Suara.com - Fenomena meninggal dan hilangnya sejumlah ilmuwan di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir memicu perhatian luas, mulai dari pemerintah hingga publik.
Kasus-kasus ini menjadi sorotan karena sebagian dari mereka memiliki keterkaitan dengan riset sensitif—mulai dari teknologi nuklir hingga eksplorasi luar angkasa.
Meski belum ada bukti kuat bahwa semua kejadian saling terkait, spekulasi terus berkembang, termasuk teori yang mengaitkannya dengan proyek rahasia hingga UFO.
Pemerintah AS, termasuk Gedung Putih dan lembaga seperti FBI serta NASA, kini ikut menelusuri sekitar 10 kasus yang melibatkan ilmuwan atau individu yang memiliki akses ke informasi penting.
Namun, sebagian ahli menilai kekhawatiran ini bisa saja hanya pola kebetulan yang dilebih-lebihkan. Berikut rangkuman dikutip dari Russia Today dan USA Today terkait kasus para ilmuwan yang meninggal atau menghilang dan menjadi sorotan.
![Misteri Hilangnya 10 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini [CBS News]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/24/56357-misteri-hilangnya-10-ilmuwan-nuklir-as-trump-berharap-kebetulan-fbi-bongkar-fakta-ini-cbs-news.jpg)
1. Kasus Ilmuwan Nuklir dan Plasma
Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Nuno F.G. Loureiro, profesor di Massachusetts Institute of Technology yang fokus pada fisika plasma dan energi fusi. Ia tewas dalam insiden penembakan pada Desember 2025 yang juga melibatkan pelaku yang sama dengan kasus penembakan di universitas lain.
Di bidang serupa, sejumlah ilmuwan lain yang memiliki keterkaitan dengan riset energi dan fisika juga meninggal dalam periode berdekatan. Meski tidak semua terkait langsung dengan proyek militer atau nuklir, bidang penelitian mereka dianggap strategis karena berkaitan dengan masa depan energi dan teknologi tinggi.
Kasus Loureiro sendiri dinyatakan sebagai tindak kriminal individual, tanpa motif jelas terkait pekerjaannya. Namun, karena bidangnya sensitif, publik tetap mengaitkannya dengan kemungkinan konspirasi.
2. Peneliti NASA dan Eksplorasi Antariksa
Beberapa ilmuwan yang bekerja di NASA juga masuk dalam daftar. Salah satunya adalah Michael David Hicks, peneliti yang fokus pada asteroid dan komet, yang meninggal pada 2023. Meski penyebab kematiannya tidak dipublikasikan secara luas, keluarga menyebut ia memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Nama lain adalah Frank Maiwald, yang berkontribusi pada misi pengamatan bumi dan satelit iklim. Selain itu, Monica Jacinto Reza dilaporkan hilang saat hiking pada 2025.
Walau tidak ada bukti ancaman keamanan nasional dari kasus-kasus ini, keterkaitan mereka dengan proyek luar angkasa membuat spekulasi semakin berkembang, termasuk dugaan hubungan dengan penelitian rahasia.
![Jejaring kasus 11 ilmuwan nuklir AS yang tewas maupun hilang secara misterius. [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/18/13666-11-ilmuwan-nuklir-as-yang-tewas-dan-hilang-misterius.jpg)
3. Astrofisikawan dan Peneliti Luar Angkasa
Kasus lain yang menghebohkan adalah kematian Carl Grillmair, seorang astrofisikawan dari California Institute of Technology. Ia ditembak di rumahnya pada 2026 oleh seorang tersangka yang sebelumnya pernah masuk ke propertinya.