Cara Bikin Tren Linimasa Google Maps yang Viral, Gratis Tanpa Instal Aplikasi

Nur Khotimah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:39 WIB
Cara Bikin Tren Linimasa Google Maps yang Viral, Gratis Tanpa Instal Aplikasi
Ilustrasi Tren Linimasa Google Maps. (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Tren Linimasa Google Maps di TikTok menampilkan riwayat perjalanan dalam bentuk visualisasi rute yang bergerak di atas peta.
  • Konten ini dapat digunakan untuk merangkum perjalanan liburan, aktivitas beberapa bulan, hingga perjalanan selama satu tahun.
  • Menariknya, visualisasi tersebut bisa dibuat tanpa aplikasi tambahan dengan layanan berbasis web, menggunakan data Linimasa Google Maps.

Suara.com - Tren Linimasa Google Maps yang menampilkan visualisasi perjalanan dari riwayat lokasi Google Maps belakangan menarik perhatian pengguna media sosial TikTok.

Jejak perjalanan yang sebelumnya hanya tersimpan sebagai data lokasi kini dapat diubah menjadi video yang menarik untuk dibagikan.

Konten tersebut menunjukkan rute perjalanan dalam bentuk garis yang bergerak di atas peta sehingga perjalanan selama periode tertentu terlihat lebih mudah dipahami.

Konsep ini cocok digunakan untuk merangkum perjalanan liburan, aktivitas selama beberapa bulan, atau bahkan perjalanan selama satu tahun.

Menariknya, Anda tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan untuk mencoba tren yang sedang viral ini.

Prosesnya dapat dilakukan menggunakan layanan berbasis web sehingga pengguna cukup menyiapkan data Linimasa Google Maps yang dimiliki.

Jika ingin ikut membuat tren tersebut, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan mulai dari menyiapkan data lokasi hingga mengubahnya menjadi animasi.

Cara Bikin Tren Linimasa Google Maps yang Viral

Nah, berikut cara bikin tren Linimasa Google Maps yang viral secara praktis dan gratis, lengkap dengan link situs untuk mengubahnya ke dalam bentuk video.

1. Siapkan Data Linimasa Google Maps

Langkah pertama adalah menyiapkan data riwayat lokasi dari Google Maps yang ingin divisualisasikan.

baca juga

Pastikan data perjalanan yang akan digunakan sudah tersedia sehingga nantinya dapat diproses menjadi jejak perjalanan.

Data tersebut penting karena visualisasi dibuat berdasarkan riwayat lokasi yang pernah tersimpan.

Semakin lengkap data perjalanan yang tersedia, semakin menarik pula rute yang dapat ditampilkan dalam visualisasi.

Caranya, buka menu "Pengaturan (Setting)" dalam ponsel Android Anda. Kemudian pilih "Lokasi (Location)", lalu lanjutkan dengan memilih menu "Layanan Lokasi (Location Services)".

2. Buka Google Maps Timeline

Selanjutnya, buka fitur "Linimasa (Timeline)" Google Maps melalui akun Google yang digunakan untuk menyimpan riwayat lokasi. Pilih data perjalanan atau rentang waktu yang ingin Anda jadikan bahan visualisasi.

Anda dapat memilih periode tertentu sesuai kebutuhan, misalnya perjalanan selama satu bulan, beberapa bulan, atau satu tahun.

Pastikan data lokasi pada periode tersebut memang tersedia agar jejak perjalanan yang dihasilkan tidak kosong.

3. Siapkan Data untuk Visualisasi

Setelah data "Linimasa" tersedia, tahap berikutnya adalah menyiapkan data tersebut agar dapat digunakan oleh alat visualisasi.

Caranya dengan memilih "Ekspor Data Linimasa (Export Timeline Data)", lalu simpan data lokasi dalam folder yang mudah diingat.

4. Masukkan Data ke Timeline Visualizer

Buka layanan Timeline Visualizer melalui Google, kemudian masukkan data Linimasa Google Maps sesuai petunjuk yang tersedia. Salah satu layanan yang banyak direkomendasikan konten kreator TikTok adalah https://ahn-lab.org/google-timeline-visualizer/ dan https://www.timelinevisualizer.net/.

5. Atur Periode dan Tampilan Perjalanan

Jika tersedia pilihan pengaturan, tentukan rentang waktu perjalanan yang ingin ditampilkan. Anda dapat memilih periode tertentu agar animasi tidak terlalu panjang dan rute yang muncul lebih mudah dilihat.

