- Google resmi meluncurkan fitur percakapan Gemini AI bernama Ask Maps di Indonesia saat Hari Kemerdekaan.
- Fitur Ask Maps membantu pengguna mencari lokasi, UMKM, jadwal transportasi, dan kondisi jalan secara real-time.
- Pengguna dapat menghubungkan akun Gmail secara manual untuk mendapatkan rekomendasi perjalanan yang disesuaikan agenda pribadi.
Suara.com - Mencari tempat makan lokal, menyusun perjalanan saat libur panjang, atau menemukan destinasi yang belum terlalu ramai sering kali membutuhkan banyak pencarian dan perencanaan.
Pengguna harus berpindah dari aplikasi peta ke pencarian informasi, mengecek jadwal transportasi, lalu menyesuaikan semuanya dengan agenda yang sudah dimiliki.
Google mencoba memangkas proses tersebut melalui Ask Maps, fitur percakapan berbasis Gemini AI yang kini resmi hadir di Indonesia.
Bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan RI, fitur ini dirancang agar pengguna dapat mencari lokasi dan merencanakan perjalanan cukup melalui percakapan dalam Google Maps.
Bukan sekadar mencari alamat, Ask Maps dapat membantu pengguna menemukan hidden gems, UMKM lokal, tempat bersejarah, kafe, hingga destinasi wisata, sekaligus memberikan rekomendasi berdasarkan konteks perjalanan.
Google Maps Kini Bisa Diajak “Ngobrol”
Kehadiran Ask Maps mengubah cara pengguna berinteraksi dengan layanan peta. Alih-alih mengetik kata kunci seperti “restoran di sekitar sini”, pengguna dapat memberikan permintaan yang lebih natural dan spesifik.
Misalnya, mencari warung soto legendaris di Yogyakarta yang sudah berusia lebih dari 50 tahun dan buka sejak pagi.
Ask Maps kemudian memanfaatkan kemampuan Gemini AI dan informasi lokasi untuk membantu menyaring pilihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Pendekatan ini membuat Google Maps tidak hanya berfungsi sebagai alat navigasi, tetapi juga mulai berperan sebagai asisten perjalanan berbasis AI.
Ask Maps tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, sementara dukungan bahasa lokal lainnya akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa minggu berikutnya.
Bisa Cek Transportasi dan Kondisi Jalan Secara Real-Time
Salah satu kemampuan yang ditonjolkan adalah pemanfaatan informasi real-time.
Pengguna dapat bertanya, misalnya:
“Bagaimana cara menuju Kota Tua Jakarta dari Bandara Soekarno-Hatta? Kapan jadwal kereta berikutnya?”
Ask Maps dapat memberikan opsi perjalanan melalui transportasi umum sekaligus menampilkan informasi pada live transit board, termasuk pemberitahuan mengenai keterlambatan.

Bagi pengguna kendaraan pribadi, informasi mengenai gangguan jalan maupun insiden lalu lintas di sepanjang rute juga dapat menjadi bagian dari jawaban.
Fitur tersebut menjadi semakin relevan ketika mobilitas masyarakat meningkat selama periode libur panjang.
Pengguna tidak hanya membutuhkan lokasi tujuan, tetapi juga perlu mengetahui cara terbaik untuk mencapai lokasi tersebut berdasarkan kondisi perjalanan saat itu.
AI Bisa Membaca Rencana Perjalanan dari Gmail
Salah satu fitur yang membuat Ask Maps berbeda adalah dukungan Personal Intelligence.
Dengan izin pengguna, Ask Maps dapat dihubungkan dengan akun Gmail untuk memahami informasi seperti reservasi hotel atau tiket penerbangan yang akan datang.
Dukungan untuk Google Calendar juga akan menyusul. Dengan begitu, pengguna tidak perlu selalu memasukkan ulang detail perjalanan.
Contohnya, pengguna dapat bertanya:
“Ada ide kegiatan yang bisa saya lakukan di sekitar hotel sebelum penerbangan saya besok?”
