Saat AI Makin Boros, Teknologi Ini Hadir untuk Mengendalikan Konsumsi Token

Dythia Novianty

Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:03 WIB
Saat AI Makin Boros, Teknologi Ini Hadir untuk Mengendalikan Konsumsi Token
Ilustrasi AI. (Pexels)
baca 10 detik
  • PT Kencana Satu Nuswapada memperkenalkan layanan Token-as-a-Service melalui soft launching Pemuda.ai pada 18 hingga 20 Agustus 2026.
  • Teknologi TaaS dikembangkan untuk mengelola alokasi, pemantauan, serta efisiensi biaya konsumsi token kecerdasan artifisial bagi korporasi dan pemerintah.
  • Prominence menggandeng Onno Center untuk memperluas riset, edukasi, dan inovasi ekosistem kecerdasan artifisial di Indonesia.

Suara.com - Ketika kecerdasan artifisial (AI) digunakan untuk semakin banyak kebutuhan, konsumsi token ikut meningkat dan berpotensi membuat biaya operasional membengkak.

Persoalan inilah yang mulai dijawab melalui teknologi Token-as-a-Service (TaaS), sebuah model layanan yang memungkinkan penggunaan token AI dikelola secara lebih terukur. 

Teknologi ini diperkenalkan dalam soft launching Pemuda.ai, bagian dari ekosistem digital hub teknologi nasional PT Kencana Satu Nuswapada (Prominence).

Berbeda dengan layanan AI yang berfokus pada kemampuan model, TaaS menyasar persoalan di balik penggunaannya, yakni bagaimana token dialokasikan, digunakan, dan dipantau.

Ketika Penggunaan AI Ikut Membebani Biaya

AI generatif bekerja dengan memproses teks, instruksi, maupun data dalam bentuk token. Semakin kompleks permintaan dan semakin sering AI digunakan, semakin besar pula jumlah token yang dibutuhkan.

Masalahnya menjadi lebih kompleks ketika AI tidak lagi digunakan oleh satu atau dua orang, tetapi terintegrasi ke dalam aplikasi, layanan pelanggan, AI agar dapat mengetahui unit atau aplikasi mana yang paling banyak mengonsumsi sumber daya.

Karena itu, pengelolaan token mulai menjadi bagian penting dari strategi adopsi AI, bukan sekadar persoalan teknis.

Token-as-a-Service Jadi Lapisan Pengendali

baca juga

Konsep Token-as-a-Service yang ditawarkan Pemuda.ai dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada developer, korporasi, sektor publik, dan pemerintahan dalam mengatur penggunaan token AI. 

Layanan tersebut memungkinkan pengaturan kuota token, optimalisasi efisiensi biaya, serta pengelolaan transaksi dan administrasi secara lebih transparan.

Dengan pendekatan tersebut, organisasi tidak hanya menggunakan AI, tetapi juga dapat membangun mekanisme pengendalian terhadap konsumsi AI.

Director & Founder Prominence, Edi Sugianto, mengatakan kebutuhan pengelolaan tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya mengembangkan layanan TaaS.

“Melalui soft launching Pemuda.ai dan layanan Token-as-a-Service, kami hadir untuk dapat menjawab kebutuhan developer serta enterprise dalam pengelolaan ekosistem AI secara efisien di Indonesia,” ujar Edi dalam keterangan resminya, Kamis (20/8/2026).

Menurut dia, kolaborasi dengan Onno Center juga akan diarahkan untuk mengembangkan berbagai penggunaan AI yang dapat diterapkan pada kebutuhan nyata.

“Sinergi melalui penandatanganan MoU bersama Onno Center akan menjadi motor penggerak dalam merancang use case dan inovasi AI aplikatif ke depannya,” katanya.

Soft launching Pemuda.ai. [Prominence]
Soft launching Pemuda.ai. [Prominence]

Bukan Sekadar Menghemat Token

Pengelolaan token tidak hanya berkaitan dengan upaya menekan biaya. Ketika AI digunakan dalam skala enterprise atau pemerintahan, organisasi juga membutuhkan tata kelola yang jelas.

Misalnya, perusahaan perlu mengetahui batas penggunaan setiap aplikasi, mengatur alokasi token berdasarkan kebutuhan, hingga memastikan transaksi layanan dapat dicatat secara transparan.

Artinya, TaaS dapat menjadi salah satu lapisan pengelolaan di antara pengguna dan layanan AI yang digunakan.

Pendekatan ini menjadi semakin relevan ketika perusahaan mulai menggunakan lebih dari satu model AI untuk kebutuhan berbeda.

Pengguna dapat memilih model berdasarkan kebutuhan, sementara penggunaan token tetap perlu dikontrol agar tidak menimbulkan pemborosan.

Digandeng Onno Center untuk Bangun Ekosistem

Pengembangan layanan tersebut tidak dilakukan sendirian. Prominence menggandeng Onno Center, pusat pengembangan dan literasi teknologi yang dimotori oleh pakar teknologi nasional Onno W. Purbo.

Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam soft launching pada 18 Agustus 2026.

Kerja sama diarahkan tidak hanya pada pengembangan teknologi, tetapi juga riset, edukasi, dan implementasi solusi AI untuk kebutuhan masyarakat serta industri Indonesia.

Onno W. Purbo menilai, tata kelola token akan menjadi kebutuhan penting seiring meluasnya penggunaan AI.

“Inisiatif ini sejalan dengan misi kami di Onno Center untuk terus mendorong kemandirian teknologi terbuka. Pemuda.ai memberikan akses dan tata kelola token yang sangat dibutuhkan oleh komunitas dan industri di Indonesia,” kata Onno.

