Mengapa Cicak Bisa Memutuskan Ekornya Saat Terdesak? Kenali Autotomi pada Cicak

Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:20 WIB
Mengapa Cicak Bisa Memutuskan Ekornya Saat Terdesak? Kenali Autotomi pada Cicak
cicak (Photo by Min An from Pexels)
baca 10 detik
  • Cicak melakukan autotomi dengan melepaskan ekornya untuk mengalihkan perhatian pemangsa saat menghadapi ancaman.
  • Ekor yang terputus masih dapat bergerak aktif sehingga memberikan kesempatan bagi cicak untuk melarikan diri.
  • Cicak mampu menumbuhkan kembali ekornya yang hilang secara bertahap melalui proses regenerasi biologis.

Suara.com - Cicak memiliki cara unik untuk melindungi diri ketika menghadapi ancaman, yaitu melepaskan ekornya saat berada dalam kondisi terdesak.

Kemampuan tersebut dikenal sebagai autotomi dan menjadi salah satu strategi pertahanan yang membantu cicak mengalihkan perhatian pemangsa.

Ekor yang telah terlepas biasanya masih bergerak selama beberapa waktu sehingga predator dapat tertarik mengejarnya sementara cicak melarikan diri.

Menariknya, kehilangan ekor bukan akhir dari pertahanan cicak karena hewan ini memiliki kemampuan untuk menumbuhkan kembali bagian tubuh tersebut.

Mengapa Cicak Bisa Memutuskan Ekornya Saat Terdesak?

Kemampuan cicak melepaskan bagian tubuhnya secara sengaja untuk menyelamatkan diri disebut autotomi. Mekanisme ini merupakan respons pertahanan ketika cicak menghadapi ancaman, terutama saat berusaha menghindari serangan predator.

Ketika pemangsa mengejar atau mencengkeram tubuhnya, cicak dapat melepaskan ekor pada bagian tertentu.

Ekor yang terputus kemudian dapat terus bergerak-gerak sehingga perhatian predator teralihkan. Pada saat yang sama, cicak memiliki kesempatan untuk segera menjauh dari lokasi tersebut.

Strategi ini memberikan keuntungan besar bagi cicak karena predator yang semula mengincar tubuhnya dapat tertarik pada gerakan ekor yang tertinggal.

Dengan demikian, cicak dapat mengorbankan sebagian tubuhnya untuk meningkatkan peluang bertahan hidup.

baca juga

Autotomi tidak hanya berkaitan dengan respons terhadap serangan secara langsung. Mekanisme pelepasan bagian tubuh tersebut juga disebut dapat dipicu oleh rangsangan tertentu, seperti rangsangan termal, kimia, atau listrik, meskipun kondisi lingkungan yang mengancam keselamatan menjadi pemicu yang paling umum.

Kemampuan tersebut berbeda dengan regenerasi. Autotomi merupakan tindakan melepaskan bagian tubuh sebagai mekanisme pertahanan, sedangkan regenerasi merupakan proses pemulihan atau pembentukan kembali bagian tubuh yang hilang.

Pada sejumlah hewan, bagian tubuh yang dilepaskan melalui autotomi dapat tumbuh kembali, tetapi kemampuan tersebut tidak selalu dimiliki semua organisme.

Pada cicak dan beberapa jenis kadal, ekor yang hilang dapat mengalami proses pertumbuhan kembali setelah autotomi.

Apakah Ekor yang Putus Bisa Tumbuh Lagi?

Ekor cicak yang terputus dapat tumbuh kembali melalui proses regenerasi. Namun, ekor baru tidak selalu memiliki struktur dan tampilan yang sama persis dengan ekor sebelumnya.

Ekor hasil regenerasi umumnya lebih pendek dan memiliki struktur penunjang berupa tulang rawan. Proses tersebut berlangsung secara bertahap hingga bagian ekor baru terbentuk.

Pertumbuhan kembali disebut mulai terlihat sekitar beberapa hari setelah ekor terputus dan dapat mencapai bentuk yang lebih sempurna pada sekitar minggu ke-10 hingga ke-12. Lama proses sebenarnya dapat berbeda bergantung pada spesies dan kondisi hewan.

