Google Maps Hadirkan Ask Maps di Indonesia, AI Bisa Cari Hidden Gems hingga Susun Rute Liburan

Dythia Novianty

Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:37 WIB
Google Maps Hadirkan Ask Maps di Indonesia, AI Bisa Cari Hidden Gems hingga Susun Rute Liburan
Ask Maps. [Google Indonesia]
baca 10 detik
  • Google resmi meluncurkan fitur percakapan Gemini AI bernama Ask Maps di Indonesia saat Hari Kemerdekaan.
  • Fitur Ask Maps membantu pengguna mencari lokasi, UMKM, jadwal transportasi, dan kondisi jalan secara real-time.
  • Pengguna dapat menghubungkan akun Gmail secara manual untuk mendapatkan rekomendasi perjalanan yang disesuaikan agenda pribadi.

Suara.com - Mencari tempat makan lokal, menyusun perjalanan saat libur panjang, atau menemukan destinasi yang belum terlalu ramai sering kali membutuhkan banyak pencarian dan perencanaan. 

Pengguna harus berpindah dari aplikasi peta ke pencarian informasi, mengecek jadwal transportasi, lalu menyesuaikan semuanya dengan agenda yang sudah dimiliki.

Google mencoba memangkas proses tersebut melalui Ask Maps, fitur percakapan berbasis Gemini AI yang kini resmi hadir di Indonesia. 

Bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan RI, fitur ini dirancang agar pengguna dapat mencari lokasi dan merencanakan perjalanan cukup melalui percakapan dalam Google Maps.

Bukan sekadar mencari alamat, Ask Maps dapat membantu pengguna menemukan hidden gems, UMKM lokal, tempat bersejarah, kafe, hingga destinasi wisata, sekaligus memberikan rekomendasi berdasarkan konteks perjalanan.

Google Maps Kini Bisa Diajak “Ngobrol”

Kehadiran Ask Maps mengubah cara pengguna berinteraksi dengan layanan peta. Alih-alih mengetik kata kunci seperti “restoran di sekitar sini”, pengguna dapat memberikan permintaan yang lebih natural dan spesifik. 

Misalnya, mencari warung soto legendaris di Yogyakarta yang sudah berusia lebih dari 50 tahun dan buka sejak pagi.

Ask Maps kemudian memanfaatkan kemampuan Gemini AI dan informasi lokasi untuk membantu menyaring pilihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

baca juga

Pendekatan ini membuat Google Maps tidak hanya berfungsi sebagai alat navigasi, tetapi juga mulai berperan sebagai asisten perjalanan berbasis AI.

Ask Maps tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, sementara dukungan bahasa lokal lainnya akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa minggu berikutnya.

Bisa Cek Transportasi dan Kondisi Jalan Secara Real-Time

Salah satu kemampuan yang ditonjolkan adalah pemanfaatan informasi real-time.

Pengguna dapat bertanya, misalnya:

“Bagaimana cara menuju Kota Tua Jakarta dari Bandara Soekarno-Hatta? Kapan jadwal kereta berikutnya?”

Ask Maps dapat memberikan opsi perjalanan melalui transportasi umum sekaligus menampilkan informasi pada live transit board, termasuk pemberitahuan mengenai keterlambatan.

Ilustrasi navigasi menggunakan Google Maps (Pixabay/A*_Photography)
Ilustrasi navigasi menggunakan Google Maps (Pixabay/A*_Photography)

Bagi pengguna kendaraan pribadi, informasi mengenai gangguan jalan maupun insiden lalu lintas di sepanjang rute juga dapat menjadi bagian dari jawaban.

Fitur tersebut menjadi semakin relevan ketika mobilitas masyarakat meningkat selama periode libur panjang. 

Pengguna tidak hanya membutuhkan lokasi tujuan, tetapi juga perlu mengetahui cara terbaik untuk mencapai lokasi tersebut berdasarkan kondisi perjalanan saat itu.

AI Bisa Membaca Rencana Perjalanan dari Gmail

Salah satu fitur yang membuat Ask Maps berbeda adalah dukungan Personal Intelligence.

Dengan izin pengguna, Ask Maps dapat dihubungkan dengan akun Gmail untuk memahami informasi seperti reservasi hotel atau tiket penerbangan yang akan datang. 

Dukungan untuk Google Calendar juga akan menyusul. Dengan begitu, pengguna tidak perlu selalu memasukkan ulang detail perjalanan.

