- Telkomsel dan Huawei berkolaborasi di Mobile World Congress 2026 untuk memperkuat jaringan 5G, internet rumah, dan talenta digital Indonesia.
- Penerapan teknologi kecerdasan buatan serta perangkat canggih bertujuan meningkatkan stabilitas konektivitas dan meminimalkan area tanpa sinyal bagi pelanggan.
- Kemitraan ini menghadirkan fitur panggilan berbasis 5G dengan AI untuk mendukung transformasi digital nasional menuju visi Indonesia 2045.
Suara.com - Kolaborasi strategis antara Telkomsel dan Huawei menjadi sorotan di ajang teknologi global Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona.
Kerja sama ini difokuskan pada penguatan jaringan 5G, pengembangan home broadband, serta peningkatan talenta digital Indonesia.
Langkah ini bertujuan menghadirkan konektivitas yang lebih cepat, stabil, dan cerdas bagi pelanggan, baik untuk kebutuhan hiburan, pekerjaan, hingga bisnis digital.
5G Lebih Cepat, Internet Rumah Makin Stabil
Dalam kolaborasi ini, Telkomsel dan Huawei sepakat mengintegrasikan teknologi hybrid fiber dengan 5G.
Hasilnya, layanan internet rumah diklaim akan semakin stabil dan merata, mendukung aktivitas seperti streaming, gaming, hingga work from home (WFH) tanpa gangguan.
Selain itu, jaringan 5G juga ditingkatkan agar lebih responsif, terutama untuk akses real-time seperti video call dan aplikasi berbasis AR/VR di area dengan trafik tinggi.
Teknologi AI dan WiFi Pintar Minim Blank Spot
Kolaborasi ini juga menghadirkan inovasi berbasis kecerdasan buatan seperti Embedded AI dan Self Wi-Fi Optimization. Teknologi ini memungkinkan modem atau router mengelola sinyal secara otomatis untuk meminimalkan area tanpa sinyal (blank spot).
Di sisi jaringan, perangkat TDD Dual Band MetaAAU 64T64R digunakan untuk memperluas cakupan dan menjaga performa tetap stabil meski terjadi lonjakan pengguna.
Fitur Panggilan 5G dengan AI, Bisa Terjemahan Real-Time
Tak hanya konektivitas, Telkomsel dan Huawei juga memperkenalkan fitur panggilan generasi baru berbasis 5G dan AI.
Teknologi ini menghadirkan berbagai fitur canggih seperti terjemahan bahasa secara real-time, tampilan video call interaktif dengan avatar, hingga subtitle dengan peredam bising dan deteksi penipuan.
Dengan dukungan latensi rendah dan bandwidth tinggi, pengalaman komunikasi disebut akan menjadi lebih jernih, imersif, dan efisien.
Selain infrastruktur, kedua perusahaan juga sepakat memperkuat ekosistem talenta digital melalui pelatihan di bidang 5G, Fixed Mobile Convergence (FMC), serta solusi bisnis berbasis cloud.