Regenerasi merupakan mekanisme biologis yang memungkinkan jaringan tubuh membentuk kembali struktur yang hilang.

Pada hewan vertebrata tertentu, proses tersebut berlangsung melalui mekanisme perkembangan yang teratur untuk memulihkan bagian tubuh yang mengalami kehilangan.

Dengan demikian, autotomi dan regenerasi memiliki hubungan tetapi bukan proses yang sama. Autotomi menjadi strategi cicak untuk menghindari predator dengan melepaskan ekornya, sedangkan regenerasi merupakan proses biologis yang memungkinkan bagian ekor yang hilang tumbuh kembali.

Kemampuan tersebut menunjukkan salah satu bentuk adaptasi menarik pada cicak karena kehilangan ekor dapat menjadi harga yang harus dibayar untuk menyelamatkan diri dari predator.

Setelah ancaman berlalu, cicak kemudian memiliki kesempatan untuk memulihkan kembali bagian tubuh yang hilang melalui proses regenerasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Tanaman Pengusir Cicak di Rumah, Aman dan Mudah Ditanam!

5 Tanaman Pengusir Cicak di Rumah, Aman dan Mudah Ditanam!

Lifestyle | Sabtu, 06 September 2025 | 20:25 WIB

Setengah Tahun Pemerintahan Prabowo! Dulu Ekonomi RI Disebut Komodo, Mungkin Sekarang Cicak?

Setengah Tahun Pemerintahan Prabowo! Dulu Ekonomi RI Disebut Komodo, Mungkin Sekarang Cicak?

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 11:28 WIB

Apakah Kucing Berkomunikasi dengan Ekornya? Simak Penjelasan Ilmiahnya

Apakah Kucing Berkomunikasi dengan Ekornya? Simak Penjelasan Ilmiahnya

Tekno | Rabu, 29 Januari 2025 | 17:15 WIB

Terkini

Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Penganiayaan Satpol PP Saat Penertiban Parkir Liar di Jaksel

Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Penganiayaan Satpol PP Saat Penertiban Parkir Liar di Jaksel

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Kebakaran Hutan Karst Maros-Pangkep Ancam Lukisan Prasejarah Berusia 45.000 Tahun

Kebakaran Hutan Karst Maros-Pangkep Ancam Lukisan Prasejarah Berusia 45.000 Tahun

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Ekonomi Digital RI Tembus 99 Miliar Dolar AS, Komdigi Andalkan Bali Tech Week Tarik Investasi

Ekonomi Digital RI Tembus 99 Miliar Dolar AS, Komdigi Andalkan Bali Tech Week Tarik Investasi

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:49 WIB

Asap Karhutla Ganggu Negara Tetangga, Kenapa Indonesia Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Asap Karhutla Ganggu Negara Tetangga, Kenapa Indonesia Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Bom Perang Dunia Ditemukan di Pinrang

Bom Perang Dunia Ditemukan di Pinrang

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Klaim Asuransi Properti Tembus Rp5,78 Triliun pada Kuartal II 2026, Pelaku Usaha Perlu Lindungi Aset

Klaim Asuransi Properti Tembus Rp5,78 Triliun pada Kuartal II 2026, Pelaku Usaha Perlu Lindungi Aset

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun

Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Menengok Progres Embung Kebagusan, Penahan Banjir Baru Jakarta

Menengok Progres Embung Kebagusan, Penahan Banjir Baru Jakarta

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Kupas Tuntas Kurikulum IB vs Cambridge: Mana yang Lebih Jaminan Lolos Kuliah di Luar Negeri?

Kupas Tuntas Kurikulum IB vs Cambridge: Mana yang Lebih Jaminan Lolos Kuliah di Luar Negeri?

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:56 WIB

Viva Hair Tonic Manfaatnya Apa Saja untuk Rambut? Ini 3 Varian dan Harganya

Viva Hair Tonic Manfaatnya Apa Saja untuk Rambut? Ini 3 Varian dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:45 WIB

×