- Cicak melakukan autotomi dengan melepaskan ekornya untuk mengalihkan perhatian pemangsa saat menghadapi ancaman.
- Ekor yang terputus masih dapat bergerak aktif sehingga memberikan kesempatan bagi cicak untuk melarikan diri.
- Cicak mampu menumbuhkan kembali ekornya yang hilang secara bertahap melalui proses regenerasi biologis.
Suara.com - Cicak memiliki cara unik untuk melindungi diri ketika menghadapi ancaman, yaitu melepaskan ekornya saat berada dalam kondisi terdesak.
Kemampuan tersebut dikenal sebagai autotomi dan menjadi salah satu strategi pertahanan yang membantu cicak mengalihkan perhatian pemangsa.
Ekor yang telah terlepas biasanya masih bergerak selama beberapa waktu sehingga predator dapat tertarik mengejarnya sementara cicak melarikan diri.
Menariknya, kehilangan ekor bukan akhir dari pertahanan cicak karena hewan ini memiliki kemampuan untuk menumbuhkan kembali bagian tubuh tersebut.
Mengapa Cicak Bisa Memutuskan Ekornya Saat Terdesak?
Kemampuan cicak melepaskan bagian tubuhnya secara sengaja untuk menyelamatkan diri disebut autotomi. Mekanisme ini merupakan respons pertahanan ketika cicak menghadapi ancaman, terutama saat berusaha menghindari serangan predator.
Ketika pemangsa mengejar atau mencengkeram tubuhnya, cicak dapat melepaskan ekor pada bagian tertentu.
Ekor yang terputus kemudian dapat terus bergerak-gerak sehingga perhatian predator teralihkan. Pada saat yang sama, cicak memiliki kesempatan untuk segera menjauh dari lokasi tersebut.
Strategi ini memberikan keuntungan besar bagi cicak karena predator yang semula mengincar tubuhnya dapat tertarik pada gerakan ekor yang tertinggal.
Dengan demikian, cicak dapat mengorbankan sebagian tubuhnya untuk meningkatkan peluang bertahan hidup.
Autotomi tidak hanya berkaitan dengan respons terhadap serangan secara langsung. Mekanisme pelepasan bagian tubuh tersebut juga disebut dapat dipicu oleh rangsangan tertentu, seperti rangsangan termal, kimia, atau listrik, meskipun kondisi lingkungan yang mengancam keselamatan menjadi pemicu yang paling umum.
Kemampuan tersebut berbeda dengan regenerasi. Autotomi merupakan tindakan melepaskan bagian tubuh sebagai mekanisme pertahanan, sedangkan regenerasi merupakan proses pemulihan atau pembentukan kembali bagian tubuh yang hilang.
Pada sejumlah hewan, bagian tubuh yang dilepaskan melalui autotomi dapat tumbuh kembali, tetapi kemampuan tersebut tidak selalu dimiliki semua organisme.
Pada cicak dan beberapa jenis kadal, ekor yang hilang dapat mengalami proses pertumbuhan kembali setelah autotomi.
Apakah Ekor yang Putus Bisa Tumbuh Lagi?
Ekor cicak yang terputus dapat tumbuh kembali melalui proses regenerasi. Namun, ekor baru tidak selalu memiliki struktur dan tampilan yang sama persis dengan ekor sebelumnya.
Ekor hasil regenerasi umumnya lebih pendek dan memiliki struktur penunjang berupa tulang rawan. Proses tersebut berlangsung secara bertahap hingga bagian ekor baru terbentuk.
Pertumbuhan kembali disebut mulai terlihat sekitar beberapa hari setelah ekor terputus dan dapat mencapai bentuk yang lebih sempurna pada sekitar minggu ke-10 hingga ke-12. Lama proses sebenarnya dapat berbeda bergantung pada spesies dan kondisi hewan.
Regenerasi merupakan mekanisme biologis yang memungkinkan jaringan tubuh membentuk kembali struktur yang hilang.
Pada hewan vertebrata tertentu, proses tersebut berlangsung melalui mekanisme perkembangan yang teratur untuk memulihkan bagian tubuh yang mengalami kehilangan.
Dengan demikian, autotomi dan regenerasi memiliki hubungan tetapi bukan proses yang sama. Autotomi menjadi strategi cicak untuk menghindari predator dengan melepaskan ekornya, sedangkan regenerasi merupakan proses biologis yang memungkinkan bagian ekor yang hilang tumbuh kembali.
Kemampuan tersebut menunjukkan salah satu bentuk adaptasi menarik pada cicak karena kehilangan ekor dapat menjadi harga yang harus dibayar untuk menyelamatkan diri dari predator.
Setelah ancaman berlalu, cicak kemudian memiliki kesempatan untuk memulihkan kembali bagian tubuh yang hilang melalui proses regenerasi.