- TikTok Shop by Tokopedia mendemonstrasikan kekuatan Discovery Commerce melalui kampanye #BeliLokal di Indonesia Fashion Week 2026.
- Brand lokal Beige Studio berhasil mencatatkan hingga 700 pesanan per hari berkat integrasi video pendek dan LIVE streaming.
- Sektor fesyen dan kriya menyerap 3,69 juta tenaga kerja serta menyumbang PDB Rp120,13 triliun pada awal 2026.
Suara.com - TikTok Shop by Tokopedia memanfaatkan momentum Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 untuk mendemonstrasikan kekuatan Discovery Commerce.
Melalui kampanye #BeliLokal, platform ini tidak lagi sekadar menjadi tempat transaksi, melainkan sebuah mesin pertumbuhan ekonomi yang mengintegrasikan konten autentik, komunitas, dan perdagangan dalam satu ekosistem shoppertainment yang cerdas.
Inovasi Algoritma: Saat Konten Menjadi Penggerak Konversi
Pergeseran perilaku belanja ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan transformasi teknologi retail.
Laporan Accenture Song bertajuk Shoppertainment: APAC's Trillion-Dollar Opportunity memproyeksikan ekonomi kreator di Asia Pasifik akan menyentuh angka fantastis US$1,2 triliun pada 2030.
Di Indonesia, teknologi ini telah membuktikan efektivitasnya dengan kenaikan pesanan melalui sesi LIVE sebesar 59 persen pada awal tahun 2026.
Fashion Category Strategy and Campaign Lead Tokopedia & TikTok Shop Indonesia, Claudia Elaine, menegaskan bahwa inklusivitas teknologi adalah kunci bagi brand lokal untuk naik kelas.
"Cara masyarakat menemukan produk fesyen terus berkembang. Inklusivitas discovery commerce membuka peluang bagi brand fesyen lokal dari berbagai skala untuk menjangkau lebih banyak konsumen melalui konten, komunitas, dan aktivitas perdagangan dalam satu ekosistem yang terintegrasi," jelas Claudia.
Automasi Kepercayaan: Studi Kasus Beige Studio
Teknologi discovery commerce terbukti mampu mengubah bisnis sampingan menjadi kekuatan pasar nasional.
Beige Studio, sebuah brand lokal yang dikelola 100 persen oleh perempuan, menjadi bukti nyata bagaimana integrasi video pendek dan LIVE streaming dapat menghasilkan hingga 700 pesanan per hari.
Pendiri Beige Studio, Priscillia Wirjadinata, mengungkapkan bahwa teknologi TikTok Shop memberikan rasa aman bagi pembeli meskipun sebuah brand belum memiliki pengikut jutaan.
"Walau pengikut kami belum banyak, konsumen tetap yakin berbelanja karena merasa terlindungi oleh sistem di platform. Ini membuat kami #JualanNyaman. Saat kampanye tanggal kembar, penjualan kami bahkan naik lebih dari 50 persen," ungkap Priscillia.
Affiliate sebagai "Human Algorithm" di Industri Fesyen
Satu komponen inovasi yang sering luput dari perhatian adalah peran affiliate sebagai jembatan antara produk dan audiens. Pada 2025, pesanan melalui affiliate di TikTok Shop melesat 2,5 kali lipat.
Mereka berfungsi sebagai kurator berbasis data yang menyaring produk berkualitas untuk komunitas mereka.
![TikTok Shop by Tokopedia di IFW 2026. [TikTok Shop]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/05/13071-tiktok-shop-by-tokopedia-di-ifw-2026.jpg)
Kreator konten seperti @Ireztia, yang memiliki lebih dari satu juta pengikut, membuktikan bahwa dukungan platform teknologi dapat melipatgandakan efektivitas pemasaran.
"Tanpa dukungan platform, ROI (Return on Investment) yang aku dapat biasanya sekitar 10 kali, tapi dengan dukungan sistem dan program promosi dari platform, angkanya bisa naik 30 sampai 40 kali. Perbedaannya terasa sangat signifikan bagi mitra UMKM," kata Ireztia.
Dampak Ekonomi: Lebih dari Sekadar Transaksi
Integrasi TikTok Shop dan Tokopedia di IFW 2026 bukan sekadar pameran busana, melainkan perwujudan dari ekosistem digital yang matang. Dengan sektor fesyen dan kriya yang menyerap 3,69 juta tenaga kerja dan menyumbang PDB sebesar Rp120,13 triliun pada triwulan pertama 2026, inovasi teknologi retail menjadi tulang punggung ketahanan ekonomi nasional.
Melalui booth premium dengan fasilitas LIVE eksklusif, TikTok Shop memastikan bahwa brand lokal tidak hanya bertahan di era digital, tetapi juga memimpin pasar melalui konten yang autentik dan relevan.
Di masa depan, teknologi shoppertainment diprediksi akan terus mengaburkan batas antara hiburan dan belanja, menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi fesyen digital di kawasan Asia Pasifik.