Cara Culas Prajurit AS Untung Rp6,5 Miliar dari Operasi Penangkapan Nicolas Maduro

Galih Prasetyo

Jum'at, 24 April 2026 | 15:09 WIB
Cara Culas Prajurit AS Untung Rp6,5 Miliar dari Operasi Penangkapan Nicolas Maduro
(Gambar tidak asli, digunakan sebagai ilustrasi) Nicolas Maduro, Presiden Venezuela ditangkap militer AS [Ist/via Military Leak]
baca 10 detik
  • Sersan Gannon Ken Van Dyke didakwa menyalahgunakan informasi rahasia militer terkait penangkapan Nicolas Maduro di Caracas pada Januari 2026.
  • Tersangka menggunakan intelijen rahasia untuk memasang taruhan di platform prediksi guna meraup keuntungan pribadi sebesar 409.000 dolar AS.
  • Van Dyke menghadapi ancaman hukuman 60 tahun penjara atas dakwaan penipuan elektronik serta pelanggaran Undang-Undang Bursa Komoditas Amerika Serikat.

Suara.com - Seorang prajurit, Sersan Gannon Ken Van Dyke, pasukan khusus Amerika Serikat didakwa menyalahgunakan informasi rahasia militer untuk meraup keuntungan besar.

Si tentara diduga menggunakan intelijen sensitif terkait operasi penangkapan Nicolas Maduro untuk bertaruh di platform prediksi online.

Ken Van Dyke terlibat langsung dalam perencanaan dan eksekusi operasi militer rahasia bertajuk Operation Absolute Resolve.

Operasi tersebut berujung pada penangkapan Maduro di Caracas pada awal Januari 2026.

Menurut Departemen Kehakiman AS, Van Dyke memiliki akses ke informasi rahasia yang belum dipublikasikan.

Van Dyke memanfaatkan informasi rahasia itu memasang taruhan di Polymarket, sebuah platform yang memungkinkan pengguna berspekulasi terhadap peristiwa masa depan.

Foto diduga Nicolas Maduro, Presiden Venezuela ditangkap AS [Truth/Donald Trump]
Foto diduga Nicolas Maduro, Presiden Venezuela ditangkap AS [Truth/Donald Trump]

Sekitar sepekan sebelum operasi berlangsung, Van Dyke dilaporkan memasang taruhan lebih dari 33.000 dolar AS.

Dilansir dari NY Post, Van Dyke bertaruh pada sejumlah skenario, termasuk kemungkinan keterlibatan militer AS di Venezuela dan jatuhnya Maduro.

Pihak kejaksaan AS menyebut Van Dyke meraup keuntungan sekitar 409.000 dolar AS atau setara lebih dari Rp6,5 miliar.

baca juga

Untuk menutupi aksinya, tersangka diduga menggunakan VPN agar terlihat mengakses dari luar negeri.

Keuntungan tersebut kemudian disimpan dalam akun kripto asing sebelum dipindahkan ke rekening lain.

Atas perbuatannya, Van Dyke dijerat sejumlah dakwaan, termasuk pelanggaran Undang-Undang Bursa Komoditas, penipuan elektronik, serta transaksi keuangan ilegal.

Jika terbukti bersalah, Van Dyke terancam hukuman hingga 60 tahun penjara.

Jaksa AS, Jay Clayton, menegaskan tindakan tersebut merupakan bentuk insider trading.

“Terdakwa menyalahgunakan kepercayaan pemerintah dengan memanfaatkan informasi rahasia demi keuntungan pribadi,” ujarnya.

Direktur FBI, Kash Patel, juga menegaskan tidak ada pihak yang kebal hukum.

“Siapa pun yang mencoba memanfaatkan akses rahasia untuk keuntungan pribadi akan dimintai pertanggungjawaban,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teori Konspirasi Misteri Kematian dan Hilangnya Ilmuwan Riset Sensitif di AS

Teori Konspirasi Misteri Kematian dan Hilangnya Ilmuwan Riset Sensitif di AS

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:41 WIB

AS Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran, Targetkan Selat Hormuz hingga Infrastruktur Militer

AS Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran, Targetkan Selat Hormuz hingga Infrastruktur Militer

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:33 WIB

Iran Tegaskan Persatuan Nasional di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat

Iran Tegaskan Persatuan Nasional di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:41 WIB

Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump

Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:38 WIB

Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland

Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:59 WIB

Terkini

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

×