- Permintaan chip memori yang masif untuk pusat data AI memicu lonjakan harga komponen DRAM dan NAND secara drastis.
- CEO Apple, Tim Cook, mengisyaratkan kenaikan harga produk teknologi akibat tingginya biaya produksi komponen yang sulit dihindari perusahaan.
- Analis memperkirakan kenaikan harga komponen dapat memengaruhi biaya jual produk Apple, termasuk lini iPhone dan Mac mendatang.
Meski Cook tidak mengungkap produk mana yang akan mengalami penyesuaian harga terlebih dahulu, sejumlah pengamat menilai lini Mac dan iPad berpotensi menjadi yang pertama terdampak.

Apple sendiri sebelumnya telah menaikkan harga awal Mac Mini, yang dianggap sebagai sinyal awal perubahan strategi harga perusahaan.
Kondisi ini juga membuat calon iPhone 18 dan perangkat iPhone lipat pertama Apple menjadi sorotan pasar, terutama terkait kemungkinan kenaikan harga saat peluncuran.
Tim Cook Sebut Kondisi Ini "Banjir Seratus Tahun"
Cook menggambarkan gejolak rantai pasokan saat ini sebagai situasi yang sangat langka dan belum pernah ia alami selama puluhan tahun memimpin operasional Apple.
"Ini seperti banjir seratus tahun," kata Cook, menggambarkan besarnya tekanan yang terjadi pada rantai pasokan komponen teknologi global.
Meski demikian, ia optimistis kondisi pasar pada akhirnya akan kembali stabil. Apple juga mempertimbangkan memanfaatkan kekuatan neraca keuangannya untuk mengamankan pasokan memori dalam jangka panjang.
Namun, Cook mengakui langkah tersebut tidak mudah mengingat banyak pemasok telah terikat kontrak AI multi-tahun dengan pembayaran di muka bernilai besar.
Era AI Tak Hanya Mengubah Teknologi, Tapi Juga Harga Gadget
Fenomena ini menunjukkan bahwa revolusi AI bukan hanya mengubah cara manusia bekerja dan berinteraksi dengan teknologi, tetapi juga mulai memengaruhi harga perangkat yang digunakan sehari-hari.
Jika tren permintaan chip AI terus meningkat, konsumen berpotensi menghadapi era baru harga gadget premium yang lebih mahal, termasuk iPhone, Mac, dan perangkat elektronik lainnya.
![Ilustrasi chipset. [Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/20/55978-ilustrasi-chipset.jpg)
Bagi Apple, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar menghadirkan inovasi AI, tetapi juga menjaga produknya tetap kompetitif di tengah lonjakan biaya komponen global.