Ask Maps dapat menggunakan informasi reservasi yang tersedia untuk memberikan rekomendasi tempat di sekitar hotel sekaligus memperhitungkan waktu perjalanan menuju bandara.
Konsep ini membuat AI tidak hanya menjawab pertanyaan berdasarkan lokasi, tetapi juga memahami konteks agenda pengguna.
Tak Perlu Mengulang Percakapan dari Awal
Ask Maps juga memiliki kemampuan mengingat percakapan sebelumnya jika pengguna mengaktifkan pengaturan riwayat.
Artinya, perencanaan perjalanan tidak harus selesai dalam satu sesi. Pengguna dapat melanjutkan percakapan dengan pertanyaan seperti:
“Kemarin kamu menyarankan itinerary ke Bali Zoo, setelah itu bisa lanjut ke mana lagi?”
Dengan konteks percakapan sebelumnya, pengguna tidak perlu mengulang seluruh permintaan dari awal.
Kemampuan ini menunjukkan arah baru layanan navigasi berbasis AI: peta tidak hanya memberikan informasi satu kali, tetapi dapat menjadi partner dalam merencanakan perjalanan secara bertahap.
Gmail Tidak Otomatis Terhubung
Meski menawarkan kemampuan personalisasi, Google tetap memberikan kendali kepada pengguna terkait data pribadi.
Integrasi dengan Gmail dinonaktifkan secara default. Pengguna harus memilih sendiri apakah ingin menghubungkan aplikasi tersebut dengan Ask Maps.

Dengan mekanisme tersebut, informasi perjalanan yang berasal dari Gmail tidak otomatis digunakan oleh fitur tersebut tanpa persetujuan pengguna.
Google juga menempatkan kontrol pengguna sebagai bagian dari rancangan privasi Ask Maps.
Bisa Dipakai Cari UMKM dan Hidden Gems Lokal
Kehadiran Ask Maps di Indonesia juga memiliki potensi yang lebih luas daripada sekadar membantu wisatawan menemukan tempat populer.
Kemampuan pencarian berbasis percakapan memungkinkan pengguna mencari destinasi yang lebih spesifik, termasuk usaha lokal dan tempat yang mungkin tidak muncul dalam daftar destinasi wisata mainstream.
Liburan 17-an Bisa Jadi Ujian Baru AI Google Maps
Momentum peluncuran Ask Maps bertepatan dengan periode perayaan kemerdekaan Indonesia dan libur panjang Agustusan.
Situasi ini menjadi konteks yang tepat untuk menguji kemampuan AI dalam menghadapi kebutuhan perjalanan yang berubah-ubah, yakni mencari tempat makan, menghindari kemacetan, menemukan destinasi lokal, hingga mengatur waktu keberangkatan.
Namun, inovasi terbesar Ask Maps bukan sekadar kemampuannya memberikan rekomendasi.
Hal yang lebih penting adalah penggabungan AI percakapan dengan data lokasi dan informasi real-time.
Selama ini, pengguna harus mengetahui kata kunci yang tepat untuk mendapatkan hasil pencarian. Dengan pendekatan percakapan, pengguna cukup menjelaskan apa yang ingin dilakukan, kemudian AI membantu menerjemahkannya menjadi pencarian lokasi dan rencana perjalanan.
Dengan Ask Maps, Google tampaknya ingin menggeser fungsi peta dari sekadar “menunjukkan tempat” menjadi “membantu menentukan apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara mencapainya.”
Bagi bisnis lokal dan UMKM, perubahan ini juga berpotensi membuka jalur baru untuk ditemukan pelanggan.
Sementara bagi pengguna, teknologi tersebut menjanjikan cara yang lebih sederhana untuk menjelajahi destinasi yang selama ini mungkin luput dari pencarian biasa.
Pada akhirnya, semangat “Jelajah Nusantara, Lebih Dekat” yang dibawa Ask Maps bukan hanya soal menemukan tempat baru.
Ini juga menunjukkan bagaimana AI mulai masuk ke aktivitas yang sangat sehari-hari, seperti memilih tempat makan, mengatur perjalanan, membaca kondisi jalan, dan menemukan pengalaman lokal hanya melalui percakapan.