- Terdapat ancaman harga laptop naik secara global dalam waktu dekat.
- Prediksi harga laptop naik ini bukan akibat krisis memori PC.
- Microsoft menaikkan biaya lisensi Windows untuk seluruh perusahaan produsen laptop.
Tidak ada satu pun produsen PC Windows yang akan lolos dari imbas kebijakan perusahaan yang bermarkas di Redmond tersebut.
Kenaikan retribusi ini terpaksa dilakukan oleh Microsoft di tengah investasi modal besar-besaran mereka pada divisi rekayasa perangkat lunak.
Mereka sedang berusaha keras merombak sistem operasi Windows 11 secara menyeluruh untuk memperbaiki pengalaman pengguna yang sempat dikeluhkan pada pembaruan masa lalu.
Pada akhirnya, beban kompensasi biaya dari sektor lisensi ini hampir pasti akan dilimpahkan sepenuhnya kepada dompet para pembeli.
Harga laptop dan komputer desktop Windows diprediksi akan menjadi lebih mahal beberapa dolar di pasaran dalam waktu dekat.
Meski produsen perangkat terkena pukulan telak, tarif lisensi Windows eceran untuk pengguna individu atau perakit PC mandiri justru terpantau aman.
Harga lisensi versi Windows 11 Home tetap stabil di posisi 139 dolar AS, sedangkan varian Pro masih dipertahankan pada nilai 199 dolar AS.