- PT ITSEC Asia Tbk menyelenggarakan RUPST 2025 untuk mengesahkan laporan kinerja keuangan dan meresmikan struktur organisasi baru perusahaan.
- Perusahaan mencatatkan laba bersih Rp68,35 miliar yang dialokasikan seluruhnya sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi bisnis keamanan siber.
- ITSEC Asia memperkuat layanan keamanan siber nasional dengan mengoptimalkan penggunaan dana IPO serta konversi Waran Seri I.
Suara.com - PT ITSEC Asia Tbk menegaskan kesiapan mempercepat ekspansi bisnis keamanan siber di tengah meningkatnya kebutuhan perlindungan digital nasional.
Perusahaan berkode saham IDX: CYBR itu memperkuat struktur organisasi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan dana IPO untuk mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, seluruh agenda yang diajukan Perseroan disetujui pemegang saham.
Agenda tersebut meliputi pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, penggunaan laba bersih, hingga laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) dan Waran Seri I.
ITSEC Asia mencatat laba bersih sebesar Rp68,35 miliar sepanjang tahun buku 2025.
Perseroan menetapkan dana cadangan wajib sebesar Rp100 juta, sedangkan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat operasional dan pengembangan bisnis.
![Ilustrasi Keamanan Siber. [Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/23/78830-ilustrasi-keamanan-siber.jpg)
Karena fokus pada ekspansi usaha, Perseroan memutuskan tidak membagikan dividen tahun buku 2025.
Selain itu, seluruh dana hasil IPO senilai Rp92,18 miliar telah direalisasikan sepenuhnya hingga akhir tahun buku 2025 sesuai rencana penggunaan dana.
Sementara dana hasil konversi Waran Seri I yang telah terealisasi mencapai Rp90,75 miliar, dengan sisa dana Rp14,83 miliar yang akan digunakan untuk pengembangan bisnis dan penguatan kapabilitas perusahaan.
Di tengah percepatan transformasi digital nasional, ITSEC Asia melihat lonjakan kebutuhan keamanan siber di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, jasa keuangan, infrastruktur kritikal hingga enterprise.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Perseroan memperkuat layanan cyber resilience, managed security services, serta pengembangan solusi keamanan berbasis AI yang adaptif terhadap ancaman digital terbaru.
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Rudolf Dannacher, mengatakan penguatan struktur organisasi menjadi langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus menjawab kompleksitas industri keamanan siber.
“Industri keamanan siber kini memasuki fase yang semakin strategis bagi keberlanjutan bisnis dan ketahanan nasional," ujar Patrick dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5/2036).
Karena itu, dia menambahkan, penguatan organisasi bukan hanya tentang pertumbuhan Perseroan, tetapi juga memastikan kami memiliki struktur, kapabilitas dan kepemimpinan yang tepat untuk menjawab kebutuhan pasar yang berkembang sangat cepat.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem keamanan digital.