- LG Electronics Indonesia menggandeng One Stop Electronics di Jakarta untuk memperluas edukasi teknologi WashTower melalui saluran luring dan daring pada 18 Agustus 2026.
- LG WashTower mengandalkan teknologi AI Wash untuk mendeteksi berat cucian, mengatur siklus pencucian otomatis, serta menghemat energi secara optimal.
- LG WashTower yang menggabungkan mesin cuci dan pengering vertikal telah mencatatkan penjualan global sebanyak 3,2 juta unit di 77 negara hingga Maret 2026.
Suara.com - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah cara perangkat rumah tangga bekerja. Mesin cuci kini tidak hanya menjalankan perintah pengguna, tetapi juga dapat menyesuaikan proses pencucian berdasarkan kondisi pakaian.
Melihat peluang tersebut, LG Electronics Indonesia memperluas pasar LG WashTower dengan menggandeng mitra dealer.
Strategi ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkenalkan teknologi di balik perangkat laundry tersebut kepada konsumen melalui kanal offline dan digital.
President of LG Electronics Indonesia, Ha Sang-chul, mengatakan kolaborasi dengan dealer menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai teknologi yang ditawarkan WashTower.
"Lebih dari sekadar penjualan, kolaborasi ini menitikberatkan pada berbagai kegiatan dalam upaya perluasan komunikasi produk dari kanal informasi online maupun offline untuk meningkatkan pemahaman masyarakat pada solusi yang ditawarkan WashTower," ujar Ha Sang-chul.
LG Gandeng Dealer untuk Edukasi Teknologi
Untuk wilayah Jakarta, LG menggandeng One Stop Electronics di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Dealer tersebut memiliki toko fisik sekaligus kanal penjualan daring melalui situs resminya.
Kolaborasi ini dimanfaatkan LG untuk menghadirkan pengalaman langsung bagi konsumen.
Di dalam toko, LG menyiapkan display khusus WashTower sehingga pengunjung dapat melihat desain sekaligus memahami cara kerja berbagai teknologi yang dibenamkan.
Product Director Living HS LG Electronics Indonesia, Kim Nack Sun, mengatakan keberadaan kanal offline dan online menjadi bagian penting dalam memperkenalkan WashTower kepada konsumen.
"Kelengkapan fokus pada pemasaran offline dan online yang menjadi modal kuat bagi kolaborasi LG dan One Stop Electronics dalam pemasaran LG WashTower. Sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih dekat bagi konsumen," ujar Kim.
Selain display produk, LG juga menyiapkan pelatihan bagi tenaga promotor. Tujuannya agar konsumen mendapatkan penjelasan yang lebih mudah dipahami mengenai fungsi dan manfaat teknologi WashTower.
AI Jadi Fokus Utama
Salah satu teknologi yang menjadi fokus LG adalah AI Wash yang didukung AI DD.
Teknologi tersebut memungkinkan mesin mendeteksi berat cucian dan karakteristik bahan pakaian.
Data tersebut kemudian digunakan untuk menentukan pola gerakan drum, kecepatan putaran, suhu, hingga jumlah air yang dibutuhkan selama proses pencucian.
![Media Store Visit - LG WashTower di Jakarta, Selasa (18/8/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/18/89500-lg-washtower.jpg)
Dengan sistem ini, mesin dapat menyesuaikan proses pencucian tanpa pengguna harus menentukan seluruh pengaturan secara manual.
"AI Wash yang berpusat pada berbagai inovasi berlandaskan AI inilah yang bakal menjadi fokus komunikasi kami untuk memperkuat LG WashTower sebagai solusi tepat perawatan pakaian bagi gaya hidup modern," ujar Product Marketing Manager Living HS LG Electronics Indonesia, Ratih Nadiah dalam Media Store Visit, Selasa (18/8/2026).
Menurut LG, penyesuaian otomatis tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan cucian yang bersih, tetapi juga membantu menjaga serat pakaian sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
Mesin Cuci dan Pengering Terintegrasi
LG WashTower menggabungkan mesin cuci dan pengering dalam satu desain vertikal. Konsep tersebut memungkinkan pengguna menghemat ruang dibandingkan menempatkan kedua perangkat secara terpisah.
Salah satu teknologi pendukungnya adalah Smart Pairing, yang memungkinkan program pengeringan menyesuaikan dengan siklus pencucian yang digunakan.
Sementara itu, teknologi Steam membantu mengurangi debu, tungau, bakteri, dan alergen pada pakaian.
Ada pula TurboWash 360° yang menggunakan semprotan air dari berbagai arah untuk membantu mempercepat proses pencucian.
Pengoperasian perangkat juga dapat dilakukan melalui aplikasi LG ThinQ. Pengguna dapat memulai, memantau, dan mengatur siklus pencucian melalui smartphone.
Pada bagian pengering, LG menggunakan teknologi Dual Inverter Heat Pump yang memungkinkan pakaian dikeringkan tanpa bergantung pada sinar matahari.
Fitur Prepare to Dry juga memungkinkan proses pemanasan dimulai sebelum siklus pencucian selesai. Dengan demikian, waktu tunggu sebelum proses pengeringan dapat dikurangi.
WashTower Terjual 3,2 Juta Unit
Strategi memperluas edukasi teknologi tersebut dilakukan ketika penerimaan terhadap WashTower di pasar global terus meningkat.
Sejak diperkenalkan pada 2020, LG WashTower telah hadir di 77 negara. Hingga Maret 2026, penjualan kumulatifnya telah mencapai lebih dari 3,2 juta unit secara global.
Di Indonesia, LG juga menghadirkan beberapa model WashTower, mulai dari WT1410NHEG, WT2117NHB, hingga model terbaru WT2520NHBA.
Model WT2520NHBA memiliki kapasitas mesin cuci 25 kilogram dan pengering 20 kilogram, yang disebut menjadi kapasitas terbesar dalam lini LG WashTower di Indonesia.
Perluas Komunikasi Lewat Kanal Digital
Selain memperkuat edukasi di toko, LG dan One Stop Electronics juga akan memanfaatkan kanal digital untuk memperluas jangkauan informasi.
Materi komunikasi akan disebarkan melalui media sosial dan website dalam berbagai format, termasuk gambar dan video.
LG juga menyiapkan sesi livestreaming dengan melibatkan influencer untuk memperkenalkan teknologi WashTower secara lebih interaktif.
![Media Store Visit - LG WashTower di Jakarta, Selasa (18/8/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/18/60478-lg-washtower.jpg)
"Kolaborasi ini akan menyiapkan berbagai kegiatan melalui kanal media sosial dan website untuk memperluas komunikasi produk," kata Kim.
Sementara itu, Ratih Nadiah menambahkan, keterlibatan influencer dalam livestreaming menjadi bagian dari strategi untuk menjelaskan teknologi WashTower kepada calon pengguna.
"Dukungan influencer dalam live streaming ini menjadi salah satu bentuk keseriusan kolaborasi dalam mengkomunikasikan berbagai keunggulan LG WashTower," ujarnya.
Bagi LG, langkah tersebut menunjukkan bahwa penetrasi teknologi AI pada perangkat rumah tangga tidak cukup hanya dengan menghadirkan fitur baru.
Konsumen juga perlu memahami bagaimana teknologi tersebut bekerja dan apa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, kolaborasi dengan dealer menjadi bagian dari strategi LG untuk menjembatani teknologi dengan kebutuhan konsumen, baik melalui pengalaman langsung di toko maupun informasi yang lebih mudah diakses melalui kanal digital.