Contohnya, pengguna dapat bertanya:

“Ada ide kegiatan yang bisa saya lakukan di sekitar hotel sebelum penerbangan saya besok?”

Ask Maps dapat menggunakan informasi reservasi yang tersedia untuk memberikan rekomendasi tempat di sekitar hotel sekaligus memperhitungkan waktu perjalanan menuju bandara.

Konsep ini membuat AI tidak hanya menjawab pertanyaan berdasarkan lokasi, tetapi juga memahami konteks agenda pengguna.

Tak Perlu Mengulang Percakapan dari Awal

Ask Maps juga memiliki kemampuan mengingat percakapan sebelumnya jika pengguna mengaktifkan pengaturan riwayat.

Artinya, perencanaan perjalanan tidak harus selesai dalam satu sesi. Pengguna dapat melanjutkan percakapan dengan pertanyaan seperti:

“Kemarin kamu menyarankan itinerary ke Bali Zoo, setelah itu bisa lanjut ke mana lagi?”

Dengan konteks percakapan sebelumnya, pengguna tidak perlu mengulang seluruh permintaan dari awal.

Kemampuan ini menunjukkan arah baru layanan navigasi berbasis AI: peta tidak hanya memberikan informasi satu kali, tetapi dapat menjadi partner dalam merencanakan perjalanan secara bertahap.

Gmail Tidak Otomatis Terhubung

Meski menawarkan kemampuan personalisasi, Google tetap memberikan kendali kepada pengguna terkait data pribadi.

Integrasi dengan Gmail dinonaktifkan secara default. Pengguna harus memilih sendiri apakah ingin menghubungkan aplikasi tersebut dengan Ask Maps.

ilustrasi Gmail.  (Unsplash)
ilustrasi Gmail. (Unsplash)

Dengan mekanisme tersebut, informasi perjalanan yang berasal dari Gmail tidak otomatis digunakan oleh fitur tersebut tanpa persetujuan pengguna.

Google juga menempatkan kontrol pengguna sebagai bagian dari rancangan privasi Ask Maps.

Bisa Dipakai Cari UMKM dan Hidden Gems Lokal

Kehadiran Ask Maps di Indonesia juga memiliki potensi yang lebih luas daripada sekadar membantu wisatawan menemukan tempat populer.

Kemampuan pencarian berbasis percakapan memungkinkan pengguna mencari destinasi yang lebih spesifik, termasuk usaha lokal dan tempat yang mungkin tidak muncul dalam daftar destinasi wisata mainstream.

Liburan 17-an Bisa Jadi Ujian Baru AI Google Maps

Momentum peluncuran Ask Maps bertepatan dengan periode perayaan kemerdekaan Indonesia dan libur panjang Agustusan.

Situasi ini menjadi konteks yang tepat untuk menguji kemampuan AI dalam menghadapi kebutuhan perjalanan yang berubah-ubah, yakni mencari tempat makan, menghindari kemacetan, menemukan destinasi lokal, hingga mengatur waktu keberangkatan.

Namun, inovasi terbesar Ask Maps bukan sekadar kemampuannya memberikan rekomendasi.

Hal yang lebih penting adalah penggabungan AI percakapan dengan data lokasi dan informasi real-time.

Selama ini, pengguna harus mengetahui kata kunci yang tepat untuk mendapatkan hasil pencarian. Dengan pendekatan percakapan, pengguna cukup menjelaskan apa yang ingin dilakukan, kemudian AI membantu menerjemahkannya menjadi pencarian lokasi dan rencana perjalanan.

Dengan Ask Maps, Google tampaknya ingin menggeser fungsi peta dari sekadar “menunjukkan tempat” menjadi “membantu menentukan apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara mencapainya.”

Bagi bisnis lokal dan UMKM, perubahan ini juga berpotensi membuka jalur baru untuk ditemukan pelanggan. 

Sementara bagi pengguna, teknologi tersebut menjanjikan cara yang lebih sederhana untuk menjelajahi destinasi yang selama ini mungkin luput dari pencarian biasa.

Pada akhirnya, semangat “Jelajah Nusantara, Lebih Dekat” yang dibawa Ask Maps bukan hanya soal menemukan tempat baru. 