Untuk membuat konten media sosial, pilih periode yang memiliki perjalanan paling menarik atau membentuk pola rute yang jelas.

Dengan begitu, hasil visualisasi akan terlihat lebih informatif sekaligus menarik ketika dibagikan.

6. Buat dan Unduh Video Jejak Perjalanan

Setelah data dan periode ditentukan, jalankan proses visualisasi dengan klik tombol "Create MP4" untuk menghasilkan animasi.

Layanan tersebut akan mengubah data lokasi menjadi tampilan perjalanan yang bergerak di atas peta sehingga rute dapat terlihat dari awal hingga akhir.

Setelah proses visualisasi selesai, video bisa diunduh dengan menekan tombol "Download MP4" di bagian bawah.

7. Bagikan ke Media Sosial

Setelah video selesai dibuat, hasilnya dapat dibagikan ke media sosial seperti TikTok, Instagram, atau platform lainnya.

Agar lebih menarik, Anda bisa menambahkan musik, teks, atau keterangan singkat mengenai perjalanan yang ditampilkan.

Tren ini menarik karena mampu mengubah data lokasi yang biasanya hanya tersimpan sebagai riwayat menjadi cerita perjalanan dalam bentuk visual.

Jadi, Anda bisa ikut membuat tren Linimasa Google Maps tanpa perlu memasang aplikasi tambahan, selama data perjalanan dan layanan visualisasi yang digunakan dapat diakses dengan baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perempuan dan Tren Solo Traveling yang Semakin Populer, Apa yang Dicari?

Perempuan dan Tren Solo Traveling yang Semakin Populer, Apa yang Dicari?

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:29 WIB

Dua Insiden Tertemper Beruntun, Perjalanan Commuter Line Bogor dan Tangerang Molor

Dua Insiden Tertemper Beruntun, Perjalanan Commuter Line Bogor dan Tangerang Molor

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:16 WIB

5 Rekomendasi Motor Matic Terbaik yang Paling Nyaman dan Irit untuk Perjalanan Jauh Luar Kota

5 Rekomendasi Motor Matic Terbaik yang Paling Nyaman dan Irit untuk Perjalanan Jauh Luar Kota

Otomotif | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Terkini

27 Ribu Rakyat Riau Terjangkit ISPA di Tengah Kabut Asap Karhutla

27 Ribu Rakyat Riau Terjangkit ISPA di Tengah Kabut Asap Karhutla

Riau | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:43 WIB

BEI Perketat Syarat IPO, Harga Minimum Saham Mulai Dihapus

BEI Perketat Syarat IPO, Harga Minimum Saham Mulai Dihapus

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:43 WIB

7 Arti Mimpi Menstruasi Menurut Islam, Bisa Jadi Pertanda Baik dan Buruk

7 Arti Mimpi Menstruasi Menurut Islam, Bisa Jadi Pertanda Baik dan Buruk

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Bolehkah Sholat Tanpa Menunggu Komat? Ini Hukumnya untuk Umat Muslim

Bolehkah Sholat Tanpa Menunggu Komat? Ini Hukumnya untuk Umat Muslim

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:39 WIB

Skema Transmigrasi Rempang Dirombak, Pemerintah Janji Warga Lokal Tak Terusir

Skema Transmigrasi Rempang Dirombak, Pemerintah Janji Warga Lokal Tak Terusir

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Keamanan Digital Diperkuat, Akses Pembiayaan UMKM Dijaga

Keamanan Digital Diperkuat, Akses Pembiayaan UMKM Dijaga

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Krisis Air di Bantul, Siswa SD Terpaksa Tayamum karena Tak Bisa Berwudhu

Krisis Air di Bantul, Siswa SD Terpaksa Tayamum karena Tak Bisa Berwudhu

Jogja | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Perbedaan Kulit Wajah Sensitif dan Kulit Iritasi, Kenali Ciri-cirinya

Perbedaan Kulit Wajah Sensitif dan Kulit Iritasi, Kenali Ciri-cirinya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:20 WIB

IHSG Berbalik Menghijau Pagi Ini ke Level 6.039, Pantau EMAS dan PGAS

IHSG Berbalik Menghijau Pagi Ini ke Level 6.039, Pantau EMAS dan PGAS

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Curiga Lampu Tak Mau Nyala, Pemilik Syok Dapati Kabel Rumah Kosongnya Ludes Digasak Maling

Curiga Lampu Tak Mau Nyala, Pemilik Syok Dapati Kabel Rumah Kosongnya Ludes Digasak Maling

Lampung | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:15 WIB

×