- Xiaomi Pad 8 hadirkan fitur WPS Office setara tampilan desktop PC.
- Dukungan Xiaomi HyperAI mempercepat proses rangkum dokumen dan transkrip rapat.
- Desain tipis 5,75 mm memudahkan profesional bekerja secara fleksibel di mana pun.
Suara.com - adirnya Xiaomi Pad 8 di pasar Indonesia membawa angin segar bagi para profesional yang menganut gaya hidup Work From Anywhere (WFA).
Berbeda dengan tablet konvensional, perangkat ini menjadi tablet Android yang mengintegrasikan WPS Office tingkat PC (PC-level).
Diklaim bisa memberikan pengalaman mengolah dokumen yang selama ini hanya identik dengan perangkat laptop.
Sinergi antara perangkat keras premium dan perangkat lunak produktivitas ini memungkinkan pengguna untuk tetap efisien meskipun bekerja dari kafe, lokasi syuting, hingga saat melakukan perjalanan bisnis.
"Xiaomi Pad 8 Series kami hadirkan sebagai perangkat yang benar-benar powerfully productive untuk profesional modern yang bekerja secara fleksibel. Dengan dukungan PC-level WPS Office, kemampuan AI canggih, serta performa flagship, tablet ini memberikan pengalaman kerja yang lengkap dalam satu perangkat premium dengan value yang sangat kompetitif," ujar Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia.
Transformasi Tablet Menjadi Stasiun Kerja Portabel
Salah satu hambatan terbesar dalam menggunakan tablet untuk bekerja adalah keterbatasan antarmuka aplikasi perkantoran yang sering kali terlalu sederhana.
Namun, melalui kolaborasi dengan WPS Office, Xiaomi berhasil menghadirkan layout dan fitur yang familiar bagi pengguna Microsoft Office maupun Google Docs.
Pengguna dapat mengelola WPS Sheets, Docs, hingga PDF dengan fleksibilitas multitasking yang tinggi berkat dukungan sistem operasi Xiaomi HyperOS 3.
Fitur split-screen yang dinamis memungkinkan pengguna membuka dua dokumen sekaligus atau melakukan riset di browser sambil menyusun presentasi dalam satu layar.
Hal ini sangat krusial bagi pekerja kreatif, seperti sutradara atau manajer proyek, yang dituntut untuk cepat merespons perubahan naskah atau data produksi di tengah mobilitas tinggi tanpa harus selalu membuka laptop yang berat.
![Peluncuran Xiaomi Pad 8 Series di Jakarta, Selasa (3/3/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/04/80925-xiaomi-pad-8-series.jpg)
Optimalisasi AI untuk Efisiensi Profesional
Selain keunggulan pada perangkat lunak pengolah kata, seri ini juga dilengkapi dengan Xiaomi HyperAI yang terintegrasi dengan Gemini dari Google.
Kehadiran kecerdasan buatan ini bukan sekadar gimik, melainkan alat bantu nyata untuk mempercepat alur kerja harian:
- AI Writing & Summarization: Membantu merangkum dokumen panjang atau memperbaiki tata bahasa pada surel secara otomatis.
- AI Speech Recognition: Mengubah rekaman rapat menjadi transkrip teks yang akurat secara real-time.
- AI Interpreter: Memudahkan komunikasi lintas bahasa saat melakukan pertemuan bisnis internasional.
Bagi pekerja kreatif, fitur AI juga membuka peluang baru untuk eksplorasi ide. Menurut Angga Sasongko, sutradara sekaligus CEO Visinema, teknologi AI dapat membantu mempercepat proses kreatif tanpa mengurangi kualitas ide.
"Dalam proses membuat film, kami sering berhadapan dengan dokumen yang sangat panjang, mulai dari riset cerita hingga revisi skenario. Fitur AI yang bisa merangkum dokumen membantu saya memahami inti informasi dengan cepat, sehingga saya bisa langsung fokus pada keputusan kreatif," ujar Angga.
Desain Ultra-Tipis
Secara teknis, perangkat ini dirancang untuk menangani beban kerja berat. Dengan ketebalan hanya 5,75 mm dan bobot sekitar 485 gram, tablet ini sangat ringkas untuk diselipkan ke dalam tas kerja.
Layar 11,2 inci beresolusi 3.2K dengan aspect ratio 3:2 memberikan ruang vertikal yang lebih luas, sehingga membaca dokumen atau lembar kerja menjadi lebih nyaman dibandingkan layar widescreen standar.
Daya tahan juga menjadi fokus utama dengan penyematan baterai 9.200mAh yang diklaim mampu menemani aktivitas produktif sepanjang hari.
Bagi mereka yang terbiasa mencatat secara manual, dukungan Focus Pen Pro dengan latensi rendah memberikan sensasi menulis yang presisi, menjadikannya perangkat pendukung kreativitas yang lengkap namun tetap kompetitif secara nilai.