Token dan Tantangan Sovereign AI Indonesia

Lebih jauh, pengembangan infrastruktur pengelolaan token berkaitan dengan agenda kemandirian AI atau sovereign AI Indonesia.

Kemandirian AI tidak hanya berarti memiliki model AI sendiri. Negara juga membutuhkan infrastruktur komputasi, tata kelola data, talenta digital, riset, serta ekosistem yang memungkinkan teknologi AI dikembangkan dan digunakan sesuai kebutuhan nasional.

Tokoh telekomunikasi nasional, Rudolf Nainggolan, mengatakan industri perlu bergerak  cepat menghadapi perubahan tersebut.

“Platform seperti Pemuda.ai yang didukung ekosistem Prominence akan menjadi fondasi yang sangat kuat bagi kemandirian dan penguatan digital nasional,” ujar Rudolf.

Jika adopsi AI terus meningkat, persoalan konsumsi token berpotensi menjadi isu yang semakin besar. 

Bagi organisasi dengan ribuan pengguna dan banyak aplikasi AI, pengelolaan token bukan lagi sekadar urusan developer, melainkan bagian dari strategi efisiensi dan tata kelola teknologi.

Prominence sendiri menjadwalkan Grand Launching Pemuda.ai pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Momentum tersebut akan diarahkan untuk memperluas kolaborasi antara industri, komunitas teknologi, developer, dan pemangku kepentingan dalam mendorong penggunaan AI yang lebih aplikatif dan inklusif.

Ilustrasi AI. [Unsplash]
Ilustrasi AI. [Unsplash]

Pada akhirnya, ketika AI semakin pintar dan semakin banyak digunakan, tantangannya bukan hanya bagaimana mendapatkan hasil terbaik dari AI.

Pertanyaan berikutnya adalah berapa banyak sumber daya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkannya dan bagaimana konsumsi tersebut dikendalikan.

Di titik inilah Token-as-a-Service berpotensi menjadi salah satu infrastruktur penting dalam fase berikutnya dari adopsi AI di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Epson Hidupkan Pengalaman Visual di Live Showcase Naura Ayu lewat Projection Mapping

Epson Hidupkan Pengalaman Visual di Live Showcase Naura Ayu lewat Projection Mapping

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Laptop Gaming Bukan Cuma Buat Mabar: ASUS Bongkar Rahasia AI Lokal Biar Kerja 2x Lebih Cepat!

Laptop Gaming Bukan Cuma Buat Mabar: ASUS Bongkar Rahasia AI Lokal Biar Kerja 2x Lebih Cepat!

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:19 WIB

AI Masuk Kelas, Bali Uji Cara Baru Atasi Masalah Numerasi Siswa

AI Masuk Kelas, Bali Uji Cara Baru Atasi Masalah Numerasi Siswa

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:43 WIB

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:06 WIB

LG Siapkan Robot Humanoid Generasi Baru Pakai AI NVIDIA, Bakal Dipamerkan 2027

LG Siapkan Robot Humanoid Generasi Baru Pakai AI NVIDIA, Bakal Dipamerkan 2027

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Terkini

Saat AI Makin Boros, Teknologi Ini Hadir untuk Mengendalikan Konsumsi Token

Saat AI Makin Boros, Teknologi Ini Hadir untuk Mengendalikan Konsumsi Token

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:03 WIB

BRI KKB National Expo 2026 Hadir Serentak di 131 Lokasi, Torehkan Rekor MURI

BRI KKB National Expo 2026 Hadir Serentak di 131 Lokasi, Torehkan Rekor MURI

Kaltim | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Bung Towel Senggol Thom Haye, Sebut Pemain Persib Itu Tak Punya Skill Seperti Pirlo dan Xavi

Bung Towel Senggol Thom Haye, Sebut Pemain Persib Itu Tak Punya Skill Seperti Pirlo dan Xavi

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Rupiah Berotot Pagi Ini ke Level Rp17.819

Rupiah Berotot Pagi Ini ke Level Rp17.819

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:59 WIB

4 Alasan Kenapa Cermin Tidak Boleh Menghadap Tempat Tidur Menurut Feng Shui

4 Alasan Kenapa Cermin Tidak Boleh Menghadap Tempat Tidur Menurut Feng Shui

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:58 WIB

1.000 Liter BBM Mulai Dipasok untuk Alat Berat Tangani Gempa Manggarai

1.000 Liter BBM Mulai Dipasok untuk Alat Berat Tangani Gempa Manggarai

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:55 WIB

Fakta Pahit: Timnas indonesia Kalah Kelas dari Vietnam dan Thailand Calon Juara Piala AFF 2026

Fakta Pahit: Timnas indonesia Kalah Kelas dari Vietnam dan Thailand Calon Juara Piala AFF 2026

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:53 WIB

Viral 3 Turis Diduga IDF Diusir dari Gym, Media Israel Sebut Bali Tak Lagi Ramah

Viral 3 Turis Diduga IDF Diusir dari Gym, Media Israel Sebut Bali Tak Lagi Ramah

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:47 WIB

Rangkuman Rumus Bangun Datar: Cara Praktis Menghitung Luas dan Keliling

Rangkuman Rumus Bangun Datar: Cara Praktis Menghitung Luas dan Keliling

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Redmi M100 Resmi Meluncur: Bawa Fitur Khusus Lansia dan Baterai 7.900 mAh

Redmi M100 Resmi Meluncur: Bawa Fitur Khusus Lansia dan Baterai 7.900 mAh

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:44 WIB

×