- Produksi PS6 dijadwalkan mulai awal 2027 menurut dokumen internal Sony.
- Harga PS6 diprediksi meningkat hingga kisaran 700 Dolar AS.
- Sony fokus pada game naratif eksklusif untuk tingkatkan daya tarik konsol.
Suara.com - Laporan sebelumnya mengungkap bahwa krisis chip dan memori dapat menghambat produksi konsol, terutama acara perilisan PlayStation 6 (PS6). Bocoran anyar kini mengklaim bila peluncuran PS6 masih sesuai jadwal, dengan prediksi harga lebih mahal.
Produksi PlayStation 6 dispekulasikan mulai awal hingga pertengahan tahun 2027, yang secara langsung menandakan jendela peluncuran pada akhir 2027 atau awal 2028.
Informasi ini datang dari YouTuber terkemuka Moore's Law Is Dead (MLID), yang mengklaim telah melihat dokumen internal Sony.
“Saya benar-benar memiliki dokumen yang menunjukkan kapan mereka memproduksi ini, dan itu di pertengahan hingga awal tahun 2027, dan tepat pada saat itulah mereka memproduksi PS6,” ungkap kanal YouTube Moore's Law Is Dead.
Jadwal ini sangat sejalan dengan siklus rilis konsol Sony yang biasanya berkisar antara tujuh hingga delapan tahun, menempatkan peluncuran PS6 tepat waktu setelah debut PS5 pada tahun 2020.
Mengutip Polygon, bocoran tersebut semakin diperkuat oleh leaker lain, KeplerL2, yang menyatakan bahwa jendela rilis 2027 bukanlah target, melainkan sudah menjadi kepastian bagi Sony.
Selain jadwal rilis, rumor mengenai spesifikasi dan harga PS6 juga mulai bermunculan.
Harga PS6 diprediksi berkisar 550 hingga 700 dolar AS (Rp9,3 juta hingga Rp12 juta), dengan desain ramping dan mempertahankan konsep drive disk yang bisa dilepas seperti PS5 Slim.
Apabila bocoran akurat, harga PS6 bakal melebihi banderol debut PS5 yang masih di angka 500 dolar AS.
Bahkan, ada spekulasi mengenai perangkat genggam pendamping dengan kode nama "Canis" yang mampu menjalankan game-game lama dengan performa setara PS5.
Namun, yang lebih menarik adalah strategi game yang akan diusung Sony. Jurnalis game veteran, Jeff Gerstmann, percaya bahwa banyak studio internal Sony sudah mulai beralih fokus.
“Setiap studio yang belum mengerjakan game PS5 perlu mendorong ke arah PlayStation 6,” ujar Gerstmann.
Langkah Sony yang dikabarkan mengurangi perilisan game eksklusif single-player ke platform PC juga memperkuat teori ini.
Setelah performa game live-service seperti Concord yang kurang memuaskan, Sony tampaknya sadar bahwa kekuatan utama mereka terletak pada game naratif eksklusif.
Dengan membatasi porting ke PC, Sony memberikan insentif yang jauh lebih besar bagi gamer untuk membeli konsol PS6 saat diluncurkan nanti.