- Lintasarta memproyeksikan kenaikan trafik jaringan 8-10% antara 18-25 Maret 2026 selama periode Idulfitri.
- Perusahaan menyiapkan monitoring real-time 24 jam melalui NOC serta tim teknis siaga untuk mitigasi gangguan.
- Strategi diperkuat dengan pemanfaatan AI dan integrasi empat pilar: konektivitas, cloud, keamanan, dan kolaborasi.
Suara.com - Lintasarta menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi lonjakan trafik digital selama periode Idulfitri 2026.
Perusahaan yang berada di bawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison ini memproyeksikan peningkatan trafik jaringan sekitar 8–10 persen sepanjang 18 hingga 25 Maret 2026.
Lonjakan tersebut diperkirakan terjadi seiring meningkatnya aktivitas digital di berbagai sektor, mulai dari keuangan, transportasi, ritel, hingga layanan publik yang tetap harus berjalan stabil selama libur panjang.
Director & Chief Telco Services Officer Lintasarta, Zulfi Hadi, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi faktor krusial dalam menjaga kelancaran layanan.
“Dengan kesiapan infrastruktur, sistem monitoring jaringan yang terintegrasi, serta dukungan tim operasional yang siaga selama periode Lebaran, kami ingin memastikan layanan pelanggan tetap berjalan optimal,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (19/3/2026).
Monitoring 24 Jam dan Antisipasi Lonjakan Trafik
Untuk menjaga stabilitas jaringan, Lintasarta mengandalkan Network Operation Center (NOC) yang beroperasi 24/7. Sistem ini memungkinkan pemantauan trafik secara real-time sekaligus deteksi dini terhadap potensi gangguan.
Selain itu, perusahaan juga melakukan optimalisasi kapasitas jaringan dan menyiapkan skenario tambahan untuk mengantisipasi lonjakan di titik-titik tertentu selama puncak arus digital Lebaran.
![Ilustrasi internet. [Freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/20/19347-ilustrasi-internet.jpg)
“Pendekatan monitoring real-time memungkinkan kami melakukan mitigasi secara cepat dan terukur agar gangguan dapat diminimalkan,” jelas Zulfi.
Tim teknis juga disiagakan di berbagai wilayah Indonesia untuk memastikan respons cepat terhadap gangguan, terutama bagi pelanggan enterprise yang mengandalkan sistem mission-critical.
Andalkan AI dan Integrasi 4C
Tak hanya infrastruktur jaringan, Lintasarta juga memperkuat peran kecerdasan buatan (AI) dalam pengelolaan layanan.
Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi “Beyond Infrastructure” yang mengintegrasikan empat pilar utama: konektivitas, cloud, keamanan siber, dan kolaborasi digital.
Model ini memungkinkan perusahaan tidak hanya menyediakan jaringan, tetapi juga solusi end-to-end untuk mendukung transformasi digital pelanggan secara menyeluruh.
Layanan Pelanggan Tetap Aktif