- Oppo berhasil mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar smartphone Indonesia dengan pangsa 22 persen pada kuartal pertama 2026.
- Total pengiriman smartphone di Indonesia menurun 9 persen akibat kenaikan harga komponen pada awal tahun 2026 ini.
- Oppo memperkuat dominasi melalui strategi multi-segmen serta peluncuran perangkat premium Find X9 Ultra dan Find X9s terbaru.
Suara.com - Industri smartphone Indonesia menghadapi tantangan besar pada awal 2026. Kenaikan harga komponen memori global mendorong harga perangkat naik di berbagai segmen, sehingga membuat sebagian konsumen menunda pembelian maupun pembaruan perangkat.
Di tengah kondisi tersebut, Oppo berhasil mempertahankan posisinya sebagai merek smartphone nomor satu di Indonesia pada kuartal pertama 2026 (Q1 2026).
Berdasarkan laporan terbaru Counterpoint Research, Oppo menguasai 22 persen pangsa pasar nasional, menjadikannya pemimpin pasar smartphone Indonesia pada periode tersebut.
Keberhasilan tersebut ditopang oleh performa kuat lini OPPO Reno15 Series dan OPPO A Series yang menjadi kontributor utama di segmen menengah, sekaligus diperkuat oleh strategi ekspansi ke pasar flagship melalui peluncuran OPPO Find X9 Ultra dan OPPO Find X9s.
Oppo Bertahan di Tengah Penurunan Pasar Smartphone
Data Counterpoint Research menunjukkan total pengiriman smartphone di Indonesia pada Q1 2026 mengalami penurunan 9 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Meski pasar melemah, Oppo mampu mempertahankan momentum pertumbuhannya melalui portofolio produk yang menjangkau berbagai segmen konsumen.
Reno15 Series menjadi pilihan utama pengguna yang mengutamakan fotografi, kreativitas, dan produktivitas dalam satu perangkat.
Sementara A Series berhasil menjangkau lebih banyak konsumen melalui kombinasi performa, daya tahan, dan harga yang kompetitif.
Strategi multi-segmen tersebut menjadi fondasi penting yang menjaga dominasi Oppo di pasar smartphone nasional.
Segmen Premium Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Di saat pasar smartphone secara keseluruhan melambat, segmen premium justru menunjukkan tren yang berbeda.
Menurut laporan Counterpoint Research, smartphone dengan harga di atas 600 dolar AS mencatat kontribusi tertinggi sepanjang sejarah pasar Indonesia dengan pangsa mencapai 8,3 persen dari total pengiriman smartphone pada Q1 2026.
Segmen ini juga tumbuh 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin banyak konsumen Indonesia yang bersedia berinvestasi pada perangkat premium yang menawarkan teknologi kamera canggih, performa flagship, kecerdasan buatan (AI), serta pengalaman penggunaan yang lebih personal.