Ini juga menunjukkan bagaimana AI mulai masuk ke aktivitas yang sangat sehari-hari, seperti memilih tempat makan, mengatur perjalanan, membaca kondisi jalan, dan menemukan pengalaman lokal hanya melalui percakapan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Rekomendasi Google TV Murah, Harga Mulai 1 Jutaan Fitur Premium

5 Rekomendasi Google TV Murah, Harga Mulai 1 Jutaan Fitur Premium

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2026 | 14:21 WIB

Review Panasonic TH-43NX600G: Google TV 4K dengan Kualitas Visual "Real" ala 3D

Review Panasonic TH-43NX600G: Google TV 4K dengan Kualitas Visual "Real" ala 3D

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:21 WIB

Bingung Pilih Smart TV atau Google TV? Simak Perbedaannya sebelum Beli

Bingung Pilih Smart TV atau Google TV? Simak Perbedaannya sebelum Beli

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 10:48 WIB

Penjualan Kacamata Pintar Google Diprediksi Tembus 2 Juta, Tantang Dominasi Meta

Penjualan Kacamata Pintar Google Diprediksi Tembus 2 Juta, Tantang Dominasi Meta

Tekno | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:29 WIB

Google Permudah Pindah dari iPhone ke Android, Ancaman Baru untuk Apple?

Google Permudah Pindah dari iPhone ke Android, Ancaman Baru untuk Apple?

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:51 WIB

Hadir dengan Gemini Intelligence, Googlebook Siap Gantikan Laptop Pixel?

Hadir dengan Gemini Intelligence, Googlebook Siap Gantikan Laptop Pixel?

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:50 WIB

Terkini

Tak Ada Luka Kekerasan di Jasad Sutrimo, Tim Forensik Telusuri Dugaan Tewas Diracun

Tak Ada Luka Kekerasan di Jasad Sutrimo, Tim Forensik Telusuri Dugaan Tewas Diracun

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:38 WIB

Google Maps Hadirkan Ask Maps di Indonesia, AI Bisa Cari Hidden Gems hingga Susun Rute Liburan

Google Maps Hadirkan Ask Maps di Indonesia, AI Bisa Cari Hidden Gems hingga Susun Rute Liburan

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:37 WIB

Imigrasi Catat PNBP Rp6,54 Triliun Hingga Agustus 2026, Naik 6,68 Persen

Imigrasi Catat PNBP Rp6,54 Triliun Hingga Agustus 2026, Naik 6,68 Persen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Link Pendaftaran Merdeka Run 2026 Kemenpora, Dibuka Hari Ini Pukul 17.00 WIB

Link Pendaftaran Merdeka Run 2026 Kemenpora, Dibuka Hari Ini Pukul 17.00 WIB

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Don Ritto dan Nurman Herin Diperiksa Kejagung Buntut Dugaan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Don Ritto dan Nurman Herin Diperiksa Kejagung Buntut Dugaan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:35 WIB

Terungkap Sudah 2 Tahun, Perjalanan Cinta Nadya Arina dan Jerome Kurnia yang Awalnya Dirahasiakan

Terungkap Sudah 2 Tahun, Perjalanan Cinta Nadya Arina dan Jerome Kurnia yang Awalnya Dirahasiakan

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:35 WIB

3 HP Redmi RAM 12 GB dan Memori 512 GB Bujet Rp3-4 Jutaan, Performa Juara

3 HP Redmi RAM 12 GB dan Memori 512 GB Bujet Rp3-4 Jutaan, Performa Juara

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:32 WIB

KLH Dorong Tobat Ekologis, Jangan Ada Lagi Eksploitasi Alam Tanpa Pemulihan

KLH Dorong Tobat Ekologis, Jangan Ada Lagi Eksploitasi Alam Tanpa Pemulihan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:29 WIB

Viral Kasus Guru Lijan Sinaga: Diupah Rp500 Ribu Kini Terancam 12 Tahun Bui Gegara Tegur Murid

Viral Kasus Guru Lijan Sinaga: Diupah Rp500 Ribu Kini Terancam 12 Tahun Bui Gegara Tegur Murid

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:29 WIB

Menjelang HUT ke-81 RI, Pemkab Bogor Bagikan Bendera Merah Putih ke 40 Kecamatan

Menjelang HUT ke-81 RI, Pemkab Bogor Bagikan Bendera Merah Putih ke 40 Kecamatan

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:29 WIB

×