilaku mikroba di luar angkasa yang selama ini belum banyak diketahui," ungkapnya.

Rahasia di Balik Asam Organik

Mengapa mikroba ini begitu sakti? Rahasianya terletak pada kemampuan mereka memproduksi asam karboksilat. Molekul karbon ini mampu "mengikat" mineral melalui proses kompleksasi, yang kemudian memicu pelepasan logam dari batuan.

Untuk melihat perbedaannya, astronot NASA Michael Scott Hopkins menjalankan eksperimen ini di ISS (gravitasi mikro), sementara para peneliti menjalankan kontrol serupa di laboratorium Bumi (gravitasi normal).

Gambar mikroskop elektron pemindaian (SEM) dari fragmen L-kondrit dalam dua kondisi gravitasi. [Santomartino dkk]
Gambar mikroskop elektron pemindaian (SEM) dari fragmen L-kondrit dalam dua kondisi gravitasi. [Santomartino dkk]

Hasilnya sangat menarik. Dari 44 elemen yang diuji, sebanyak 18 elemen berhasil diekstraksi secara biologis. Dr. Alessandro Stirpe mencatat sebuah temuan unik.

"Kami membagi analisis ke setiap elemen tunggal. Apakah ekstraksi di luar angkasa berbeda dengan di Bumi? Kami memang tidak melihat perbedaan masif secara keseluruhan, tapi ada beberapa detail yang sangat menarik." jelasnya.

Jamur Lebih Agresif di Luar Angkasa

Salah satu temuan paling menonjol adalah pada subjek jamur. Analisis metabolisme menunjukkan bahwa di luar angkasa, jamur meningkatkan produksi molekulnya secara signifikan, termasuk asam karboksilat.

Efeknya? Proses pelepasan logam mulia seperti palladium dan platinum menjadi jauh lebih efektif.

Menariknya lagi, jika ekstraksi kimia biasa (tanpa mikroba) cenderung kurang efektif dalam kondisi gravitasi mikro, kehadiran mikroba justru menjaga tingkat ekstraksi tetap stabil.

"Mikroba mungkin tidak selalu meningkatkan kecepatan ekstraksi secara drastis, tapi mereka menjaga level ekstraksi tetap stabil tanpa memedulikan kondisi gravitasi," tambah Dr. Santomartino.

Masa Depan Koloni Luar Angkasa

Hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal npj Microgravity ini memberikan harapan besar bagi masa depan kolonisasi planet lain. Dengan memanfaatkan jamur dan bakteri, manusia tidak perlu lagi membawa mesin tambang berat ke luar angkasa.

Cukup bawa "bibit" mikroba ini, dan mereka akan membantu kita membangun peradaban baru dari material meteorit yang ada di sana.

Teknologi biomining ini membuktikan bahwa masa depan eksplorasi ruang angkasa mungkin tidak hanya bergantung pada roket besar, tapi juga pada organisme kecil yang bekerja dalam diam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ISS Pensiun! NASA Akan Jatuhkan Stasiun Luar Angkasa Raksasa ke 'Kuburan Satelit' pada 2031

ISS Pensiun! NASA Akan Jatuhkan Stasiun Luar Angkasa Raksasa ke 'Kuburan Satelit' pada 2031

Tekno | Senin, 03 November 2025 | 17:33 WIB

Menakjubkan! ISS Pamer Foto Kemunculan Tiang Awan di Arab

Menakjubkan! ISS Pamer Foto Kemunculan Tiang Awan di Arab

Tekno | Sabtu, 28 Desember 2024 | 18:41 WIB

Terbang Lebih Rendah dari ISS: Video Ini Tunjukkan Betapa Cepatnya Kita Meluncur di Orbit

Terbang Lebih Rendah dari ISS: Video Ini Tunjukkan Betapa Cepatnya Kita Meluncur di Orbit

Tekno | Sabtu, 30 November 2024 | 13:52 WIB

Terkini

50 Kode Redeem FF Terbaru 30 April 2026: Klaim Bundle Gintoki, Magic Cube Hingga Motor Gintama

50 Kode Redeem FF Terbaru 30 April 2026: Klaim Bundle Gintoki, Magic Cube Hingga Motor Gintama

Tekno | Kamis, 30 April 2026 | 21:05 WIB

26 Kode Redeem FC Mobile 30 April 2026: Sikat Ronaldo TOTS dan Olise Tanpa Top Up Dijamin Gacor

26 Kode Redeem FC Mobile 30 April 2026: Sikat Ronaldo TOTS dan Olise Tanpa Top Up Dijamin Gacor

Tekno | Kamis, 30 April 2026 | 20:05 WIB

Gaming Maraton Lebih Nyaman, Infinix GT 50 Pro Jaga Suhu Tetap Aman

Gaming Maraton Lebih Nyaman, Infinix GT 50 Pro Jaga Suhu Tetap Aman

Tekno | Kamis, 30 April 2026 | 18:16 WIB

ZTE dan XLSMART Resmikan Innovation Center di Jakarta, Percepat Adopsi 5G-A dan AI di Indonesia

ZTE dan XLSMART Resmikan Innovation Center di Jakarta, Percepat Adopsi 5G-A dan AI di Indonesia

Tekno | Kamis, 30 April 2026 | 15:19 WIB

5 HP Xiaomi Kamera Leica Termurah, Hasil Jepretan Mewah ala Fotografer Pro

5 HP Xiaomi Kamera Leica Termurah, Hasil Jepretan Mewah ala Fotografer Pro

Tekno | Kamis, 30 April 2026 | 14:53 WIB

Garmin Instinct 3 Rilis Warna Baru: Smartwatch Tangguh Kini Jadi Tren Fashion Urban 2026

Garmin Instinct 3 Rilis Warna Baru: Smartwatch Tangguh Kini Jadi Tren Fashion Urban 2026

Tekno | Kamis, 30 April 2026 | 14:43 WIB

5 Rekomendasi Mic Clip On Wireless Murah tapi Bagus, Cocok buat Konten Kreator Pemula

5 Rekomendasi Mic Clip On Wireless Murah tapi Bagus, Cocok buat Konten Kreator Pemula

Tekno | Kamis, 30 April 2026 | 14:34 WIB

Siapa Pendiri Friendster? Media Sosial yang Pernah Berjaya, Mati, Kini Bangkit Lagi di 2026

Siapa Pendiri Friendster? Media Sosial yang Pernah Berjaya, Mati, Kini Bangkit Lagi di 2026

Tekno | Kamis, 30 April 2026 | 14:24 WIB

5 Rekomendasi HP OPPO dengan Fitur Kamera 0.5 Keluaran Baru: Fitur Flagship, Harga Irit

5 Rekomendasi HP OPPO dengan Fitur Kamera 0.5 Keluaran Baru: Fitur Flagship, Harga Irit

Tekno | Kamis, 30 April 2026 | 13:45 WIB

Cara Hapus Cache di HP Samsung, Cukup 3 Langkah Mudah Ini

Cara Hapus Cache di HP Samsung, Cukup 3 Langkah Mudah Ini

Tekno | Kamis, 30 April 2026 | 12:54 WIB